INDONESIATRAVEL.NEWS, JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo resmi menutup rangkaian prosesi sidang tahunan penyampaian RUU APBN 2019. Sebelum menutup sidang Bamsoet sempat melontarkan pantun yang berisi sindiran polemik pemilihan calon wakil presiden.

“Pak Jokowi peka bencana
Pergi ke Lombok nginap di tenda
Kyai Ma’ruf Amin ibarat buah kelapa,
Tidak muda tapi banyak saripatinya.”

Pak Prabowo ketua Gerindra
Sering terima tamu di kertanegara,
Publik mengira akan tunjuk ulama
Ternyata wakil yang tak disangka,” ucap Bamsoet seraya disambut riuh oleh para peserta sidang yang memenuhi ruang rapat paripurna Nusantara I, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 16 Agustus 2018.

Sikap usil Bamsoet pun ditunjukkan sebelumnya. Sesaat sebelum politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menaiki podium untuk memimpin doa, Bamsoet sedikit menggoda. “Pak Arsul dicari Pak Mahfud,” goda Bamsoet. Hal itu menanggapi polemik pernyataan Mahfud.

Dalam sidang penyampaian RUU APBN 2019, Pemerintah menganggarkan belanja negara pada RAPBN 2019 akan mencapai Rp2.493,7 triliun atau sekitar 15 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Jumlah belanja negara itu 10 persen lebih tinggi dari realisasi belanja negara di 2018 atau meningkat 37,3 persen jika dibandingkan dengan belanja 2014 sebesar Rp1.777,2 triliun.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kualitas belanja negara akan semakin ditingkatkan dan fokus untuk memacu perekonomian dan menciptakan kesejahteraan rakyat yang makin merata dan adil.

“Belanja negara pada 2019 akan diarahkan pada upaya penguatan program perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan penguatan desentralisasi fiskal,” kata Jokowi dalam pidato RAPBN 2019, di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018.

Pemerintah, kata Jokowi, terus berkomitmen untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi 40 persen penduduk termiskin. Pada 2018, pemerintah akan menyalurkan anggaran pada 92,4 juta jiwa penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan 10 juta keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here