INDONESIATRAVEL.NEWS– Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kalimantan Barat (Kalbar), menjadi gerbang besar bagi wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Setiap hari, crossborder ini dilewati 500-700 wisman. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat. Terlebih, jika pembangunan buffer zone selesai 100%.

“Kunjungan wisman dari negara tetangga naik signifikan di Entikong. Lonjakan ini terjadi setelah PLBN ini diresmikan tahun lalu. Komitmen Presiden Joko Widodo memang luar biasa. Sesuai dengan nawacita. Yaitu, membangun Indonesia dari pinggiran,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan PLBN Entikong Viktorius Dunand, Senin (9/7).

Pembangunan tahap pertama PLBN Entikong selesai pada 21 Desember 2016. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Tingkat kunjungan melalui PLBN Entikong diprediksi melonjak 100% saat memasuki liburan atau hari besar. Jumlah wisman yang melintasi crossborder ini diprediksi bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 orang.

“Mereka rata-rata melihat berbagai pembangunan yang ada di PLBN. Mereka menikmati suasana di sini sambil foto-foto,” terangnya.

Wisatawan yang masuk melalui pintu PLBN Entikong berasal dari tiga negara. Ada Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Singapura. Jumlah terbesar, 60% hingga 70% per hari, berasal dari Malaysia. Jumlah itu naik 10%-15% dari tahun 2017 silam. Namun, kenaikan siginifikan dialami para pelintas batas dari Brunei Darussalam.

Saat ini, warga Brunei Darussalam yang masuk melalui PLBN Entikong berjumlah 50 hingga 100 orang per hari. Angka tersebut mengalami lonjakan hingga 50% per hari dari tahun lalu. Warga Brunei ini diklaim punya antusiasme tinggi pada wisata kuliner Kalbar.

Viktorius menambahkan, antusiasme masyarakat Brunei Darussalam berkunjung ke Kalbar sangat luar biasa.

“Kunjungan dominan diperlhatkan wisatawan Malaysia, tapi peningkatannya standard. Wisman dari Singapura juga ada, tapi kecil jumlahnya. Kenaikan signifikan justri ditunjukan oleh wisatawan Brunei. Mereka ini memiliki minat besar terhadap kuliner di sini. Kami optimistis, jumlah kunjungan per hari akan melonjak lagi kalau fasilitas di sini sudah lengkap,” lanjutnya lagi.

PLBN Entikong sendiri sedang menyelesaikan pembangunan kawasan penyangga, atau buffer zone. Nantinya, dikawasan ini akan berdiri pasar modern, pasar tradisional, wisma Indonesia, dan mess petugas. Ada juga fasilitas rest area, sub terminal, plaza, hingga zona hiburan. Saat ini proses pembangunan zona pendukung ini sudah 56,3% dan bisa beroperasi penuh pada 2019.

Viktorius juga menjelaskan, pasar tradisional diprioritaskan bagi masyarakat setempat. Beberapa produk yang didisplay diantaranya hasil kerajinan tangan, prodak olahan UMKM, juga hasil pertanian. Hasil perkebunan dari masyarakat perbatasan juga mendapat porsi lebih. Panggung hiburan juga dibangun untuk menyajikan program Titian Muhibah hingga Sosek Malindo.

“Kalau pembangunan tahap dua PLBN Entikong ini sudah selesai, dijamin wisman akan makin banyak masuk ke sini. Sebab, di zona pendukung ini ada beragam fasilitas wisata yang dibangun. Ada pasar dan plaza hingga zona khusus hiburan. Pembangunan buffer zone ini diarahkan bagi aktivitas ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat dan pendapatan devisa naik,” jelas Viktorius lagi.

Selain infrstuktur umum, PLBN Entikong juga terus mengalami upgrade layanan administrasi. Khususnya bagi para wisman. Dengan kelengkapan sarana prasarana yang dimilikinya, proses pengurusan administrasi bisa dilakukan dengan cepat dan akurasi tinggi.

“Seiring pembangungan PLBN, layanan ikut meningkat. Sarana pendukung yang dimiliki petugas imigrasi, bea cukai, dan karantina kini lebih baik,” katanya.

PLBN Entikong juga ditopang mesin pemindai x-ray. Mereka juga akan memfungsikan mobile x-ray, selain terus menaikan level kompetensi sumber daya manusianya. Viktor-sapaan Viktorius-menerangkan, secara umum wisatawan semakin nyaman. Sebab, PLBN ditopang oleh fasilitas ruangan dan ketersediaan jaringan internet yang bagus.

“Semuanya sangat mendukung saat ini. Kinerja petugas menjadi naik dengan akurasi tinggi. Pelayanan bisa dimaksimalkan dan dipersingkat. Wisatawan juga dibuat nyaman karena fasilitas pendukungnya lengkap. Dan, kami juga terbantu oleh perkembangan luar biasa di Pontianak,” terangnya.

Pesatnya pertumbuhan PLBN Entikong dan sekitarnya, diapresiasi Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“PLBN Entikong mulai menjalankan fungsinya dengan baik. Kalau fasilitas pendukungnya sudah jadi, pasti arus wisatawan lebih besar dan semakin efektif. Perkembangan inrastruktur secara umum di area Kalbar ini memang positif. Untuk itu, kami harap stakeholder di sana lebih aktif menyiapkan destinasi wisatanya. Kalau event nanti bisa dibuat, tapi yang utama destinasinya harus lebih baik lagi,” tutupnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here