INDONESIATRAVEL.NEWS– Jika memungkinkan, dalam satu kalimat cukup enam sampai delapan kata saja. Kalimat yang terlalu panjang bisa membuat pembaca kehilangan minat. Kalimat yang ideal adalah kalimat pasif terkait subyek-predikat-obyek atau keterangan.

Demikian ungkap editor Genpi.co Paskalis Yuri Alfred saat membawakan materi Pembuatan Rilis Media dalam Training of Trainer (TOT), di Hotel Aston Inn, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (21/4).

Alfred menjelaskan, dalam membuat rilis media, informasi harus disampaikan secara langsung, jangan bertele-tele. Menurutnya, terlalu bertele-tele membuat pembaca tidak mampu menangkap pesan yang hendak disampaikan.

“Namun tidak bertele-tele bukan berarti menghilangkan detail yang seharusnya sampai kepada pembaca,” ujar pria yang murah senyum ini.

Begitu juga menulis untuk Genpi.co, dipaparkannya, tulisan tidak perlu serius. Gunakan istilah-istilah yang kekinian. “Genpi.co adalah platform anak muda jaman now. Karena itu gaya bahasa dalam menulis juga harus disesuaikan,” tambahnya.

Meski tidak perlu serius, lanjut Alfred, tulisan untuk Genpi.co tetap harus memenuhi unsur jurnalistik yang benar, seperti 5W 1H (what, who, where, why, when dan how).

“Untuk menulis artikel yang baik itu caranya mudah. Selain 5W 1H, artikel tersebut harus inspiratif, enak dibaca. Dalam artian kalimat yang digunakan tidak bertele-tele. Sehingga bisa menggugah si pembacanya,” ujar Alfred.

Alfred pun mengajak anak-anak GenPI untuk aktif mengirim artikel pariwisata ke Genpi.co. Dia pun memberikan tips-tips jitu dalam penulisan artikel. Seperti menggunakan gaya bahasa harus disesuaikan dan juga bisa menggunakan istilah-istilah yang kekinian.

“Ada tips yang perlu diperhatikan untuk menulis. Yang pertama perbanyak membaca artikel-artikel traveling, lalu menulislah dengan hati. Tulisan dengan hati akan mampu menggugah perasaan sekaligus melahirkan inspirasi bagi orang yang membacanya,” tuturnya.

Untuk berkontribusi ke Genpi.co sangat mudah. Pertama, harus mendaftar di Genpi.co, lalu isi biodata. Username jangan menggunakan spasi. Kemudian pilih genpi regional bagian mana dan isi hobi serta jenis fotografi favoritmu.

“Tulisan yang dimuat di Genpi.co ada kode etiknya. Tidak boleh ada Hoax, SARA, Politik, dan pornografi. Konten Genpi.co hanya soal destinasi wisata, calender event pariwisata, dan kebijakan pariwisata,” papar Alfred.

Setelah resmi gabung Genpi.co, silakan kirim konten ke email redaksi@genpi.co Selanjutnya tim redaksi akan melakukan seleksi. Jika kontennya menarik dan sesuai dengan kriteria, maka editor akan segera mengupload ke website Genpi.co.

Untuk foto-fotonya, kualitas foto harus baik, dimensi foto minimal 800x480pixel, posisi foto lanscape, dan ukuran 1 file foto maksimal 2 Mb.

“Foto boleh dikirim lebih dari satu. Sertakan sumber foto jika bukan dari hasil jepretan sendiri. Dan yang paling penting, jangan sisipkan foto di dalam file word, melainkan kirim dengan file attachmen tersendiri,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, bergabung di GenPI itu serasa menjadi Duta Pariwisata. Karena, kita bebas berbicara pariwisata. Dan, semua yang dibicarakan benar-benar bermanfaat untuk pariwisata Indonesia. 

“Yang pasti nyesel gak ikut genpi.co. Banyak funnya. Jadi buruan daftar. Caranya juga mudah. Tinggal kunjungi genpi.co isi form pendaftaran. Yang pasti jadi anggota GenPI itu gak rugi. Selalu banyak keseruan. Jadi buruan daftar. Salam Pesona Indonesia. Salam GenPI,” tutur Menpar Arief Yahya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here