INDONESIATRAVEL.NEWS, JAKARTA – Potensi besar pasar Korea Selatan terus digali Kementerian Pariwisata. Rangkaian sales mission pun dipersiapkan. Tidak tanggung-tanggung 2 kota utama Korea Selatan menjadi bidikan selanjutnya mulai 24 April nanti.

Kota Seoul adalah kota pertama yang akan disambangi tanggal 24 April. Sebagai ibukota Korea Selatan, Kota Seoul merupakan target yang wajib disambangi. Selanjutnya Kota Busan yang akan dibidik. Menjadi kota terbesar kedua di Korea Selatan, Busan akan disambangi pada 26 April 2018.

“Pasar Korea Selatan ini cukup menjanjikan untuk terus dieksplorasi. Untuk itu Wonderful Indonesia akan menggelar sales mission khususnya wisata sejarah dan religi di Indonesia. Sales mission kali ini akan memaparkan potensi pariwisata Indonesia kepada 50 buyer ditiap-tiap kota,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya yang didampingi oleh Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Vinsensius Jemadu, Kamis (19/4).

Tampilnya wisata minat khusus sejarah dan religi bukan tanpa sebab. Indonesia memiliki potensi destinasi sejarah dan religi yang sangat besar. Bahkan banyak diantaranya menjadi situs warisan dunia. Mempekuat hal tersebut, sales mission kali ini pun menghadirkan narasumber anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi, Tradisi, Seni, dan Budaya, Tendi Nuralam.

“Kita punya Candi Borobudur, Candi Prambanan yang telah diakui dunia. Belum lagi peninggalan-peninggalan kerajaan Nusantara serta peninggalan kolonial yang tersebar luas diseluruh Indonesia. Ini potensi besar yang akan kita bawa pada sales mission kali ini.
Begitu juga Maskapai Nasional kita Garuda Indonesia juga akan kita bawa serta,” ujar Nia.

Bukan hanya itu saja. Paket hot deals di Bintan dan Batam pun ikut diperkenalkan. Tujuannya jelas untuk memberikan pilihan destinasi lain di Indonesia. Koordinator Pemasaran Hot Deals Wonderful Indonesia, Christina Evelien Nuni Besinga di plot sebagai narasumbernya.

“Sales mission ini juga bertujuan mempromosikan destinasi lain di Indonesia. Selama ini wisatawan Korea hanya terkonsentrasi di Bali dan Lombok. Dengan diperkenalkannya destinasi lain tentu semakin memberikan pilihan bagi wisatawan Korea. Imbasnya meningkatnya kunjungan wisatawan Korea ke Indonesia,” ucap Nia.

Argresifitas Kemenpar mengeksplorasi pasar Korea Selatan memang bukan tanpa sebab. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Vinsensius Jemadu mengatakan, Korea Selatan tahun ini menjadi salah satu market utama pariwisata Indonesia. Jumlah kunjungan mereka selalu positif. Pada 2017, sebanyak 378.769 wisatawan Korea Selatan telah berkunjung ke Indonesia. Jumlah ini naik 10,14% dari tahun 2016.

“Pasar Korean Selatan selalu menarik. Grafiknya terus naik setiap tahun. Kami memang serius untuk terus menggarap pasar potensial ini. Dengan sales mission ini diharapkan semakin memberikan efek positif bagi pariwisata Indonesia,” ujar pria yang biasa di sapa VJ itu.

Setali tiga uang Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengamini para bawahannya tersebut. Potensi pasar Korea Selatan harus dioptimalkan. Target 20 juta wisman pada 2019 bukan angka yang mustahil jika dibarengi dengan kerja keras semua pihak. Apalagi poros udara Korea-Indonesia sudah terbuka lebar.

“Selain Bali dan Lombok, Manado juga telah menjadi salah satu incaran wisatawan Korea. Dengan promosi yang baik tentunya daerah lain pun akan merasakan imbasnya juga. Apalagi yang ditawarkan juga ada paket hot deals kawasan Bintan dan Batam. Kalau destinasi saya sudah tidak ragu lagi. Begitu juga soal harga, kita pasti menang,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here