INDONESIATRAVEL.NEWS– Berbicara mengenai libur Lebaran memang tidak ada habisnya. Sebab Indonesia memang memiliki banyak destinasi wisata. Dan semuanya menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga hiburan, semua melengkapi #PesonaMudik2018.

Salah satu daerah yang bisa dikunjungi saat libur Lebaran, adalah Sragen, Jawa Tengah. Di sana banyak sekali tempat wisata yang menarik minat wisatawan terutama untuk wisata alamnya.

“Kabupaten Sragen mempunyai memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Salah satu yang sudah sangat terkenal yaitu situs prasejarah yang berada di Desa Sangiran. Selain itu masih banyak lagi #PesonaDestinasiLebaran2018 lain yang siap dieksplore di Sragen,” kata Menpar Arief Yahya, Sabtu (2/6).

Lalu, Objek wisata Sragen mana lagi yang bisa di jadikan referensi untuk agenda liburan Anda? Berikut ulasan #Top10DestinasiLebaran2018Sragen selengkapnya.

1. Museum Prasejarah Sangiran

Wisata Sragen pertama yang bisa Anda kunjungi yakni Museum Prasejarah Sangiran. Destinasi ini berada di sebuah Desa Krikilan Kalijambe, Sragen. Tempat wisata satu ini merupakan lokasi ditemukannya fosil manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus oleh Von Koenigswald.

Dari hasil penemuan tersebut, kemudian banyak ditemukan berbagai jenis fosil lain di area tersebut. Dan sampai saat ini sudah ditemukan sekitar 13.685 fosil di Sangiran. Banyaknya fosil yang ditemukan, membuat kawasan Sangiran ditetapkan sebagai World Heritage List atau Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Dengan hal tersebut, maka Museum Prasejarah Sangiran sangat cocok dijadikan sebagai tempat wisata pendidikan untuk para pelajar terutama untuk mempelajari sejarah peradaban manusia. Tak hanya dikunjungi oleh para pelajar dari berbagai sekolah saja, wisata di Sragen ini juga banyak dikunjungi oleh para peneliti prasejarah yang ingin melihat langsung penemuan fosil yang berada di kawasan sangiran.

2. Waduk Kedung Ombo

Apabila Anda ingin menikmati suasan liburan bertemakan air, Anda bisa berkunjung ke objek wisata Waduk Kedung Ombo. Salah satu tempat wisata di Sragen ini merupakan sebuah bendungan raksasa yang lokasinya berada di 3 kabupaten yaitu Sragen, Grobogan dan Boyolali.

Waduk yang keberadannya sangat vital bagi pembangunan di Indonesia karena menjadi waduk pembangkit listrik yang menyediakan listrik bagi masyarakat.

Tak hanya dimanfaatkan untuk mengaliri air saja, waduk ini pun dimanfaatkan untuk mengairi sawah di wilayah Kabupaten Sragen, Semarang, Kudus, Demak, Grobogan, Jepara dan Boyolali.

Selain dapat menyaksikan keindahan waduk, Anda juga bisa menaiki perahu motor untuk berkeliling waduk sembari menikmati sajian kuliner khas ikan air tawar. Bagi and ayang hobi memancing, Anda juga bisa memancing di Waduk tersebut.

3. Desa Wisata Batik Kliwonan

Objek wisata yang berada di Kecamatan Masaran, Sragen, mengambil konsep sentra kerajinan batik. Batik yang diproduksi di tempat ini, berbeda dengan batik yang diproduksi di daerah lain.

Di Desa Wisata Batik Kliwonan, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan kain batik dan membelinya sebagai oleh-oleh. Bahkan, apabila Anda berniat untuk bermalam, Anda bisa menginap dirumah-rumah warga yang telah sulap menjadi homestay yang sangat asri.

Anda pun dapat menikmati nuansa alami yang dihadirkan di objek wisata ini. Juga menjalankan berbagai aktivitas mengasyikan. Seperti belajar membatik, menjelah desa, membuat kerajinan tangan dari tanah liat, memancing, dan edukasi herbal, serta outdoor photography.

4. Makam Joko Tingkir

Buat pecinta cerita legenda, tentu tidak asing dengan tokoh Joko Tingkir. Sosok Joko Tingkir merupakan nama lain dari Sultan Hadiwijaya, Raja Kerajaan Pajang di tahun 1550-1582. Kerajaan Pajang merupakan pewaris Kerajaan Demak dan menjadi cikal bakal kerajaan Mataram yang melahirkan Kasultanan Yogyakarta dan Surakarta.

Kompleks ziarah Makam Joko Tingkir berada di sebuah Desa Butuh, salah satu desa dari Kecamatan Plupuh, pinggir Sungai Bengawan Solo. Selain terdapat makam Joko Tingkir, terdapat pula makam orang tua Joko Tingkir yakni Ki Kebo Kenanga dan Nyi Kebo Kenanga.

Seperti dengan tempat ziarah lainnya, makam ini juga kerap dikunjungi oleh para peziarah yang ingin sekedar berziarah ke makam leluhur atau ingin mendapatkan berkah. Setiap perayaan Idul Fitri, Pemerintah Kota Surakarta mengadakan tradisi perayaan Larung Joko Tingkir dari aliran sungai Bengawan Solo, mulai dari tempat wisata curug dan berakhir di Desa Butuh Sragen.

5. Pemandian Air Panas Bayanan

Berlokasi sekitar 17 km di sebelah tenggara Kota Sragen. Atau lebih tepatnya di Dusun Bayanan, salah satu dusun di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Pemandian air panas ini dipercaya oleh masyarakat sekitar dapat menyembuhkan penyakit kulit, rematik, dan gatal-gatal.

Tidak hanya itu saja, konon pemandian air panas ini dapat menurunkan kadar kolesterol, memulihkan kebugaran tubuh, meningkatkan vitalitas tubuh, menghilangkan capek-capek dan membuat awet muda. Oleh karena itu banyak pengunjung yang berdatangan ke objek wisata ini untuk menikmati pemandian air panas tersebut.

Beberapa tempat wisata di Sragen di atas tentu dapat dijadikan referensi untuk agenda liburan Anda bukan? Yuk berwisata ke Sragen, pasti bakalan seru dan menyenangkan.

6. Ganesha Technopark

Ganesha Technopark terletak di Jl. dr. Sutomo no. 5 Sragen. Ganesha Technopark merupakan sebuah proyek pemerintah yang bertujuan untuk memudahkan akses ke lembaga-lembaga penelitian, guru besar (professor) dan siswa yang telah lulus. Tujuannya, untuk membentuk proyek R&D maupun proyek lain yang berbasis profit sharing.

Selain konsep technopark, ditempat ini juga ada BLK. Tujuannya untuk menetapkan dan mengimplementasikan R&D, pelatihan, mengembangkan, kemandirian maupun kerjasama, untuk meningkatkan keahlian, tenaga kerja, produk, dan pelayanan. Tentu saja yang mempunyai nilai jual dan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat Sragen.

7. Galleri Batik Sukowati dan Sentra Bisnis Batik Sragen

Galleri Batik Sukowati dan Sentra Bisnis Batik Sragen, atau biasa disingkat dengan SBBS, terletak di pusat kota Sragen. Hanya beberapa puluh langkah kaki dari kantor Pemerintahan Kabupaten. SBBS dan Galeri Batik Sukowati merupakan pusat perbelanjaan dan sirkulasi kerajinan batik Sragen.

Dua lokasi itu merupakan gerai penjualan para pelaku bisnis di bidang industri batik. Harga produk-produk batik di dua gerai itu sengaja dirancang agar terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dua gerai itu akhirnya menjadi pusat perbelanjaan batik yang mampu diakses masyarakat ekonomi lemah maupun golongan kaya. Untuk menarik pembeli dan mengembangkan pasar, di SBBS dan Galeri Batik Sukowati kerap diadakan bazar batik dan acara yang bertema batik khas Sragen.

8. Taman Dayu Alam Asri

Taman yang dibangun dengan konsep wisata edukasi ini cocok untuk rekreasi bersama keluarga terutama anak-anak. Dan adapun lokasi yang menarik dari tempat ini adalah Mini Zoo atau kebun binatang kecil.

Koleksi satwanya pun cukup lengkap meliputi Elang, Burung Merak, Rusa, Ular dan Kangguru. Di samping Mini Zoo terdapat juga taman lalu lintas yang mengajarkan kita khususnya anak-anak untuk mengenal tata tertib dana berlalu lintas di Jalan.

9. Kedung Grujug Miri Gemolong

Wisata Kedung Grujug Miri Gemolong merupakan sebuah air terjun atau curug. Tempat ini memiliki sebuah kubangan yang bisa digunakan untuk mandi atau berrenang. Tempat wisata ini bisa dibilang memiliki keindahan alam yang begitu mempesona dan penuh warna.

Lokasi Kedung Grujug Miri Gemolong berada di Desa Pungkruk, Sragen. Tak hanya keindahan airnya terjunnya saja yang kita bisa,tetapi kita juga bisa menikmati bebatuan yang ada disekelilingnya air terjun yang mentakjubkan.

10. Wisata Alam Betisrejo

Wisata alam Betis Rejo merupakan salah satu destinasi wisata alam yang ada di Kabupaten Sragen. Tepat wisata ini memiliki pemandangan alamnya yang indah dan tentunya memiliki udara yang menyejukan.

Tempat ini berlokasi di Desa Wisata Betisrejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Memang Desa Betis Rejo memang sudah ditetapkan sebagai salah satu daerah wisata yang menerapkan bahan organik dalam pengelolaannya, sehingga tidak menggunakan campuran bahan-bahan kimia pada umumnya.

Nama Betis Rejo sendiri sebenarnya diambil dari tiga desa yang meliputi Desa Jambeyan, Jetis dan Sukorejo. Di tempat ini bukan hanya memiliki hamparan sawah di perbukitan yang memanjakan mata kita, akan tetapi ada hal yang menarik disini yaitu anda bisa belajar mengolah pertanian secara organik.

Dan kalau anda menginap disini tidak perlu khawatir mencari penginapan karena sudah disediakan Homestay, dan yang lebih menarik lagi disini ada juga Pemandian air panas, pijit tradisional, tempe tradisional dan suaka margasatwa. Sehingga kalian pasti akan merasanyaman berada ditempat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here