INDONESIATRAVEL.NEWS, PALEMBANG – Pembukaan perayaan Cap Go Meh 2019 di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/2), berlangsung meriah. Acaranya dipusatkan di Kampung Kapitan Kota Palembang. Berbagai kesenian ditampilkan. Seperti Tari Seribu Tangan yang dibawakan Sanggar Anna Kumairi, disusul dengan fashion show baju Melayu dan China, dan ditutup aksi Kaka AFI yang menyanyikan tembang- tembang Mandarin.

Pembukaan festival dilakukan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani. Perayaan Cap Go Meh 2019 di Palembang, akan berlangsung sampai 22 Februari.

Hadir dalam kegiatan itu, Perwakilan dari Bank Indonesia, Paguyuban Marga Tionghoa, Kepala SKPD di lingkungan Kota Palembang, Forum Komunikasi Perangkat Daerah, Ketua Assosiasi Pelaku Usaha Pariwisata Sumsel dan masyarakat Kota Palembang.

Walau sempat diguyur hujan, pengunjung yang datang cukup ramai. diperkirakan ada sekitar 1000 pengunjung hadir pada acara ini. Terlihat juga 2 wisatawan dari Thailand dan 8 wisatawan dari Malaysia yang antusias.

Isnaini Madani mengatakan, tahun ini Festival Cap Go Meh memasuki tahun ke-2. Tahun ini, Palembang memanfaatkan momentum perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro. Puncak Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro akan berlangsung Minggu malam (17/02).

“Pada momen ini saudara saudara kita, sahabat sahabat kita, keluarga kita warga Tionghoa yang berasal dari seluruh dunia, pulang ke Palembang. Mereka ingin datang ke Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Nah mereka sekarang sedang berada di Palembang, kita adakan acara ini agar mereka bisa mampir kesini. Selama ini Kampung Kapitan belum banyak dikenal orang, mungkin masyarakat Palembang sendiri masih belum pernah kesini,” tutur Isnaini.

Ditambahkannya, festival ini akan membuka mata dunia, dan mata wisatawan. Bahwa, Palembang punya Kampung Kapitan yang potensi sebagai destinasi wisata. Isnaini juga mengajak pihak ketiga untuk membantu mengembangkan destinasi wisata kampung kapitan. “Alhamdulillah tadi salah satunya adalah dari Bank Indonesia akan membantu untuk penataan Kampung Kapitan,” ucap Isnaini

Isnaini menambahkan, dalam event ini, Palembang menunjukan keragaman budaya etnis Tionghoa.

“Even ini menyajikan berbagai macam pameran kuliner, kriya dan juga barang antik. Berbagai lomba juga digelar seperti lomba membuat lampion berbahan kain khas Palembang, lomba membuat souvenir yang berbahan daur ulang, kenapa kita mengadakan lomba itu, karena yang menyelenggarakan itu bidang Ekonomi Kreatif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang,” katanya.

Selain itu, Festival Cap Go Meh juga mengadakan Lomba Lagu Mandarin, Lomba Foto Suasana Kapitan. Kemudian, juga menyajikan Photobooth “Jubah Kapitan” dan 3D, Penampilan Seni Melayu China, Permainan Tradisional, Workshop Kuliner, Musik Akustik, Dul Muluk, Drama Legenda Pulau Kemaro Opera Negeri Dongeng, Ricksaw/Becak China, Kopi-Tan Corner.

“Kami berharap kedepannya Kampung Kapitan ini bisa jadi bagus. Bisa lebih dikenal oleh pihak ketiga yang kita undang kesini. Bisa lebih viral, lebih dikenal orang sehingga kunjungan ke Kampung Kapitan bisa lebih meningkat,” tambah Isnaini.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Dessy Ruhati mendukung pelaksanaan Festival Cap Go Meh di Palembang.

“Sebagai salah satu kota besar di Sumatera, Palembang harus memperkuat dirinya dengan atraksi berkualitas. Dan Cap Go Meh bisa menjadi momentum yang tepat. Apalagi Palembang menggelarnya di destinasi wisata Kampung Kapitan,” paparnya.

Kabid Pemasaran Area I Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Ida Fahmiwati mengutarakan hal serupa.

“Gebyar Festival Cap Go Meh di Palembang sungguh luar biasa. Buktinya wisatawan mancanegara turut antusias menyambutnya. Ini akan menjadi event yang seru dan wajib dikunjungi di Palembang,” papar Ida.

Menteri Pariwisata Arief Yahya senang dengan gebrakan yang dilakukan Palembang.

“Palembang mempunyai faktor 3A yang kuat. Khususnya untuk amenitas dan aksesibilitas. Sedangkan atraksi, harus mereka perkaya lagi. Palembang butuh atraksi berkelas untuk menjadi daerah tujuan wisata. Dan Festival Cap Go Meh bisa menjadi momentum tersebut,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here