INDONESIATRAVEL.NEWS, JAKARTA – Komitmen kuat mendorong sektor pariwisata Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditegaskan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya pada acara Malam Pagelaran Seni dan Budaya Sumba Tengah di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (15/2).

“Kemenpar siap mendorong serta mempromosikan pariwisata Sumba, khususnya Sumba Tengah. Ini menjadi komitmen kami, apalagi Sumba memiliki potensi pariwisata yang luar biasa,” ucap Nia, Jumat (15/2).

Menurut Nia, potensi pariwisata Sumba sangat kuat. Kecantikan alamnya sangat luar biasa. Apalagi kekayaan adat budayanya semakin memperkaya pariwisata Sumba.

Apalagi wisatawan mancanegara (wisman) sangat tertarik dengan wisata budaya. Data menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan ke Indonesia 60% adalah untuk wisata budaya, 35% karena tertarik untuk wisata alam dan 5% karena tertarik pada obyek wisata buatan.

“Modalnya sudah sangat kuat untuk menjadi destinasi dunia. Tinggal promosinya digencarkan. Itu kami siap membantu. Kami siap mempromosikan melalui semua platform media yang kami miliki. Silahkan siapkan kontennya, kami akan bantu mempromosikan,” ucap Nia.

Hal ini pun diamini oleh Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran II Iyung Masruroh. Selama ini Kemenpar selalu mengajak Sumba untuk aktif berpromosi. Bukan saja di dalam bahkan juga di luar negeri. Saat ini yang dibutuhkan adalah keaktifan daerah untuk terus mendorong pengembagan potensi pariwisatnya.

“Kami selalu memberikan slot bagi daerah-daerah yang ingin berpromosi. Tentu disesuaikan dengan karakter pasar dan juga aktifnya daerah untuk mempromosikan diri,” ucap Iyung

Sementara itu Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumba Tengah (IKBST) Jabodetabek, Yanto Umbu Pada Boli Yora sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan Kemenpar. Hal ini penting untuk mengangkat potensi pariwisata yang ada di Sumba.

“Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Kabupaten Sumba Tengah sangat potensial untuk menjadi daerah tujuan wisata. Tak kalah dengan Labuan Bajo atau pun Pulau Komodo. Walau pun hingga saat ini perkembangannya masih kalah jauh dengan kabupaten lainnya yang ada di Sumba. Semoga dengan dukungan ini pariwisata Sumba Tengah makin cepat berkembang,” ucapnya.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya keberhasilan pengembangan pariwisata tidak pernah lepas dari 3A, yaitu Aksesibilitas, Amenitas, serta Atraksinya. Dan itu semua harus didukung dengan komitmen kepala pemerintahannya.

“Sumba tengah telah memiliki akses serta amenitas yang baik. Alamnya juga luar biasa. Sekarang tinggal bagai mana memperbanyak atraksi pariwisata untuk mengundang wisatawan datang,” ucap Menpar.

Namun yang jadi catatan bagi Menpar adalah event yang digelar bukan event asal-asalan, namun event harus tersusun rapi. Sudah dipromosikan jauh-jauh hari dan event yang digarap benar-benar sesuai jadwal. Menpar pun memberikan contoh Solo dan Banyuwangi yang memiliki event-event terbaik.

“Saya berikan contoh kabupaten yang memiliki event terbaik, yaitu Solo dan Banyuwangi. Mereka membuat calender of event, yang berani mereka luncurkan dalam kurun waktu setahun sebelumnya, dan itu fixed schedule sehingga wisatawan dapat merencanakan jauh-jauh hari untuk datang. Promosinya tentu akan Kemenpar bantu,” pungkas Mantan Dirut Telkom itu. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here