INDONESIATRAVEL.NEWS, MADRID – Dangdut betul-betul membuat suasana Pavillion Wonderful Indonesia di Pameran Pariwisata FITUR 2019 Madrid, 23-27 Januari 2019 ini gempar. Bukan hanya pengunjung Feria Internacional de Turismo itu saja yang goyang, tetapi para peserta pameran dari booth lain ikut bergabung. Dari lagu-lagu dangdut sampai flashmob Maumere. Asyiknya, mereka langsung tune in dengan gerakan putar ke kiri dan putar ke kanan, serempak kompak.

Orang Spanyol memang hobi dansa. Flashmob itu tidak butuh waktu lama, langsung bisa menyesuaikan gerakan demi gerakan. Koridor yang seharunya jalan umum buat pengunjung pun nyaris tak bisa dilewati. Terjebak goyang Maumere, dan akhirnya tidak bisa menahan goyang.

“Sejak dua tahun silam, saya ke FITUR Madrid, goyang dangdut, poco-poco dan maumere seperti ini paling memikat pengunjung. Tidak ada atraksi dari booth lain yang bisa mengalahkan kehebohan Pavillion Phinsi Wonderful Indonesia,” sebut Menpar Arief Yahya yang diam-diam mengamatinya.

Dangdut, lanjut Menpar Arief Yahya, memang interaktif. Daya pikatnya bukan hanya di mata dan telinga saja, tetapi mampu membuat orang “mendadak dangdut”. Tua muda, remaja, pria, wanita, semua berbaur dan terlihat gembira dari raut wajahnya. “Dangdut itu sangat Indonesia, kata Bang Rhoma, dangdut ini music asli Melayu Deli,” ungkap Mantan Dirut PT Telkom yang asli Banyuwangi itu.

Sebenarnya memainkan music di booth itu bulum diperkenankan di tanggal 23-24 Januari 2019. Karena masih suasana B to B, business to business, dikhawatirkan mengganggu konsentrasi para industri yang masih meeting antara buyers dan sellers. Hanya di pukul 17.00 sd 18.00 saat business meeting sudah selesai.
Mulai 25-26 Januari 2019 nanti, saat sudah dibuka umum, business to community baru diperbolehkan.

Selain music, yang mengundang perhatian orang ke booth Wonderful Indonesia adalah Indonesia Henna. Melukis kulit tangan dengan motif-motif bunga ala India itu. Antreannya luar biasa panjang, ratusan bahkan ribuan orang satu-satu dilukis tangannya. “Satu orang antara 2-5 menit selesai,” tambah Moh. Ariefa Akbar, pelukis henna asal Jakarta.

Atraksi lain yang membuat Pavillion Wonderful Indonesia semakin favourit adalah Kopi Indonesia. Ratusan orang setiap hari mencicipi kopi khas Indonesia. Ini sekaligus untuk mempromosikan kopi, dengan aroma dan rasa yang khas, dari berbagai daerah. Barista Derril Juniar Rohmat, meracik dan meramu kopi dengan asyik.

“Selain itu kami juga memperkenalkan sensasi wedang-wedangan dengan ramuan tradisional khas Indonesia. Seperti wedang uwuh, wedang jahe, wedang ronde dengan kacang mete dan lainnya,” lanjut Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran II Kemenpar RI.

Jumlah industry ada 18, target tahun ini naik 17,5% dari tahun lalu. Dari 969 pax menjadi 1.133 pax, dengan perkiraan devisa meningkat dari 202M menjadi 236M, atau dibulatkan menjadi 240M. Jumlah visitor tahun 2018 ada 251 ribu orang dari berbagai Negara, dengan 10.200 exhibitors, atau peserta pameran.

Bagi Indonesia, FITUR Madrid ini cukup menarik. Karena menggarap pasar Eropa yang “gemuk”, memiliki spending yang tinggi, dan length of stay minimal 14 hari di Indonesia. Di Eropa, pameran Pariwisata yang semua Negara all out ada 3, yakni ITB Berlin di Jerman, WTM London dan FITUR Madrid Spanyol.

Adapun rombongan Indonesia yang dipimpin Menpar Arief Yahya adalah Nia Niscaya Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Giri Adnyani, Sestama BPS Adi Lumaksono, Dubes RI di Madrid Hermono, Stafsus Bidang IT Sam Sriyono Nugrono, Stafsus Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, Ketua Tim Pokja Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel, Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa-Amerika) Agustini Rahayu dan lainnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here