INDONESIATRAVEL.NEWS, MADRID – Fantastis! Spirit “Dari Indonesia untuk Dunia!” benar-benar terjadi di sector pariwisata! Menpar Arief Yahya membuat bangga Merah Putih di lembaga dunia UNWTO – United Nation World Tourism Organization. Badan PBB yang menangani pariwisata.

Konsep MPD – Mobile Positioning Data yang dirancang Menpar Arief Yahya dan sudah diimplementasi sejak 2016 dalam teknik penghitungan wisatawan mancanegara di area border, diterima 100% oleh UNWTO. Teknologi digital yang baru ini, sudah mechine to mechine, tanpa campur tangan dan interpretasi manusia, lebih akurat, lebih cepat, lebih murah, dan bekerja non stop.

Mereka bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, tanpa berhenti. Konsep MPD ini juga sudah dipresentasikan di ASEAN Tourism Forum (ATF) di Ha Long Bay City, Vietnam, 16-18 Januari 2019, dan beberapa negara yang secara khusus sudah meminta di tranfer of knowledge, seperti Kamboja.

“Kami setuju penggunaan teknologi digital untuk penghitungan wisatawan, seperti yang disampaikan Pak Menteri Arief Yahya. Kami harap jangan hanya diterapkan di ASEAN saja, tetapi juga di banyak Negara lain di dunia. Saya harap bisa juga segera diimplementasikan di semua Negara Afrika. Dan sekaligus mempromosikan Indonesia melalui produk MPD ini,” pinta Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili.

Zurab sudah tahu, back ground Menpar Arief Yahya adalah orang teknologi digital, mantan Direktur Utama PT Telkom. Dia senang, Indonesia menjadi pionir dan menemukan teknologi terbaru dalam teknik penghitungan wisman. Ini akan sangat bermanfaat untuk dunia pariwisata ke depan. “Kami sangat senang dengan penemuan baru dengan menggunakan teknologi ini,” aku Zurab Pololikashvili yang menggantikan Dr Taleb Rifai asal Jordania itu.

Sekjen Mr Zurab Pololikashvili yang berasal dari Georgia, dan mulai menjabat sejak 1 January 2018 itu memuji capaian dan pembangunan Pariwisata di Indonesia. Mengawali perbincangan, Zurab bersimpati atas berbagai musibah yang menimpa Indonesia belakangan ini. Tiga usulan yang dibawa Menpar Arief Yahya ke UNWTO 100% diterima dengan baik.

Pertama soal MPD, Mobile Positioning Data. Kedua, Sustainable Tourism Development, dan ketiga, homestay desa wisata. Mr Zurab sendiri didampingi oleh Mr. Zhu Shanzhong, Executive Director at the World Tourism Organization (UNWTO), Mr. Xu Jing, Regional Director for Asia and the Pacific (UNWTO), Beka Jakeli, Senior Officer of the Regional Programme for Europe, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) dan beberapa staf lainnya.

Pertemuan penting ini dilakukan di kantor UNWTO di arena FITUR Madrid, Spanyol, 24 Januari 2019. Tentu, inilah salah satu reputasi penting buat Indonesia, yang semakin popular karena penerapan technology. Data itu sangat penting di masa kini maupun masa datang.

Data jumlah kunjungan wisman itu sangat penting untuk melakukan evaluasi, juga untuk membuat keputusan cepat. Masukan data yang salah, keputusan ke depannya sudah pasti akan semakin jauh dari kebenaran. “Saya sering mengatakan, if you can not measure, you can not manage! Data digital tidak akan menyesatkan,” ungkap Arief Yahya.

Apa keuntungan MPD? Pertama, authomatic counting, mengitung sendiri oleh mesin dan program, tidak ada intervensi manusia. Kedua, MPD juga me-record visitor outsite Immigration point, bukan hanya yang lapor ke Imigrasi, tetapi yang nyelonong juga akan mudah tercapture.

Ketiga, continues counting atau terus menghitung dan akurat. Keempat, profile customers-nya lebih lengkap, lengh of stay, frequency, origination country, atau kota atau provinsi. “Maka cara MPD ini bisa dijadikan model untuk statistic for tourism di seluruh negara di dunia!” ungkap Arief Yahya.

Kembali ke soal teknologi MPD itu, Menpar Arief Yahya menjelaskan dengan runtut konsep, manfaat, dan kelebihan menggunakan digital technology. Lebih dari 70% travelers itu sudah menggunakan mobile dan online. Mereka search and share secara online. Mereka sudah pasti akrab dengan teknologi phone cell.

Teknologi ini bisa meng-capture pergerakan wisman dan wisnus dengan konkret, real time, dari pergerakan phone celluler. Begitu on, IP atau identitas handphone itu langsung tercapture oleh mobile antenna (BTS), tanpa mereka harus mengirim message berupa text maupun calling.

Yang mendampingi Menpar Arief Yahya di UNWTO adalah Nia Niscaya Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Giri Adnyani, Sestama BPS Adi Lumaksono, Dubes RI di Madrid Hermono, Stafsus Bidang IT Sam Sriyono Nugrono, Stafsus Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, Ketua Tim Pokja Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel.

“Kami bersama BPS – Badan Pusat Statistik Indonesia sudah melakukan dengan baik di crossborder area, dan itu langkah sukses yang bisa dijadikan model untuk dunia. Kami senang menerima tawaran UNWTO untuk mengimplementasikan konsep MPD ini di banyak negara di dunia, termasuk Afrika yang ditawarkan oleh Mr Zurab,” ungkap Arief Yahya.

Dari Indonesia untuk Dunia! “Betul, inilah arahan Presiden Jokowi agar Pariwisata kita terus mendunia. Prestasi di mana-mana di sepanjang tahun sejak 2016, dan saat ini memperoleh kepercayaan UNWTO yang luar biasa benefid-nya buat Wonderful Indonesia,” kata Arief Yahya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here