INDONESIATRAVEL.NEWS, SUMEDANG – Sumedang memiliki cara tersendiri untuk mengenalkan potensi wisatanya. Caranya melalui Jambore Fotografi Nasional 2019. Acara ini dijamin bakal keren. Karena, pesertanya berasal dari sekitar 7 provinsi di Indonesia.

Jambore Fotografi Nasional akan digelar 16-17 Februari 2019. Lokasinya ada di Kampung Toga, Desa Sukahayu, Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat.

“Posisi Sumedang sebagai tuan rumah Jambore Fotografi Nasional tentu sangat menguntungkan. Sebab, potensi branding besar-besaran terbuka lebar. Kami tahu, agenda ini banyak diikuti oleh fotografer hebat dari berbagai daerah,” kata Kepala Disparbudpora Sumedang Agus Sukandar, Minggu (20/1).

Jambore Fotografi Nasional 2019 diikuti oleh 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Selain Jawa Barat, peserta juga berasal dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara (Manado), dan Papua.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, event digelar masif.

“Jambore Fotografi Nasional digelar meriah. Pesertanya sangat banyak. Program ini akan efektif untuk promosi destinasi pariwisata. Sebab, potensi setiap daerah akan diekplorasi total dan direkam melalui sebuah foto. Nantinya foto-foto ini ditampilkan ke publik melalui berbagai media,” ungkap Rizki.

Sumedang yang dikenal dengan julukan Kota Tahu, memang sedang mengoptimalkan sektor pariwisata. Mereka bahkan sudah mencanangkan Sumedang Puseur Budaya Sunda di tahun 2019. Artinya, adalah Sumedang Pusat Budaya Sunda.

“Bukan hanya alam dan budayanya, para pelaku industri pariwisata Sumedang sangat solid. Mereka bersinergi untuk mengoptimalkan aspek bisnis dari industri pariwisata. Jambore Fotografi Nasional akan menjadi investasi positif. Sebab, arus wisatawan akan mengalir sesudahnya,” terang Kiki-sapaan Rizki Handayani Mustafa.

Jambore Fotografi Nasional akan menghadirkan tokoh-tokoh fotografi nasional. Seperti Fotografer Senior Kompas Arbain Rambey, Fotografer Senior Darwis Triadi, serta Fotografer Senior Bandung Sjuaibun Ilias. Bergabung juga Yoga Ogre yang menjadi Fotografer sekaligus Motivator Muda Pelaku Ekonomi Kreatif.

“Berada di Sumedang, para peserta Jambore Fotografi Nasional akan dimanjakan dengan objek terbaik. Selain alamnya, Sumedang juga kaya dengan budaya. Nuansa tradisional ini memiliki karakter kuat dan detailnya juga luar biasa,” tegas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Memancing adrenalin para fotografer, Sumedang akan menampilkan ragam seni dan budaya. Jumlahnya ada 26 kesenian hingga budaya dan kaulinan barudak lembur. Ada juga human interest, foto konsep tradisional, kolaborasi musik etnik Sunda, dan atraksi kuda silat. Disajikan juga kesenian Tarawangsa Sumedang, pameran foto juga produk unggulan ekonomi kreatif.

“Sumedang adalah destinasi yang lengkap. Semuanya ada. Budayanya sangat banyak dan unik, lalu alamnya indah. Selama ini, budaya dan alam menjadi salah kekuatan sekaligus paket wisata terbaik di Sumedang. Para peserta memiliki space lebar untuk mengekplorasi adrenalin karena objeknya banyak. Destinasinya keren,” jelas Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan.

Sedangkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan daerah yang dipimpinnya kaya akan destinasi.

“Sumedang memiliki banyak pilihan destinasi. Ada Situ Biru Cilembang, Paralayang Batu Dua, Kampung Toga, Mata Air Sirah Cipelang, juga Gunung Kunci. Ada juga Wisata Alam Pangjugjugan, Puncak Damar Jatigede, Kampung Karuhun, hingga Arung Jeram Pangcalikan,” katanya, didampingi Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan.

Ditambahkannya, komitmen Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Presiden Joko Widodo terhadap pariwisata, membuat Sumedang makin giat memperkuat sektor ini.

“Dukungan besar Gubernur Ridwan Kamil dan Presiden Joko Widodo turut membuat Sumedang semangat membangun sektor pariwisata. Apalagi akses di Jawa Barat semakin luar biasa dengan hadirnya Bandara Kertajati dan direaktivasinya 4 rute kereta di Pasundan,” paparnya.

Pujian untuk Sumedang juga mengalir dari mulut Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Sumedang luar biasa. Sangat ideal sebagai lokasi Jambore Fotografi Nasional. Obyek yang ditawarkan sangat banyak. Kami harap peserta bisa memanfaatkan program ini untuk mendapatkan foto terbaik. Sebab, nantinya juga akan ada input dari para fotografer senior dengan reputasi besar,” tutup Menteri Arief. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here