INDONESIATRAVEL.NEWS, SURABAYA – Di saat pengurus partai lainnya bergabung dengan komponen masyarakat Jatim lain mengikuti upacara pengibaran bendera memperingati HUT RI ke-73 di gedung negara Grahadi bersama Gubernur, sejumlah bacaleg dan aktifis Partai Bulan Bintang (PBB) DPW Jatim dan DPC Surabaya memperingatinya dengan cara mereka sendiri secara teatrikal di Surabaya, Jumat (17/8/201).

Ada yang berperan sebagai Bung Karno membacakan teks proklamasi, yakni Tom Mas’udi l, bacaled DPRD Surabaya Dapil III. Muhammad Ramli, bacaleg DPRD Jatim Dapil Sidoarjo sebagai Bung Hatta. Pemuda penculik Bung Karno (diperankan oleh Hariadi Heri Santoso, bacaleg DPRD Surabaya Dapil II). Erlan Risahondua, bacaleg DPRD Surabaya dapil V yang menyerahkan bendera merah putih kepada Bung Karno.

Selain mereka, mastress of ceremony dipercayakan kepada Iftachul Hidayati (bacaleg DPRD Surabaya Dapil II). Suryani Elisa, Nasution dirigent lagu Indonesia Raya, bacaleg DPRD Surabaya Dapil III. Terdapat pula pembaca puisi kontemporer tentang Kemerdekaan yakni Rifda Yuanita (bacaleg DPRD Surabaya Dapil III) dan Iin Indrawati ( bacaleg DPRD Jateng Dapil V).

Tak ketinggalan, Edy Juwono Slamet (bacaleg DPR RI Dapil I), serta Deslinus dan Erdian Kurniawan (bacaleg DPRD Surabaya Dapil I) pemandu pekik merdeka !!! dan takbir Allahu Akbar !!!.

“Kami berusaha memperingati HUT kemerdekaan ini dengan sesuatu yang “out of the box”. Kami manfaatkan 12 anak tangga undag-undagan menuju pintu utama gedung sebagai stage atau panggung menghadap jalan raya”, ujar Gus Tom, panggilan Tom Mas’udi si penggagas acara.

Sementara itu, meski diadakan di teras tinggi menghadap jalan, suasana khidmat tetap terjaga. “Kami tidak terganggu dengan lalu lalang kendaraan di jalan Panglima Sudirman tepat di hadapan kami. Justru kami merasa terperhatikan, ketika pengendara melambat atau menoleh ke arah kami”, tambah Iftachul Hidayati yang biasa dipanggil Diefta.

Apa yang menginspirasi mereka melakukan teatrikal semacam itu? ” Anak-anak jaman now selalu punya cara mengekspresikan kecintaannya kepada Negeri ini. Kami ingin menegaskan bahwa sebagai partai Islam, PBB adalah pendukung setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan harus kita ingat bahwa ide NKRI dicetuskan oleh icon Masyumi, cikal bakal PBB, DRMuhammad Natsir, mantan Perdana Menteri RI”, kata Edy Juwono Slamet, memberi support para juniornya.

Acara perhelatan sederhana itu, pada akhirnya ditutup dengan secara bersemangat menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti “17 Agustus Tahun 45, Kebyar-Kebyar karya Gombloh si arek Suroboyo, dan lagu rancak lainnya, serta tak lupa yel-yel merdeka dan takbir menggelora selayaknya Bung Tomo.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here