INDONESIATRAVEL.NEWS– Pemandangan berbeda terlihat di Pelabuhan Residen Ternate, 12 April 2018. Ribuan orang hadir dalam perhelatan Parade Juanga yang merupakan salah satu puncak acara rangkaian Festival Tidore 2018.

Dalam acara yang menghadirkan ratusan perahu itu nampak hadir Walikota Ternate Burhan Abdurahman dan Kepala Bidang Pemasaran Wilayah III Kemenpar Ricky Fauzi yang menyambut Sultan Tidore Husain Sjah beserta bala tentara kesultana Tidore.

Sultan yang ke-37 itu datang menggunakan perahu Juanga dengan kawalan perahu Kora-kora alias Armada Perang. Setelah tiba di Ternate, iring-iringan Sultan kemudian menuju tanah raja, atau yang sering disebut Kafaton Tidore. Nampak Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) menikmati perhelatan tersebut karena keunikan perahu dan keindahan alam Ternate.

”Ini bagian dari rangkaian festival, selain yang utama adalah silaturahmi dengan Sultan Tidore,” ujar Walikota Burhan.

Walikota menyambut rombongan juga dengan tarian Soya-soya dan tarian Cakalele. Dalam sambutannya, Sultan Tidore mengajak semua masyarakat Ternate, Wisman maupun Wisnus untuk hadir ke acara puncak Festival Tidore yang juga bertepatan dengan hari jadi kota Tidore yang jatuh pada tanggal 12 April.

Nuansa Tidore juga perlahan-lahan mulai mendunia. Buktinya, sejarah Kesultanan Tidore yang menguasai daerah kelautan di timur Indonesia pada masa lalu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Maluku bakal me-launching museum maritim dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Tidore Kepulauan, Yakub Husain mengatakan dulu wilayah teritori Kesultanan Tidore tidak hanya Pulau Tidore tapi juga meliputi Papua Barat. Ketika kedatangan Spanyol di masa penjajahan kesultanan tidak pernah takluk atau bekerja sama.

Menurutnya, alam maritim di Tidore ini menjadi nilai sejarah besar bagi kemaritiman Indonesia untuk Indonesia Timur. Semua ini menjadi modal untuk kepariwisataan.

Dia menambahkan, pada rangkaian HUT Tidore Kepulauan ke-910 juga menggelar Ratib. Selama pelaksanaan ratib ini seluruh lampu rumah masyarakat dipadamkan. “Pemadaman itu agar masyarakat bisa lebih khusyuk,” ujarnya.

Ricky Fauzi mengatakan, dalam memajukan pariwisata Tidore Kepulauan ini tidak hanya dilakukan pemerintah setempat. Namun butuh dukungan semua pihak. “Upaya pengembangan pariwisata itu harus dilakukan semua pihak, atau semangat Indonesia Incorporated. Harus dikedepankan kolaborasi pemerintah untuk memajukan Tidore ini. Sebab upaya tidak hanya bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Harus semua stakeholder,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta kedepan Festival Tidore dikemas dengan skala dunia. Ia mengatakan, kegiatan dan kemeriahan Festival Tidore harus digaungkan di sosial media, dan harus tersebar hingga dunia international.

”Kemasannya juga harus level international, agar Wisman juga tertarik dan menikmati atraksi di Tidore,” ujar Menpar Arief Yahya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here