INDONESIATRAVEL.NEWS, BANDUNG – Film kekinian, Dilan 1991, mampu menarik perhatian Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menteri digital ini bahkan ikut dalam nonton bareng Dilan 1991 di Bandung, Minggu (24/2). Dijelaskan Menpar, Dilan 1991 bisa mengangkat Bandung sebagai destinasi. Karena film ini mengambil latar belakang Kota Kembang, julukan Bandung.

Penayangan perdana Dilan 1991 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Bahkan, Minggu (24/2), ditetapkan sebagai Hari Dilan. Gebyarnya semakin terasa dengan hadirnya konvoi di sepanjang jalan utama Kota Bandung.

Menpar menilai, value Bandung semakin naik sebagai destinasi pariwisata dengan dirilisnya film Dilan 1991.

“Sebagai destinasi, Bandung akan dibranding besar-besaran. Apalagi, peluncurannya di sini. Seluruh media mainstream akan memberikan porsi besar bagi film ini. Pergerakan promosi di media sosial juga pasti deras. Kami yakin, film ini dan Bandung akan menjadi trending topic di dunia maya,” lanjut Menpar.

Dilan 1991 ada sekuel dari film Dilan. Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescillia kembali menjadi pemeran utama dalam film ini. Dilan 1991 memakai Bandung sebagai latarnya.

“Dengan fenomena film Dilan 1991, orang akan semakin tertarik datang ke Bandung. Artinya, industri pariwisata di sana berkembang. Ujung-ujungnya, yang menikmati adalah masyarakat Bandung juga. Ada perputaran ekonomi yang bagus dari aktivitas transaksi kunjungan para wisatawan. Dan, impact positif dari film Dilan 1991 ini berlangsung panjang,” jelas Menpar lagi.

Dilan 1991 tetap menceritakan kelanjutan kisah asmara antara Dilan dan Milea. Dilan diperankan Iqbaal Ramadhan, Vanesha Prescillia membawakan karakter Milea. Film tersebut sebelumnya diadopsi dari novel ‘Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku’ karya Pidi Baiq. Masa shootingnya menghabiskan waktu 41 hari.

“Alur cerita dari film ini tetap menarik. Pengemasannya juga sangat milenial. Kami yakin, film ini akan menginspirasi para milenial untuk menghasilkan karya kreatif berkualitas. Jadi, silahkan berkarya yang positif. Ada banyak obyek terbaik di sekitar yang bisa dioptimalkan. Sebab, Indonesia kaya akan pesona alam dan budaya. Tiap daerah berbeda dan unik,” tegas Menteri asal Banyuwangi tersebut. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here