INDONESIATRAVEL.NEWS–Ini baru keren. Baru bikin bangga. Sebanyak 5.555 penari kumpul jadi satu Pantai Berawa, Tibubeneng, Badung, Bali.Mereka bukan berdemo. Bukan juga ingin nonton bola bareng. Kumpulnya mereka, Minggu (25/2) malam, justu untuk memecahkan rekor dunia.

Mantra sakral cak cak cak pun menggema kemana-mana. Kekompakan gerak, lengkingan suara khas pemuda-pemuda Bali, semua terasa keren. Minimal bikin merinding lah. Yang hobi ngevlog, senang selfie, juga ikutan action. Semua kompak mengabadikan. Instagram langsung banjir viewer. YouTube dan Facebook juga bernasib sama. Repost, Regram, langsung jadi trend. Netizen pun jadi ikutan kompak memposting ulang atraksi kecak tadi.

“Ini tidak pantas menjadi rekor nasional, tapi pantas untuk menjadi rekor dunia,” ujar Triyono, manajer Museum Rekor Indonesia (MURI).

Hasilnya? Suguhan kolosal massal tadi sukses memecahkan rekor dunia yang tercatat di MURI. Jumlahnya massif. Atraksinya pun hanya dimiliki Bali, World Best Destination versi TripAdvisor 2017.

Suguhan penampilannya juga keren. Sangat unik dan tak biasa. Tidak ada alat musik di sana. Yang adam hanya lantunan khas tarian Kecak. Meski tanpa alat musik, lantunan tersebut bisa menjadi sebuah irama yang harmonis mengiringi gerakan para penari.

Formasinya juga keren. Dengan jumlah 5.555 penari, mereka tetap bisa membentuk formasi pertunjukan wow di tepi Loloan Yeh Poh, Pantai Berawa. Balutan pakaiannya juga Bali banget. Ada kain saput poleng khas Bali. Coraknya kotak-kotak hitam putih. Para penari juga dilengkapi selendang warna merah sebagai pengikat.

Pesona Tari Kecak juga dikomentari Menpar Arief Yahya. Menteri asal Banyuwangi itu selalu melihat sebuah kegiatan itu dari dua sisi. Cultural value dan commercial value.

Bahasa mudahnya, semua potensi, kegiatan dan atraksi harus memberi dampak ekonomis yang konkret bagi masyarakat. “Pemecahan rekor dunia Tari Kecak di Bali adalah salah satu dari Pesona Indonesia yang mampu menyedot wisatawan domestik maupun mancanegara. Atraksinya merupakan kombinasi yang sempurna antara culture, nature dan man made. Jadi yang sedang berlibur ke Bali, saya sangat sarankan untuk menonton show kelas dunia ini,” ujarnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here