INDONESIATRAVEL.NEWS–Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali memperlihatkan kepeduliannya terhadap amenitas di Ubud. Salah satunya dengan melakukan inventarisasi homestay.

Hasilnya, kualitas pelayanan dan kuantitas SDM karyawan homestay di Ubud, harus ditingkatkan. Begitu juga dengan pengelolaan lingkungan. Terutama untuk lalu lintas, infrastruktur, dan pengelolaan sampah anorganik.

Hal ini tertuang dalam seminar hasil Aplikasi Manajemen STP Bali. Tepatnya di Museum Puri Lukisan Ubud, Sabtu (24/3).

Tema yang diangkat dalam seminar adalah “Inventarisasi Profil Homestay Dan Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Wisatawan Dalam Upaya meningkatkan Daya Saing Ubud Sebagai Destinasi Wisata”.

Seminar ini merupakan publikasi dari kegiatan research lapangan. Yaitu di wilayah Kelurahan Ubud dan Desa Peliatan.

“Apa yang dilakukan STP Bali ini sangat baik untuk memperkuat pariwisata Bali khususnya di Ubud. Masukan yang ada menjadi salah satu kajian untuk menentukan arah penguatan amenitas di Ubud khususnya homestay,” kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa yang didampingi Ketua STP Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara, Selasa (27/3).

Pada penelitian tersebut, mahasiswa STP Bali menginventaris seluruh homestay yang berada di Kelurahan Ubud dan Desa Peliatan. Tercatat 332 homestay tersebar di Kelurahan Ubud dan Desa Peliatan. Dari jumlah tersebut, 21 homestay baru beroperasi di Kelurahan Ubud.

Selain itu juga terungkap latar belakang pendidikan tamu yang menginap di sana. Terbanyak tingkat post graduate (39 %) dan graduate (23 %). Sedangkan dari sisi kebangsaan tamu homestay, terbanyak berasal dari Jerman (13 %), disusul USA (11 %), dan Indonesia (11 %).

“Inventarisasi ini menjadi penting, ini merupakan pemetaan kekuatan pendukung pariwisata. Dengan pemetaan ini semakin mempermudah Kemenpar serta Dinas Pariwisata setempat dalam menyusun strategi dalam membangun destinasi Wisata Ubud yang lebih berkualitas,” kata Rizki.

Pada kesempatan tersebut Ketua STP Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara STP Bali dengan Ubud Homestay Association (UHSA). Research dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Bisnis Hospitaliti semester 6 angkatan 2015 STP Bali.

“Sebagai akademis pariwisata, STP Bali berkomitmen untuk mendukung pariwisata Indonesia. Contohnya lewat research serta seminar ini. Kami juga berterimakasih kepada UHSA yang telah mengizinkan UHSA untuk menjadi laboratorium research bagi kegiatan pembelajaran mahasiswa. sehingga mahasiswa bisa melaksanakan kegiatan penelitian dan mengaplikasikan hasil penelitian kepada masyarakat dengan baik,” kata Byomantara.

Apresiasi pun diberikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menpar berterimakasih atas peran serta mahasiswa STP Bali yang telah membantu melakukan penelitian terhadap kualitas serta kuantitas homestay di Ubud. Sehingga ada data yang bisa digunakan sebagai rujukan pengembangan selanjutnya.

“Data yang dihasilkan dari kegiatan aplikasi manajemen ini sangat berguna dalam melakukan pembinaan-pembinaan bagi homestay di wilayah Ubud. Sehingga pemerintah dapat menentukan langkah dalam membangun destinasi Wisata Ubud yang berkelanjutan. Saya berharap kerjasama semacam ini dapat terus dilakukan,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here