INDONESIATRAVEL.NEWS– Satu kata: WOW! Hanya itu kata yang layak menggambarkan #OpeningCeremonyAsianGames2018, Sabtu (18/8) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Nuansa klasik lokal Indonesia berpadu sempurna dengan kemasan modern.

Teasernya saja sudah melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dan orang nomor satu di Indonesia itu sudah terlihat tak canggung saat bergegas GBK dengan menggunakan motor gede. Motornya pun terbilang istimewa. Yamaha FZ1!

Ini bukan motor sembarangan. FZ1 merupakan moge Yamaha bergaya naked bike streetfighter yang menggendong mesin 4-silinder berkubikasi 998cc DOHC dengan sistem injeksi. Jantung pacu tersebut dapat menyemburkan tenaga hingga 150 tk dengan torsi 106 Nm. Dan semuanya, masih dibalut dengan transmisi manual 6-percepatan. Konsumsi bahan bakar 6,72 liter per 100 km, atau rata-rata 14,9 kpl. Dan type ini, sudah dipakai unit pengawalan bermotor Paspampres sejak 2010.

“Atas nama seluruh rakyat Indonesia, kita merasa bangga merasa terhormat kedatangan tamu-tamu negara istimewa dari 44 negara,” ujar Jokowi sembari membuka opening ceremony tadi malam. Hal ini membuat #PesonaAsianGames2018 menjadi luar biasa.

Kombinasi video dan stuntman yang terlihat nyata membuat sekitar 40 ribu pasang mata di SUGBK sontok riuh. Semua heboh. Apalagi, setelahnya ada 2000 penari Saman yang tampil. Ini yang membuat Opening Ceremony Asian Games 2018 terasa beda dari biasanya. Konten lokal khas Indonesia-nya sangat terasa. Dan yang membuat merinding, suguhan konten lokal tadi bisa disandingkan dengan teknologi lampu yang menempel di badan ribuan penari yang ambil bagian.

Empat elemen yang disuguhkan juga tak kalah wow-nya. Yang pertama, ada elemen gelombang air. Elemen ini merepresentasikan gejolak di awal sejarah Indonesia merdeka. Di saat yang sama, juga menampilkan kapal yang di sana ada representasi Patih Gajah Mada.

Setelah itu, ada elemen bumi dan angin yang melengkapi sesi acara. Pungkasnya adalah, elemen api yang diakhiri dengan penyulutan puncak api dalam backstage panggung yang terlihat nyata. Adalah Susy Susanti yang mendapatkan estafet obor api yang beradu dengan parade kembang api yang berlangsung sekitar lima menit.

Tak hanya Susy yang action. Delapan pahlawan olahraga Indonesia yang pernah mempersembahkan medali di Asian Games juga ikut tampil. Dan semuanya, diberi kehormatan sebagai pembawa bendera Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Di barisan kanan, ada mantan atlet menembak Leny Sampurno. Dia adalah peraih perak menembak dalam Asian Games 1962 di Jakarta. Di belakang Lely, ada Suharyadi. Dia adalah peraih emas tenis Asian Games 1990 di Beijing, China. Selanjutnya Sri Indriani, peraih medali perunggu angkat besi Olimpiade 2000 di Sydney, Australia. Pebulutangkis Chandra Wijaya, yang menyabet medali emas bulu tangkis Olimpiade 2000 Sydey melengkapi barisan pembawa bendera sebelah kanan.

Kemudiam di sebelah kiri, di baris terdepan, ada atlet panahan legendaris Lilis Handayani. Nama Lilis tercatat sebagai peraih perak Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan. Setelahnya, ada pebulu tangkis yang meraih medali emas Olimpiade 2008 di Beijing, China, Markis Kido. Di tempat ketiga sebelah kiri adalah Kusumawardhani, rekan Lilis yang tercatat pernah mempersembahkan perak panahan Olimpiade 1988. Christian Hadinata, pebulu tangkis peraih emas Asian Games 1978 di Bangkok, Thailand, melengkapi delapan atlet legendaris pembawa bendera OCA.

“Opening yang sempurna. Keragaman Indonesia dibalut dengan satu harmony: The energy of Asia,” ujar Menpar Arief Yahya, yang ikut hadir menyaksikan Opening Ceremony Asian Games dari Stadion GBK. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here