INDONESIATRAVEL.NEWS–Generasi Pesona Indonesia (GenPI) semakin eksis di daerah. Rabu (14/3), GenPI Sulawesi Utara (Sulut) dideklarasikan sebagai anggota ke-18. Deklarasi dilakukan di Rumah Alam, Manado.

“Kami ucapkan selamat bagi GenPI Sulut. Selamat menjadi bagian dari garda terdepan promosi pariwisata Indonesia, khususnya di media sosial,” kata Ketua GenPI Nasional Mansyur Ebo, Rabu (14/3).

Deklarasi berlangsung meriah. Konsep kekinian yang dibalut seni budaya tradisional, dihadirkan. Alat musik tradisional Kulintang serta tarian tradisional menjadi menu utamanya. Yang menarik, spot selfie disediakan mengakomodir semangat kekinian pengunjung.

Selain Mansyur Ebo, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi, Don Kardono, juga hadir dalam deklarasi tersebut.

Dukungan semakin terasa dengan hadirnya seluruh stakeholder pariwisata Provinsi Sulut. Ada Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang. Juga Ketua Satgas Pariwisata Sulut Dino Gobel serta Miss Tourism Cosmopolitan International 2017/2018 Lois Tengel.

Sama seperti daerah lainnya, GenPI Sulut merupakan garda terdepan promosi pariwisata Indonesia. Menjadi pasukan yang militan melakukan penetrasi pasar.

“Eksekusinya memakai konsep go digital. Memanfaatkan peran media sosial (medsos). Bisa melalui blog, facebook, twitter, instagram, path, juga
lainnya. Karena posisinya tersebut, GenPI sering disebut ‘Laskar Digital Merah Putih’,” ujar Ebo.

Diplot sebagai motor branding pariwisata Sulut, GenPI Sulut diberi bimbingan akses informasi medsos. Fokusnya bagaimana mengoptimalkan peran medsos menjadi lebih efektif. Hal ini sejalan dengan tugas mempromosikan semua potensi daerah.

“GenPI harus menuliskan semua hal menyangkut potensi pariwisata
daerahnya masing-masing. Mereka lalu memviralkannya melalui medsosnya. Konsep seperti ini jauh lebih efektif, termasuk untuk menjual destinasi yang ada di Sulut. Yang penting no hoax, no SARA, dan no politics,” jelas Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Don Kardono.

Lebih lanjut Don Kardono menjelaskan, GenPI merupakan komunitas yang bersifat sosial atau volunter. Maka harus diaktivasi dengan acara agar terus aktif. Bisa melihat calendar of events, destinasi wisata, maupun kebijakan kepariwisataan yang ada.

“Misalnya membuat event di Bunaken atau di Bukit Tumpa. Membuat pasar digital setiap minggunya. Lomba foto di Instagram, lomba video di Youtube, dan lainnya,” jelas Don Kardono.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun memberikan selamat atas terbentuknya GenPI Sulut. Menurutnya, GenPI Sulut akan menambah amunisi pariwisata kelas dunia yang dimiliki Provinsi Sulut. “Selamat datang GenPI Sulut. Tetap semangat untuk mempromosikan pariwisata secara digital,” kata Menpar.

Menurut Menpar, setiap komunitas harus mengenali musuh dan memiliki strategi untuk memenangkan daerahnya melalui digital marketing.

“Kalian harus kompak dan mempelajari strategi perang musuh, persiapkan strategi dengan baik itu adalah cara untuk menang, jangan berpikir ketika sudah di medan perang,” lanjut Menpar.

GenPI merupakan bagian dari implementasi program yang telah ditetapkan Kemenpar RI untuk 2018. Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Sulut harus membangun jejaring melalui para blogger dan medsos untuk melakukan promosi destinasi wisata yang ada di provinsi Sulut.

“Karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan berbagai pihak terkait pariwisata, termasuk komunitas yang sekarang telah resmi sebagai GenPI Sulut, yang siap memviralkan pariwisata Provinsi Sulut di dunia maya. GenPI Sulut!,” kata Menpar Arief Yahya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here