INDONESIATRAVEL.NEWS– Bakal ada yang seru buat Anda para pencinta seni. Yaitu ArtJog. Kegiatan yang ke-11 kalinya ini akan digelar 4 Mei hingga 4 Juni 2018. Lokasinya ada di Jogja National Museum.

Tahun ini, tema yang dipilih adalah Pencerahan – Menuju Berbagai Masa Depan (Enlightenment – Towards Various Futures). Total, ada 54 seniman akan terlibat pada gelaran akbar ini. Bahkan 9 diantaranya adalah seniman dari 6 negara asing.

“Terdapat 54 seniman dari dalam dan luar negeri dalam perhelatan ArtJog kali ini. Para seniman itu hadir melalui undangan maupun pendaftaran (aplikasi). Proses seleksi dilakukan dengan pertimbangan kecocokan terhadap konsep kuratorial, kebaruan gagasan, dan eksplorasi terhadap metode presentasi karya,” terang Bambang Witjaksono, Kurator ArtJog saat press conference di Roca Restaurant Artotel Hotel, Kamis (26/4).

Sebagai sebuah peristiwa seni, ArtJog juga menawarkan segudang perhelatan seni lainnya. Sebagai pembuka sebuah pertunjukan teater immersive Cerita Anak (Child’s Story) akan disuguhkan. Kerennya, pertunjukan ini merupakan yang pertama dipentaskan di Indonesia. Pertunjukan ini adalah sebuah penegasan terhadap ArtJog yang tidak ingin berhenti sebagai perhelatan seni rupa semata.

Inspirasi ceritanya adalah sebuah kisah lama dari daerah Lasem. Pada pertunjukan teater tanpa kata ini, sejumlah penonton akan ditempatkan di tengah panggung. Mereka akan didaulat sebagai penumpang dalam sebuah petualangan melintasi ganasnya lautan.

Para penonton akan dibawa terombang-ambing oleh debur ombak, menyelam dan mendengar kisah yang tenggelam di dasar laut. Sebuah pertunjukan yang melibatkan pengalaman visual dan fisik yang tak akan terlupakan.

“Pementasan ini merupakan hasil kerjasama Papermoon Puppet Theatre, Polyglot Theatre, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, dan ArtJog. Acara ini didukung penuh oleh Dinas Kebudayaan DIY, Australia-Indonesian Institute, Australia Council for the Arts, Creative Victoria, dan The City of Melbourne. Dan diperuntukkan bagi anak-anak usia 2-8 tahun (beserta pendampingnya),” terangnya.

Yang belum memahami seni kontemporer pun dijamin tetap enjoy. Ada Program Curatorial Tour dan Meet the Artist yang akan memandu Anda. Dengan program ini dijamin sudut pandang Anda akan dibawa masuk menyelami setiap detail karya yang ditampilkan. Asyiknya pilihan waktu yang ditawarkan pun sangat beragam.

“Program Curatorial Tour dan Meet the Artist terus akan kami hadirkan sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam edukasi publik agar pengetahuan tentang karya seni dapat tersebar luas dan tidak terpusat pada beberapa golongan saja. Terlebih Curatorial Tour tahun ini hadir dengan lebih banyak sesi dan pilihan waktu,” tuturnya.

Menurut Bambang, ArtJog adalah ruang perhelatan untuk segala jenis kesenian yang didukung oleh beragam bentuk kesenian. Selain itu ArtJog menjadi sebuah bentuk perayaan yang dirayakan oleh semua kalangan. Hal ini terwujud dalam program Daily Performance. Dimana akan ada 83 penampil dengan berbagai bentuk kesenian. Dari mulai seni musik, seni pertunjukan, teater, hingga seni tari setiap harinya.

Tidak ketinggalan, Merchandise Project kembali hadir. Ini merupakan sebuah bentuk semangat untuk bergerak, bersama pekerja kreatif di Indonesia. Sebanyak 79 institusi, komunitas dan seniman akan membuat dan memasarkan produk-produk kreatif mereka agar dapat menemui publik yang lebih luas.

“Dengan demikian, ArtJog dapat menempati fungsinya sebagai ruang berbagi. berbagi pengetahuan dan berbagi pengalaman estetika serta perkembangan seni terbaru. Sehingga ArtJog dapat dinikmati dan dirayakan oleh semua kalangan,” pungkas Bambang.

Staff Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuti memuji penyelenggaraan ArtJog. Menurut Esthy ArtJog secara konsisten memberikan sebuah bentuk event seni yang berkelas. Ini menjadikan ArtJog menjadi salah satu atraksi yang baik bagi pariwisata.

“Terbukti ArtJog telah menjadi pelaksanaan yang ke 11 kalinya dan rutin setiap tahun digelar. Selain itu selalu mampu menyedot wisatawan untuk datang menikmatinya. Untuk itu ArtJog masuk kedalam Top 100 Calendar of Event Wonderful Indonesia,” ujar Esthy yang juga Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) 2018 Kemenpar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun tersenyum sumringah ketika di tanya tentang ArtJog. Menurutnya ini merupakan representasi kayanya seni di Jogjakarta. Maka sangat wajar jika Kota Gudeg ini juga dikenal sebagai Kota Seni.

“Jika Swiss memiliki Art Basel yang prestisius, Inggris Frieze Art Fair, Spanyol Arco Madrid dan Singapore the Art Stage, Indonesia memiliki ArtJog sebagai representasi kayanya seni rupa Indonesia,” kata Menpar.

Selain itu ArtJog merupakan salah satu bukti dari pesona Jogjakarta. Menurut Menpar Jogja itu seperti Bali-nya Pulau Jawa. Kulturnya sangat kental. Alamnya pun luar biasa.

“Atraksinya? Sudahlah saya tidak perlu berbusa-busa, sudah pasti keren. Budayanya kuat, alamnya bagus, kulinernya wow, seni pertunjukan juga selalu ada, konsisten. Amenitasnya sudah lengkap, mau penginapan kaki lima sampai hotel bintang lima ada disana. Aksesnya juga mudah. Apa lagi jika airport yang baru dengan landasan yang panjang sudah terbangun. Jadi silakan ke Jogja. Saya jamin Anda bakal happy,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here