INDONESIATRAVEL.NEWS–Kementerian Pariwisata menyiapkan sejumlah cara untuk
menggenjot wisatawan mancanegara saat Asian Games 2018. Salah satunya
dengan mengajak Familiarization Trip (Famtrip) para Travel
Agent/Travel Operator (TA/TO) Malaysia Peninsula.

Famtrip dilakukan di Palembang dan Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini dilaksanakan 2-6 Maret lalu. Pesertanya 10 orang asal
Kuala Lumpur, Putrajaya, Perak, dan Negeri Sembilan.

“Tujuan Famtrip TA/TO Malaysia ini untuk mempromosikan Destinasi
Palembang sebagai tujuan wisata. Terutama bagi calon wisatawan asal
Malaysia, khususnya dalam rangka Asian Games 2018,” ujar Deputi
Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, Kamis (8/3).

Dalam trip ini, peserta diajak untuk mengunjungi beberapa destinasi
unggulan di Palembang. Di antaranya Al-Quran Al-Akbar, Siguntang Hill,
Lorong Basah Culinary Night Market, Musi Tour & visit Kemaro island,
Kampung Kapitan, Kampung Arab Al-Munawar, Jakabaring Sport City (JSC),
Masjid Laksamana Cheng Ho, Museum Bala Putra Dewa, dan Masjid Agung
Palembang.

“Serta tidak ketinggalan inspection di 2 hotel berbintang, dan
shopping di Pasar 16 Ilir, pasar Ramayana, Lenggok pasar oleh-oleh,
serta kunjungan ke destinasi unggulan lainnya. Peserta trip juga
diajak dinner di Kuto Besak Theater Restaurant,” terang Pitana.

Pada hari pertama, pengalungan Selendang dan Tanjak langsung menyambut
kedatangan peserta di bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin
II.

Mereka langsung dibawa ke Al-Qur’an Al-Akbar, Siguntang Hill tempat
makam para Raja, Dinner & Live Music yang di-hosted Kadisbudpar
Provinsi Sumsel. Lorong Basah Culinary Night Market menutup trip hari
pertama.

“Hari kedua, Musi Tour menggunakan boat, Kemaro Island yang baru saja
diramaikan dengan perayaan Cap Go Meh, dilanjutkan ke Pasar 16 Ilir
Traditional Market, Kampung Kapitan, Kampung Arab Al-Munawar yang
sudah diresmikan oleh Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya. Kemudian
inspeksi ke hotel bintang 3 dengan fasilitas sekelas bintang 4, dan
menikmati pempek di Lord Cafe & Resto,” jelas Pitana.

Di sela-sela famtrip, tepatnya Sabtu (3/3) malam, diadakan Gathering
dan Table Top di 101 Hotel. Kegiatan ini dihadiri 10 buyers anggota
MATTA dan 7 sellers yang diundang oleh Disbudpar dan ASITA Sumsel.

“Pada hari ketiga ini juga dilakukan kunjungan ke Museum Bala Putra
Dewa, peserta dijelaskan tentang hubungan historis Sriwijaya dengan
Melaka. Mereka diberi kesempatan mencoba kostum pengantin adat
tradisional Palembang dan cooking class membuat pempek yang dinilai
oleh juri,” tambahnya.

Sedangkan pada pada hari terakhir 5-6 Maret 2018, peserta TA/TO diajak
menuju destinasi Pagar Alam dengan pesawat Wings Air dari Palembang.
Tujuannya adalah Embun Waterfall, Pelang Kenidai Village, Tegur Wangi
Megalith, dan menikmati Sunrise. Para peserta pulang ke Malaysia via
Lubuk Linggau dan Jakarta.

Pitana berharap TA/TO Sumsel lebih aktif menjalin kerjasama dengan
TA/TO Malaysia. Sebab, dari sisi 3A (Amnitas, Atraksi, Aksesibiltas)
Palembang sudah memiliki semuanya. Direct flight Kualua
Lumpur-Palembang oleh maskapai LCC AirAsia yang diharapkan dapat
ditambah lagi frekuensinya.

“Pintu Palembang diharapkan dapat ditetapkan menjadi salah satu pintu
masuk utama pada tahun ini. Selain itu, proses pembangunan LRT untuk
persiapan Asian Games, juga diharapkan dapat selesai tepat waktu. Atau
sebelum ajang Asian Games 2018. Sebab, ajang ini akan dipartisipasi
oleh 45 negara dan diliput oleh 1.500 media,” tuturnya.

Sebagian peserta Famtrip menilai Palembang memiliki budaya dan tradisi
yang sangat kuat dan masih terjaga. Sejarah kejayaan Sriwijaya
diyakini dapat menarik minat wisman. Khususnya dari Malaysia.

Tak heran bila peserta sangat antusias mengikuti setiap trip ke
objek-objek wisata di Palembang. Mereka bahkan langsung membuat paket
wisata Asian Games dan Jejak Raja-raja khususnya yang terkait dengan
Melaka.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, melihat ASEAN adalah market potensial.
Asia Tenggara, termasuk Malaysia, adalah pasar yang amat seksi untuk
pariwisata Indonesia, terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian
Games 2018.

“Sedikitnya ada 24.000 wisatawan olahraga yang akan ke Palembang,
Jakarta, dan Bandung. Ini momentum besar untuk mendulang devisa. Saat
Asian Games nanti, kita bikin mereka datang ke destinasi yang
keren-keren,” ujar Menpar Arief Yahya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here