INDONESIATRAVEL.NEWS – Transportasi menjadi elemen sentral rantai pariwisata Indonesia. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik dari seluruh pemangku kepentingan. Termasuk juga mengupgrade pengetahuan para driver sebagai ujung tombak transportasi nasional. Khususnya pemahaman mengenai regulasi lalu lintas.

Hal ini tertuang dalam dialog Kementerian Perhubungan dengan para driver, Selasa (4/12). Lokasinya berada di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta. Dengan pertemuan ini diharapankan, para driver semakin taat dan memberikan rasa nyaman bagi tamunya.

“Aspek keselamatan dan pelayanan terhadap penumpang harus diutamakan. Kebutuhan ini mutlak harus diberikan kepada penumpang,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Selasa (4/12).

Lebih lanjut, Menhub juga melakukan sosialsiasi regulasi baru pengganti PM 108 Tahun 2017. Dimana PM 108 Tahun 2017 ini merupakan regulasi yang mengatur Angkutan Sewa Khusus (ASK). Secara umum, regulasi ini mengatur penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Moda ini secara riil terdiri, taksi, angkutan pariwisata, angkutan karyawan, hingga angkutan dengan penggunaan aplikasi.

Budi menjelaskan, peraturan baru ini menjadi garansi peningkatan kualitas layanan taksi dan online. Selain itu penerapan regulasi PM 108 Tahun 2017 sudah tidak relevan lagi. Pasalnya, dunia transportasi mengalami perubahan signifikan. Untuk itu aturan ini akan diterapkan dalam waktu dekat.

“Para pengemudi ini sengaja kami kumpulkan. Sosialisasi harus dilakukan, apalagi regulasi PM 108 ini sudah tidak relevan lagi. Pada beberapa hari ke depan, kami akan masukan aturan baru. Tujuannya agar ada sesuatu yang baik, khususnya bagi pengemudi dan penumpang,” terang Budi Karya lagi.

Memberikan penjelasan, Menhub pun berharap regulasi baru ini memberikan dampak positif. Apalagi, regulasi PM 108 Tahun 2017 ini sebelumnya minta dicabut oleh Mahkamah Agung. Hal ini pun terkait dengan pembatalan Permenhub Nomor 26 Tahun 2017. Permenhub ini tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek tersebut.

“Kami tahu kebutuhannya. Yang jelas, aturan baru justru mengakomodir kepentingan para pengemudi. Piranti yang dijalankan sangat lengkap, khususnya menyangkut keamanan secara menyeluruh,” terang Budi Karya.

Mendengar hal tersebut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun sumringah. Pasalnya transportasi merupakan salah Satu aspen pending dalam pariwisata. Peningkatan kualitas layanan transportasi ini pun sejalan dengan program Kementerian Pariwisata.

Menpar sendiri pun pernah memberikan pelatihan langsung pada 100 driver Blue Bird. Treatment ini menjadi bagian dari Wonderful Indonesia Service Ambassador (WISA). Untuk materi pelatihan berupa Tourism Service Ambassador.

Detail Tourism Service Ambassador terdiri dari hospitality, pengetahuan pariwisata Indonesia, serta teknik dalam mempromosikan destinasi wisata. Untuk materi pelatihannya meliputi 3 aspek. Ada service key success factor, customer contact point, dan service level agreement. Harapannya, wisman terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia.

“Driver taksi secara umum ini penting. Mereka ini gerbang pertama wajah ramah Indonesia. Untuk itu, komunikasi intensif harus dibangun bersama mereka. Sosialisasi regulasi baru tentu sangat penting, apalagi menyangkut peningkatan standar keamanan dan kenyamanan driver bersama penumpangnya,” tutup Menpar. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here