INDONESIATRAVEL.NEWS– Jumlah kedatangan wisatawan Tiongkok ke Indonesia dipastikan akan bertambah tahun ini. Sebab, maskapai Lion Air membuka rute baru dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Bandara Internasional Meilan Haikou, Hainan.

Menurut Public Relation Lion Group, Rama Ditya Handoko, rute baru ini merupakan penerbangan charter. “Rencananya penerbangan pertama akan kita lakukan 27 April. Nantinya, rute ini akan dilayani setiap minggu. Tepatnya setiap hari Jumat,” tutur Rama Ditya, Rabu (25/4).

Dijelaskannya, untuk rute ini Lion Air akan mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737-900 ER. Pesawat ini akan mengangkut sekitar 200 pelanggan. Jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional Juanda pada 17.40 WIB dan tiba di Haikou pada 23.45 waktu setempat. Nomor penerbangannya adalah JT 2661

“Sedangkan penerbangan sebaliknya akan dilakukan setiap hari Sabtu. Dengan jadwal keberangkatan dari Haikou pada 00.55 waktu setempat dan tiba di Surabaya pada 05.00 WIB, dengan nomor penerbangan JT 2660,” jelas Rama.

Rama menambahkan, pembukaan rute ini terlaksana atas kerja sama Lion Air Group dengan Hainan United Airlines Travel Group Co.,Ltd. Tujuannya untuk membawa warga Indonesia, melalui Surabaya, agar dapat berkunjung dan berlibur di salah satu kota di Tiongkok yaitu Haikou.

Begitupun sebaliknya. Lion Air Group beserta Hainan United Airlines Travel Group Co.,Ltd juga melaksanakan misi untuk membawa dan mengajak para warga Tiongkok, melalui Haikou, untuk melakukan kunjungan wisata menuju Indonesia.

“Harapannya, pembukaan rute ini dapat membantu mendukung capaian target wisatawan mancanegara tahun 2018 sebanyak 17 Juta yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata,” ujar Rama.

Hainan United Airlines Travel Group Co.,Ltd sendiri telah ber mitra dengan Lion Air Group sejak lama. Hasilnya, sejumlah destinasi dari Indonesia menuju Tiongkok telah terhubung.

“Seperti pada 5 Agustus 2017 telah beroperasi penerbangan charter dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta, menuju Sanya. Penerbangan JT2781 dilayani setiap Kamis malam di Cengkarang. Sedangkan penerbangan dari Sanya dilakukan Jumat dengan kode penerbangan JT2780,” tuturnya.

“Lalu, sejak 30 September 2017 ada penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Haikou. Penerbangan dengan kode JT2789, dilayani setiap Kamis dan Sabtu. Sementara dari Haikou penerbangan JT2788 dilakukan Rabu dan Minggu,” sambungnya.

Pada 26 Maret 2018 lalu juga telah beroperasi dari Surabaya menuju Sanya. Yaitu melalui penerbangan JT2663 yang terbang setiap Senin, pukul 19.35 dari Bandara Juanda. Dari Sanya, penerbangan JT2662 dilakukan setiap Selasa sekitar pukul 02.20 waktu setempat.

Sejak Agustus 2017, jumlah wisatawan yang dibawa oleh Hainan United Airlines Travel Group dan Lion Air Group dari Indonesia menuju Tiongkok telah mencapai angka 14 Ribu. Sedangkan dari Tiongkok menuju Indonesia mencapai 3 Ribu wisatawan mancanegara.

Lion Air sendiri memiliki frekuensi penerbangan hingga lebih dari 640 kali perhari. Jumlah armada yang dimiliki Lion mencapai 118 pesawat dengan beberapa tipe. Seperti Boeing 737-800 NG, Boeing 737-900 ER, Airbus A330-300, dan pesawat terbarunya yaitu Boeing 737 MAX 8

Sebagai informasi, Bandara Internasional Juanda Surabaya merupakan salah satu bandara penghubung bagi Lion Air Group. Bandara ini memiliki banyak konektivitas penerbangan.

Seperti menuju Balikpapan, Banjarmasin, Palembang, Pontianak, Manado, Palangkaraya, Denpasar, Padang, Tarakan, Kendari, Pekanbaru, Bandar Lampung, Sampit, Sumenep, Banyuwangi, Jember, Sorong, dan Ambon. Juga penerbangan internasional regular menuju Malaysia melalui Kuala Lumpur dan Penerbangan Umrah Menuju Jeddah maupun Madinah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik perluasan ekspansi bisnis Lion Group ke Tiongkok. Sebab, hal tersebut bisa menjaring wisatawan Tiongkok yang potensinya sangat besar.

“Pasar Tiongkok sangat penting. Mereka itu target pasar utama tahun ini. Ekspansi Lion Group sangat membantu untuk memenuhi target kunjungan wisatawan tahun ini. Apalagi pasar Tiongkok sangat seksi dan masih harus kita eksplor. Banyak potensi yang bisa kita raih dari sana,” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here