INDONESIATRAVEL.NEWS– Kementerian Pariwisata semakin gencar melakukan promosi Asian Games 2018. Media cetak, elektronik, radio, baik dari dalam maupun luar negeri dilibatkan. Promosi akan dilakukan hingga Juli, atau menjelang opening ceremony.

“Promosi dilakukan dengan melibatkan media-media besar dan terkemuka. Kami libatkan mereka itu baik di dalam maupun di luar negeri. Tujuannya agar gema penyelenggaraan Asian Games ini lebih kuat,” ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Minggu (6/5).

Untuk biaya promosi, panitia Asian Games, Inasgoc menyiapkan Rp165 miliar. Jumlah tersebut merupakan 2,5% dari total dari keseluruhan dana penyelenggaraan Asian Games. Yaitu sebesar Rp6,6 triliun. Dalam promosi, Kementerian Pariwisata akan menggandeng 9 media lokal. Spot tayang mulai Mei hingga Juli. Rinciannya, ada 3 grup besar stasiun televisi dengan jumlah spot tayang 30.

Promosi juga melibatkan 2 media cetak nasional. Dengan durasi waktu sama. Selain itu, promo juga dilakukan pada 4 stasiun radio nasional. Total ada 70 spot publikasi untuk masing-masing radio.

“Kami harus optimalkan semua potensi media untuk branding. Durasi waktu branding di media-media ini rata-rata sekitar 3 bulan. Untuk menjelang Asian Games saja. Ini merupakan upaya Kemenpar untuk menaikan hegemoni multievent ini,” terang Menpar lagi.

Kemenpar juga mengoptimalkan peran media mancanegara. Ada 2 negara yang dibidik. Yaitu Singapura dan Malaysia. Untuk Singapura, ada 2 media yang digandeng yaitu Mediacorp Channel 8 dan Mediacorp Channel 5. Durasi kerjasamanya dari Mei hingga Juli.

Di Malaysia, promosi akan melibatkan 4 media. Mereka adalah Astro Ria, Astro Prima, Astro Warna, dan Astro Awani. Durasi kolaborasi ini juga sama dengan kanal Mediacorp. “Potensi pasar ada di dua negara tersebut besar. Posisi Singapura dan Malaysia juga strategis karena menjadi transit wisatawan dari negara lain,” ujar Menpar lagi.

Mengacu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 2017, Singapura dan Malaysia memang menjadi kantung pasar potensial. Jumlah kunjungan wisatawan Singapura tahun lalu mencapai 1,512 juta orang. Jumlah tersebut tumbuh 2,72% dari tahun 2016 yang mencapai 1,472 juta. Lalu, Malaysia mengirimkan 1,238 Juta wisatawan atau naik 1,05% dari tahun sebelumnya.

Pergerakan wisatawan Malaysia dan Singapura juga bergerak positif di awal tahun 2018. Pada periode Februari silam, jumlah kunjungan wisatawan Malaysia mencapai 205.855. Hanya terpaut 8.572 orang dari peringkat pertama Tiongkok. Tahun ini Negeri Jiran ditarget 1,4 juta wisatawan atau naik 12% dari 2017. Singapura ada di strip 3 dengan 125.153 wisatawan.

“Potensi pasar di sana besar dan secara geografis Malaysia dan Singapura dekat dengan Indonesia. Kemampuan spending mereka juga bagus. Namun, kami juga menggunakan berbagai treatment guna menaikan branding dari Asian Games ini,” tutur Menteri asal Banyuwangi tersebut.

Kemenpar juga siap mengoptimalkan kanal lain. Fasilitas mediatron dimanfaatkan. Ada 3 spot publikasi media ruang yang digunakan. Yaitu billboard Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Bandara Ngurah Rai (Denpasar), juga Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang). Selain itu, media sosial Facebook, Instagram, Twitter, hingga Line pun dioptimalkan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here