INDONESIATRAVEL.NEWS– Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Gorontalo tepat untuk menerapkan Nomadic Tourism. Hal itu disampaikan Menpar saat lauching Calendar Of Event Gorontalo 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (25/4) malam.

Menurut Menteri Arief, ada beberapa hal yang membuat Nomadic Tourism cocok untuk Gorontalo. “Untuk pengembangan destinasi, seperti biasa saya berpegangan pada 3A. Yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. Untuk atraksi, saya tidak khawatir. Karena, Gorontalo mempunyai banyak atraksi yang bisa dijual,” paparnya.

Yang harus diperhatikan Gorontalo adalah Amenitas dan Aksesibilitas. “Untuk Amenitas di Gorontalo, saya khawatir. Pembangunan hotel memang bisa dilakukan. Tapi harus menunggu lima tahun sampai hotel itu selesai dibangun. Tapi itu bisa diatasi dengan Nomadic. Ada beberapa Amenitas Nomadic yang bisa diterapkan. Seperti caravan dan glamcamp,” katanya.

Menteri asal Banyuwangi itu juga memaparkan kelebihan dari Amenitas dalam Nomadic Tourism. “Amenitas Nomadic ini adalah solusi sementara. Caravan dan glamcamp itu bisa dipindah. Sesuai dengan spot-spot indah yang ada di Gorontalo. Ini bisa diterapkan sambil menunggu hotel selesai dibangun,” jelasnya.

Menpar juga ikut mengomentari aksesibilitas yang dimiliki Gorontalo. Menurutnya, untuk menjadikan sebuah destinasi menjadi kelas dunia, harus didukung juga dengan bandara internasional.

“Untuk Aksesibilitas , nomor 1 itu bandara. Kalau mau menjadikan destinasi kelas dunia, Gorontalo harus memiliki bandara internasional. Saat ini pengembangan bandara sedang dilakukan. Nanti kita bantu. Tapi, sebelum bandara internasional siap, ada baiknya Gorontalo gabung dengan Manado,” imbaunya.

Akses selanjutnya adalah seaplane. “Gorontalo memiliki banyak sekali pulau. Seaplane bisa dimanfaatkan untuk mencapai pulau-pulau itu. Dan, kita sudah dapat izin dari Kemenhub untuk menggunakan seaplane. Harus dimanfaatkan,” tuturnya.

Mengenai Calendar Of Event yang diluncurkan Gorontalo, Menteri menilai jumlah masih kurang.

“17 Event itu masih kurang banyak. Tahun depan harus ditambah lagi. Event dalam setahun minimal 52 kali. Agar setiap minggu ada kegiatan. Karena, kita mengadakan even untuk investasi dan harus ada atraksi. Banyuwangi bisa menjadi contoh. Mereka mempunyai 77 event dalam setahun. Pendapatan perkapita mereka pun meningkat. Pendapatan perkapita Banyuwangi kini nomor 2 di Jawa Timur, setelah Surabaya. Padahal disana ada Malang, Jember, dan lainnya,” papar menteri.

Jika Pemprov Gorontalo antusias, Kemenpar siap membantu meningkatkan standar event-event itu. “Kita dari Kementerian Pariwisata akan membantu membuat event-event itu berstandar nasional. Kita bantu untuk mengkurasi event-event di Gorontalo,” paparnya.

Dijelaskan Menpar, hal ini bukan permintaan pribadinya. “Ini permintaan Pak Presiden. Beliau inginnya event-event yang digelar berstandar nasional. Makanya daerah juga harus mengkategorikan event-event tersebut. Kita di Kemenpar memiliki kategori. Kita punya top 100, dan punya top 10,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pariwisata juga membeberkan kelemahan yang sering dilakukan di daerah. “Salah satu kelemahan di daerah adalah uang mereka dapat, bukan untuk promosi. Melainkan even. Kalau di Kemenpar, uang yang kita punya untuk promosi, sehingga acara jadi popular,” ungkapnya.

Mantan Dirut Telkom itu juga memberikan contoh Nusa Tenggara Barat yang sukses mengembangkan pariwisatanya setelah melakukan positioning baru.

“Untuk pemasaran, case terjadi di NTB. Kalau mau jujur, untuk parwisata Bali lebih menjual. NTB selalu jadi secondary Bali. Mereka kemudian menambil positioning baru sebagai The Best Halal Tourism In The World. Positioning ini turut membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB. Langkah-langkah seperti ini perlu ditiru,” harapnya.

Untuk urusan wisata halal, NTB memang jagonya. Sejumlah penghargaan disabet. Caontohnya tahun 2016 lalu. Saat itu, NTB meraih tiga gelar dari World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016.

Tiga penghargaan itu diraih Desa Sembalun yang terpilih sebagai destinasi bulan madu halal terbaik (World’s Best Halal Honeymoon Destination) 2016, Novotel Lombok Resort & Villas sebagai resor halal tepi pantai terbaik (World’s Best Halal Beach Resort) dan situs www.wonderfullomboksumbawa.com sebagai situs pariwisata halal terbaik dunia (World’s Best Halal Travel Website).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here