INDONESIATRAVEL.NEWS– Lompatan besar dilakukan Kabupaten Natuna. Wilayah ini terus meng-upgrade status geopark-nya. Setelah mendapat status Geopark Nasional, status Natuna akan dinaikkan sebagai member UNESCO pada 2019.

Pengajuan Natuna sebagai member Global Geopark Network (GGN)-UNESCO paling lambat dilakukan di November 2019.

Dijelaskan Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh, peluang besar dimiliki Natuna untuk menjadi member GGN-UNESCO.

“Kemenpar akan support upaya pengembangan Natuna sebagai sebuah GGN-UNESCO. Kawasan ini memiliki potensi yang sangat besar. Alam dan budaya masyarakatnya memang luar biasa. Natuna layak sebagai member GGN-UNESCO,” ungkap Masruroh, Jumat (7/12).

Persiapan matang untuk mewujudkan Natuna sebagai bagian geopark sudah dilakukan. Konsepnya pun melalui Focus Group Discussion (FGD), Selasa (4/12). Temanya adalah ‘Indikasi Pengembangan Potensi Industri Pariwisata sebagai Pendukung Geopark di Kawasan Kabupaten Natuna’. FGD dilakukan di Hotel Aston, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

“Pengelolaan sebuah geopark sangat kompleks. Sebab, ada banyak aspek yang harus diperhatikan. Dan, persiapan beberapa bulan ke depan sudah cukup untuk mengajukan diri sebagai anggota GGN,” kata Masruroh lagi.

Natuna sebelumnya sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada Kamis (29/11). Berbagai perbaikan infrastruktur sebelumnya juga sudah dilakukan.

Renovasi ini terfokus kepada transportasi, perhotelan, dan wisata kuliner hingga belanja. Harapannya, jumlah kunjungan wisatawan pun melonjak. Masruroh menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan akan lebih maksimal bila Natunya menjadi anggota GGN.

“Kami sudah mendapatkan informasi, berbagai perbaikan sudah dilakuan di Natuna. Infrastruktur ini akan membantu mobilitas dan kenyamanan wisatawan. Kami yakin, arus wisatawan akan lebih besar lagi bila Natuna menjadi anggota GGN. Sebab, ada banyak value yang akan diterima,” jelasnya.

Roadmap rencana pengajuan Geopark Natuna sebagai member GGN juga sudah disusun. Acuan sekaligus rencana ini telah disusun oleh berbagai kalangan. Mereka adalah Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM, Kemenko Bidang Maritim, Tenaga Ahli Geopark, dan kalangan akademisi. “Secara konsep, Natuna siap diajukan ke UNESCO. Nanti akan banyak value ekonomi yang diraih,” ujarnya.

Pengembangan geopark banyak memberikan keuntungan secara ekonomi. Mengacu kepada Geopark Gunung Sewu di Jawa Tengah-DI Yogyakarta-Jawa Timur, destinasi memberi kontribusi besar kepada pendapatan asli daerah (PAD). Pada 2017, Gunung Sewu memberikan total PAD Rp41,514 Miliar. Jumlah ini naik Rp3,577 Miliar dari tahun sebelumnya.

Tingginya PAD tidak lepas dari kuatnya arus masuk wisatawan. Sepanjang 2017, jumah wisatawan pun mencapai 5.589.925 orang. Kenaikannya positif karena di 2016 hanya 4.831.264 wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, status Geopark Natuna harus dinaikan menjadi UGG. Sebab, jadi member UNESCO menguatkan branding Geopark Natuna.

“Geopark Natuna harus menjadi anggota UNESCO. Statusnya ini dinaikan menjadi UGG-UNESCO. Dan, UGG ini biasanya mengalami lonjakan wisatawan besar. Sebab, para wisman lebih tertarik untuk datang ke geopark anggota UNESCO. Ketersediaan informasi yang mereka butuhkan memang lengkap di situ,” tutupnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here