INDONESIATRAVEL.NEWS–Transaksi hingga Rp30 miliar menjadi target Deep & Extreme Indonesia 2018. Pameran internasional ini resmi dibuka, Kamis (8/3), di Jakarta Convention Center (JCC). Event 4 hari itu, juga menargetkan 35 ribu pengunjung.

“Tahun 2017, pengunjung event mencapai 30 ribu. Untuk mengukur target transaksi, memang agak sulit karena terdiri berbagai industri. Namun dari sisi penjualan peralatan pada tahun 2017, menembus angka sekitar lebih dari Rp20 miliar. Dan mudah-mudahan tahun ini lebih dari itu,” ujar Dharmawan Sutanto usai pembukaan Deep & Extreme 2018.

Dharmawan menjelaskan, event yang sudah 12 kali diselenggarakan ini direspons positif oleh masyarakat. Hal itu tidak terlepas dari semakin bagusnya trafik industri selam dalam tiga tahun terakhir.

“Industrinya bagus, karena memang juga semakin banyak juga orang melakukan kegiatan selam,” ucapnya.

Dharmawan juga mengungkapkan perbedaan Deep & Extreme 2018 dengan pelaksanaan sebelumnya. Tahun ini yang ditonjolkan lebih banyak. Tidak hanya diving. Ada watersport lain. Seperti surfing, freediving, dan berbagai watersport lainnya.

“Pengunjung yang datang akan mendapatkan expirence sendiri. Mereka juga bisa mencoba scuba diving di lokasi. Semua kita siapkan agar pengunjung punya kesan lebih,” ujarnya.

Tidak haya itu saja, stan-stan pameran juga diisi beragam institusi atau penyedia jasa trip wisata ekstrem. Di antaranya oleh dinas pariwisata di Indonesia yang memiliki objek wisata bahari dan wisata petualangan.

Selain itu, masih ada penyedia peralatan selam dan kegiatan outdoor, organisasi sertifikasi, institusi konservasi, dan taman nasional.

“Ada pula penyedia jasa travel, hotel, dan resor. Serta penyedia jasa perjalanan kapal di berbagai daerah. Mulai dari Aceh hingga Papua,” ujarnya.

Event ini turut didukung Kementerian Pariwisata. Karena, turut mengenalkan sejumlah destinasi. Juga mempromosikan sejumlah daerah yang bawah lautnya sudah terkenal. Mulai dari Sabang, Bunaken, hingga Raja Ampat.

“Untuk Kemenpar, kali ini kita mempromosikan 10 destinasi prioritas yang memiliki wisata bahari yang sangat potensial. Seperti Morotai, Labuan Bajo, Wakatobi, Tanjung Lesung. Tidak hanya itu, ada juga yang ikut walaupun tidak di 10 destinasi prioritas. Seperti Sabang dan Lampung,” ujar Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Ratna Suranti, dikesempatan yang sama.

Selain Bali, menurut Ratna, wisatawan mancanegara paling sering melakukan aktivitas selam di Komodo, Raja Ampat, Togean, Banda, Derawan, Wakatobi, dan Sabang.

“Wisman Singapura ataupun Malaysia yang umumya weekenders itu, bisanya sering ke Sabang dan Komodo. Itu yang sedang jadi pilihan favorit mereka,” ungkap Ratna.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik digelarnya Deep & Extreme 2018. Menurutnya, semua destinasi memang harus terus dikembangkan.

Terlebih destinasi menyelam. Destinas ini harus diutamakan. Karena, untuk pencapaian target dari mengembangkan pasar wisata bahari agar menjadi salah satu destinasi menyelam terbaik di dunia.

“Pameran seperti Deep & Extreme Indonesia, diharapkan dapat berkembang menjadi empat kali lipat lebih besar. Terutama dalam empat tahun mendatang. Sehingga dapat juga mengembangkan wisata bahari Indonesia, khususnya menyelam. Karena Indonesia, mempunyai dua per tiga dari seluruh koleksi terumbu karang dunia,” kata Menpar Arief Yahya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here