INDONESIATRAVEL.NEWS–Akses adalah unsur penting bagi sebuah destinasi wisata.
Apalagi destinasi kepulauan, seperti Derawan. Tapi, beruntunglah
kalian para traveler. Sebab, sekarang kepulauan di Kalimantan Timur
itu dilengkapi dengan bandara.

Bandara baru yang telah selesai dibangun ini cukup megah loh.
lokasinya ada di Pulau Maratua. Salah satu pulau terbesar di Kepulauan
Derawan.

Sebenarnya sih guys, Bandara Maratua sudah beroperasi sejak akhir
tahun 2017 lalu. Sejumlah maskapai juga telah melayani penerbangan ke
destinasi ini.

Yang harus kamu tahu, fungsi bandara ini sangat vital. Menurut Dirjen
Perhubungan Udara Agus Santoso, Bandara Maratua bukan hanya sebagai
sarana transportasi warga.

Tetapi juga mengangkut wisatawan domestik dan mancanegara. Maklum
guys, pulau indah ini memang mempunyai spot wisata bertaraf
internasional.

“Mengingat mayoritas wisatawan datang melalui pintu udara, maka Ditjen
Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerja sekuat tenaga untuk
merealisasikan bandara-bandara yang menjadi accessibilitas wisata. Itu
juga pintu gerbang perekonomian Indonesia,” ujar Agus, Selasa (6/3).

Saat ini, Bandara Maratua mempunyai landas pacu berukuran 1600m x 30m.
Dilengkapi juga dengan taxiway dengan ukuran 75m x 18m, dan apron 70m
X 100m.

Dengan ukurannya itu, Bandara Maratua mampu melayani operasional
pesawat jenis ATR 72 secara maksimal. Selain itu, tersedia juga gedung
terminal seluas 600m2. Lengkap dengan gerbang X-ray, lahan parkir, dan
jalan akses dari dan ke bandara.

“Maskapai yang beroperasi di bandara ini adalah Susi Air yang
menggunakan pesawat Grand Caravan dan Garuda Indonesia dengan
menggunakan pesawat ATR 72-600,” ungkapnya.

Menurut Agus, Bandara Maratua dibangun karena memiliki setidaknya dua
nilai strategis. Yang pertama, sebagai bandara di pulau terdepan
Indonesia. Dengan kata lain, bandara ini menjadi penanda kehadiran
Indonesia di wilayah tersebut.

Yang kedua, sebagai pintu gerbang pariwisata di daerah tersebut.
Dengan segala keindahan dan potensi alamnya, Kepulauan Derawan memang
layak dikembangkan menjadi potensi wisata unggulan di Indonesia.

“Bandara Maratua ini sebagai penanda kehadiran negara di daerah
perbatasan Indonesia. Sekaligus berpotensi mengembangkan perekonomian
daerah sekitar dengan pengembangan sektor pariwisata,” ujarnya.

Hal ini juga sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo,
terutama Cita ke 3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dan Cita
ke-7 yang terkait dengan kemandirian ekonomi domestik.

Ditambahkan Agus Santoso, Bandara Maratua mempunyai potensi yang besar
untuk dikembangkan. Untuk itu, Kemenhub melakukan berbagai upaya agar
banyak maskapai dalam maupun luar negeri yang membuka penerbangan di
bandara ini.

Agus Santoso juga berharap, Bandara Maratua diresmikan Presiden Joko
Widodo tahun 2018 ini. Dengan demikian, pengembangan sisi komersial
bandara bisa lebih cepat dilakukan. Tidak hanya itu, keberadaan
bandara bisa semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Menurut Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, potensi wisata di daerahnya
sangat besar. Terdapat sekitar 44 diving spot yang tersebar di 52
pulau. Selama ini, area diving tersebut banyak dikunjungi wisatawan
mancanegara.

“Banyak wisatawan dari Asia Tenggara dan Eropa yang berkunjung ke sini
untuk menyelam dan melihat keindahan alam bawah laut Maratua. Biasanya
mereka menggunakan kapal laut. Baru beberapa bulan ini setelah bandara
beroperasi mereka menggunakan pesawat carter,” terangnya.

Menurutnya, sejak beroperasi, Bandara Maratua turut memberi kontribusi
terhadap kenaikan wisatawan. Asal tahu saja, tahun 2017 lalu wisatawan
yang datang ke Kepulauan Derawan meningkat 24 persen.

“Tidak hanya berwisata, kami juga berharap investor luar negeri
berinvestasi di Kepulauan Derawan. Saat ini sudah ada beberapa resort
yang dikelola oleh investor asing seperti dari Malaysia dan Jerman,”
ungkapnya.

Sedangkan Menpar Arief Yahya mengaku punya banyak kenangan dengan
Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua. Ketika masih memimpin PT
Telkom Indonesia, Arief Yahya pernah menggelar pertemuan di kepulauan
Derawan itu.

“Banyak cerita soal Derawan. Intinya, wisata baharinya keren abis!”
jelas Arief Yahya yang pernah menyaksikan ubur-ubur jinak, tanpa
sengatan seperti yang digambarkan di serial Spongebob itu.

Rombongan manta dengan diameter 4-5 meter juga akrab di manta point
Derawan. Kura-kura friendly berukuran raksasa juga lalu lalang menyatu
dengan para wisatawan. Ikan badut, ikan nemo dan dori ditemukan di
banyak tempat.

“Bawah lautnya bagus dan bisa menjadi andalan wisata bahari kita.
Alhamdulillah sekarang akan lebih mudah ke Derawan karena ada bandara
baru,” ungkap Arief Yahya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here