INDONESIATRAVEL.NEWS–Kalau kamu belum pernah berkunjung ke Maluku Utara, coba deh datang pada 3-5 Mei nanti. Ada agenda Festival Teluk Jailolo 2018 guys. Pesta rakyat yang dijamin seru dan meriah.

Even tahunan ini sudah dihelat sejak 2009 lalu. Yang bikin seru, Festival Teluk Jailolo menyajikan berbagai kearifan lokal yang ada di Halmahera Barat.

Keindahan panorama alam, potensi bawah laut, kuliner khas, serta adat istiadat penduduk asli Halmahera Barat, adalah primadona acara ini. Berbagai atraksi juga bakal memberikan hiburan tersendiri.

“Yang pasti sih, rangkaian acara di Festival Teluk Jailolo 2018 bakal lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Ada pertunjukan seni kontemporer yang memadukan unsur tarian dan musik tradisional khas masyarakat Jailolo. Pertunjukan ini diadakan di panggung di atas laut,” ujar Plt. Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Barat, Demianus Sidete, Kamis (8/3).

Festival Teluk Jailolo 2018 juga akan berisi rangkaian kegiatan. Seperti Sasadu di Laut, Seni budaya Moloku Kie Raha, Parade Budaya, Sigofi Ngolo, Orom Sasadu, Pagelaran Seni, Gelar Kuliner Makanan Khas Halmahera Barat, dan Pameran.

Dijelaskan Demianus, Upacara Adat Sigofi Ngolo merupakan upacara bersih-bersih laut. Acara sakral ini merupakan ritual adat masyarakat setempat dengan memberikan persembahan untuk alam.

“Sedangkan Pagelaran Seni Budaya Moloku Kie Raha nanti menyajikan kuliner tradisional dan panggung seni budaya. Pengunjung juga akan diajak wisata petualangan dengan menjelajahi desa-desa di Halmahera Barat. Wisatawan bisa belajar lebih banyak tentang rempah-rempah, bumbu tradisional kebanggaan Indonesia,” terang Demianus.

Ditambahkannya, Pagelaran Seni Budaya Moloku Kie Raha tahun ini sangat istimewa. Karena, budaya dari empat kerajaan besar di Maluku Utara diintegrasikan dalam ikatan persaudaraan. Tentunya berdasarkan falsafah Moloku Kie Raha.

Nah empat kerajaan besar yang ada di Maluku adalah Jailolo, Bacan, Ternate, dan Tidore

“Dalam bahasa lokal, Moloku Kie Raha berarti persaudaraan penguasa empat gunung. Gunung sendiri diartikan sebagai kerajaan,” terang Demianus.

Sementara, Sasadu di atas laut dipersembahkan oleh masyarakat. Ang ditampilkan adalah koreografi, bermain alat musik, fashion, make up sampai pentas seni.

Seni pertunjukan kontemporer menggabungkan unsur tarian tradisional, musik tradisional, drama dan koreografi yang berakar pada budaya orang-orang Jailolo.

Masih banyak lagi event yang dapat diikuti dalam Festival Teluk Jailolo seperti Lomba Foto Underwater, Lomba Sapu Laut, Fun Drive, Lomba Tarian Tradisional, Pesta Permainan Tradisional Anak, Ceremony Puncak Sasadu On The Sea, Trip Desa Gamtala dan lain sebagainya.

Buat kamu yang belum pernah ke event ini, tidak perlu mengkhawatirkan akses. Sebab, Teluk Jailolo cukup mudah dijangkau. Ada dua moda transportasi yang tersedia.

Yaitu menggunakan pesawat terbang ke Bandara Sultan Baabulah, Ternate, dan menggunakan kapal laut yang menuju Ternate. Dari Ternate menuju Jailolo, dapat menggunakan kapal cepat ataupun kapal kayu.

“Perjalanannya cukup singkat, sekitar 1 jam sudah sampai di Jailolo. Lokasi Festival Teluk Jailolo 2017 tidak terlalu jauh dari dermaga. Pengunjung dapat menggunakan jasa angkutan becak bermotor,” papar Demianus.

Selain itu, Teluk Jailolo juga memiliki sejumlah penginapan. Seperti hotel bintang satu dan homestay. Tarifnya cukup murah. Sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Dengan uang segitu, istirahat dijamin nyaman. Cobain aja kalau tidak percaya.

Tapi, jika masih ingin menginap di hotel, Jailolo juga punya kok hotel-hotel seperti d’Hoek, Hotel Camar, dan Hotel Nusantara Indah. Fasilitasnya adalah bintang satu. Hotel-hotel tersebut menyediakan sekitar 55 kamar.

“Untuk penginapan, kita punya sebanyak 15 penginapan. Sementara di Jailolo, ada cottage dengan 7 kamar, homestay ada 50 dengan 3 kamar masing-masing,” jelasnya.

Untuk biaya penginapan, harga untuk penginapan berkisar sekitar Rp 150.000 – Rp 350.000. Sementara untuk hotel berkisar dari Rp 275.000 – Rp 525.000.Homestay dihitung harga per kamar yakni Rp 100.000 dan Rp 125.000 dengan fasilitas AC.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyambut baik penyelenggaraan Festival Teluk Jailolo 2018 sebagai upaya mengangkat kembali popularitas Moloku Kie Raha.

Apalagi Maluku Utara pernah tercatat dalam sejarah dunia sebagai pusat penghasil rempah-remah terbaik pada Abad XV-XVIII.

“Popularitas Moloku Kie Raha yang sejak Abad XV tersohor ke seluruh dunia sebagai kepulauan penghasil rempah terbaik dunia (spice island) menjadi branding untuk mendongkrak pariwisata Maluku Utara,” kata Menpar Arief Yahya.

Dia menjelaskan, wisata dengan latar belakang sejarah relatif mudah dipromosikan. Catatan sejarah ekspedisi pelayaran laut dalam rangka mencari rempah-rempah pada 700 tahun silam yang dilakukan oleh bangsa-bangsa dari seluruh dunia ke Maluku Utara menjadi cerita menarik.

“Cerita itu dapat dikemas sebagai daya tarik wisata sejarah (history tourism) dan menjadi andalan Maluku Utara dalam menggembangkan sektor pariwisata. Selain daya tarik wisata alam dan budaya,” jelas Menpar Arief Yahya.

Ditambahkannya, prospek pariwisata Maluku Utara ke depan sangat cerah dengan semakin meningkatnya fasilitas aksesibilitas, amenitas, dan aktraksi wisata di sana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here