INDONESIATRAVEL.NEWS, JAKARTA – Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin kedatangan sejumlah Alim Ulama, Ustadz, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Jakarta Selatan, Jumat, (2/11/2018).

Silaturrahim dibuka dengan sholat Shubuh Berjama’ah, tahlil dan dzikir. Selanjutnya, Calon Wakil Presiden Republik Indonesia (Cawapres) nomor urut 01 berpasangan dengan Capres Petahana, Ir. Joko Widodo, didaulat untuk menyampaikan tausiah kebangsaan .

Tausiah ini berisikan tentang pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan dan anasir yang ingin memecah belah bangsa. Termasuk potensi mengganti idiologi Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Indonesia lahir dari satu kesepakatan bersama (kalimatun sawa). Pancasila adalah kesepatan bersama yang harus dijaga,” kata Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Senin, (5/11/2018).

“Islam itu bukan khilafah saja. Kerajaan juga Islam, ada Saudi Arabia dan Yordania. Emirat juga Islam, ada Uni Emirat Arab. Republik juga Islam. Ada Mesir, Pakistan, Turki, dan Indonesia. Khilafah yang dibawa ke Indonesia tertolak dengan sendirinya karena kita punya sistem yang disepakati bersama NKRI. Khilafah bukan ditolak, tapi tertolak karena menyalahi kesepakatan. Bukan Islam atau bukan Islam,” KH. Ma’ruf Amin menjelaskan.

Usai mendengarkan Tausiah Kebangsaan yang begitu gamblang dan Komprehensif, para Alim Ulama, Ustadz, Tokoh Masyarakat se Jakarta Selatan yang hadir dipimpin antara lain KH. Lukman Hakim, KH. Abdul Rozak Alwi, KH. Drs. Zaini Ahmad, KH. Drs. Ali Nurdin MM, KH. Abdul Halim, KH Irfan Zidny, dan sejumlah nasayikh lainnya lalu bersepakat memberikan amanat kepada Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin untuk memimpin Indonesia bersama Ir. Joko Widodo untuk hijrah menuju Indonesia yang lebih maju.

“Shinfaani, dua golongan besar bila keduanya baik, maka baiklah umat manusia. Dan bila mereka buruk, maka hancurlah umat manusia, yaitu ulama dan umara,” kata KH Abdul Rozak mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan HR Ibnu Majah.

“Kolaborasi dan sinergi antara ulama dan umaro ada di diri pasangan nomor 01 Joko Widodo dan Prof. Dr. KH. Maruf Amin. Kami optimistis dan percaya keduanya mampu membawa Indonesia sejahtera lahir dan batin,” KH. Irfan Zidny menambahkan.

Sebagai bentuk dukungan kepada Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, sejumlah alim ulama, para ustadz, dan tokoh masyarakat se Jakarta Selatan lalu bersepakat dan menyampaikan deklarasi dukungan bernam Deklarasi Situbondo 12, tempat Prof. KH. Maruf Amin saat ini tinggal.(rej)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here