INDONESIATRAVEL.NEWS, – Pada Ijtima Ulama yang digelar GNPF memang telah menghasilkan rekomendasi bakal cawapres Prabowo di Pilpres 2019, yaitu Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Seggaf Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Secara halus, Ustadz Abdul Somad sudah menyatakan tidak bersedia maju di Pilpres, meski tak secara tersurat. Ia menyatakan minta didoakan jadi ustaz sampai akhir hayat. Kini tinggal pasangan Prabowo-Salim Seggaf yang tersisa dari rekomendasi Ijtima Ulama tersebut

Apakah pasangan ini benar benar akan dideklarasikan dan maju dalam Pilpres 2019 nanti? Ini jawaban yang disampaikan La Nyalla Mahmud Mattalitti

“Ustadz Abdul Somad sudah menolak, dan ini disampaikan dalam beberapa kesempatan dan saya dengar Prabowo juga enggan untuk berpasangan dengan Salim Seggaf Jufri. Ini menjadi situasi yang aneh dan sulit,sepertinya akan ada kejutan pasangan yang akan maju dalam Pilpres 2019 nanti,” ujar La Nyalla

Menurut pria yang akan maju dalam pertarungan DPD-RI ini, keputusan Ijtima Ulama ini juga diluar nalar

“Dalam rakornas PA 212 bulan Mei kemarin, sudah sepakat bahwa ada rekomendasi lima nama jadi Capres dan ada sembilan nama yang akan diperjuangkan untuk menjadi cawapres. GNPF-U dan PA 212 ini berisikan nama nama sebagian besar sama. Lha, ini ujug ujug nama Ustadz Abdul Somad dan Salim Seggaf muncul dan langsung disetujui, ada apa ini?,” tanyanya

Ketua Kadin Jawa Timur ini menambahkan bahwa dalam Rakornas PA 212 yang diselenggarakan di Cibubur 29 Mei yang lalu, telah merekomendasikan beberapa nama capres seperti Habib Rizeq Shihab, Prabowo Subianto,Yusril Ihza Mahendra, Tuan Guru Bajang dan Zulkifli Hasan.

Selain Capres, sejumlah nama juga direkomendasikan untuk diusung pada Pilpres 2019 mendatang seperti Yusril Ihza Mahendra, Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Tuan Guru Bajang, Anies Matta, Zulkifli Hasan, Eggi Sudjana, Bachtiar Nasir dan Prabowo Subianto

“NAH, nama Yusril Ihza Mahendra (YIM) dan lain lain tiba tiba menghilang, Koalisi keumatan yang digadang gadang sampai hari ini juga belum pernah terbentuk secara resmi, belum ada deklarasi dan belum ada tanda tangan kesepakatan (parpol),” tambahnya

Nantinya, jika ternyata pasangan yang maju dalam Pilpres 2018 tidak ada dalam rekomendasi PA 212, hal ini akan sangat disayangkan.

“Sosok hebat seperti YIM, Anis Matta dan tokoh lain yang telah direkomendasikan PA 212 sangat layak untuk berhadapan dengan Jokowi dan didukung koalisi keumatan, kans menang nya sangat besar. Sangat disayangkan atau ini hanya akal akalan saja, tokoh tokoh tersebut sengaja dihilangkan, Kita lihat saja nanti,” pungkasnya.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here