INDONESIATRAVEL.NEWS–Buat pecinta media sosial, algoritma adalah fenomena. Kalau kamu belum begitu paham dengan algoritma, datang saja ke House 10 Coffee, Banda Aceh, Jumat (30/3). Sebab, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh akan membahas hal tersebut.

Algoritma adalah sebuah sistem untuk mempermudah pencarian di internet. Secara prinsip, algoritma medsos ini selalu menarik untuk dikulik. Dengan karakternya, algoritma secara otomatis akan menyaring konten-konten yang relevan dengan penggunanya.

“Fenomena algoritma dan trending topic Twitter selalu menarik untuk dikupas dari berbagai sisi. Tema ini pun kami pilih untuk agenda Kopdar GenPI Aceh pekan ini,” ungkap Ketua Organisasi dan SDM GenPI Aceh Sudarliadi, Kamis (29/3).

GenPI Aceh memang rutin menggelar forum diskusi dengan label Kopdar 3.0. Beragam tema yang mencerahkan selalu disajikan. Kopdar ini pun menjadi momen yang paling ditunggu para anggotanya.

Sama seperti forum yang digelar sebelumnya, Kopdar 3.0 akan dihadiri banyak kalangan. Ada penggiat medsos dari lintas komunitas digital, influencer, hingga blogger.

“Mereka rutin duduk bersama kami membahas banyak hal. Mereka ini berasal dari Banda Aceh dan sekitarnya. Nantinya akan bergabung juga sejumlah anggota GenPI baru. Nama-nama baru ini yang tergabung dalam situs www.genpi.co. Yang jelas, pembahasan algoritma medsos ini dijamin seru dan berbobot,” terangnya.

Menurut Ketua GenPI Nasional Mansyur Ebo, karakter algoritma medsos ini memang unik.

“Algoritma media sosial ini sebenarnya sangat membantu. Tapi, karakternya memang unik. Karena ternyata desainnya mampu menjaring konten yang dicari penggunanya. Berbagai keunikan ini yang akan dibedah oleh GenPI Aceh. Kami berharap input berupa pemahaman positif bisa diambil oleh para anggota terkait sisi lain algoritma medsos,” tutur Ebo.

Yang menjadi masalah, algoritma sering mengutamakan konten tertentu. Di sisi lain, algoritma medsos cenderung mengabaikan info lain yang tidak memiliki kesesuaian.

Hal ini mengakibatkan netizen hanya mendapatkan informasi satu arah. Fenomena ini dianggap sebagai sisi gelap algoritma medsos. Namun, di sisi lain, konsep ini sangat efektif yang membantu proses branding suatu produk.

Bagi pemilik produk, algoritma membantu untuk lebih dekat dengan konsumen, yaitu pemilik akun. Algoritma mengarahkan proses promosi pada akun yang relevan dengan produk tersebut.

“Setelah mengikuti Kopdar ini, para anggota GenPI Aceh pasti akan lebih selektif dalam mensikapi sebuah informasi. Inilah yang dibutuhkan,” jelas Ebo lagi.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Kemenpar Don Kardono menerangkan, sisi lain algoritma medsos harus dioptimalkan.

“Forum-forum seperti Kopdar ini harus rutin digelar oleh GenPI di daerah-daerah. Manfaatnya banyak. Ada proses edukasi yang kuat di dalamnya. Terkait fenomena algoritma medsos, ini harus dioptimalkan terutama untuk branding semua prodak pariwisata. Untuk sisi lainnya, menjadi bagian pembelajaran menjadi lebih bijak. Fenomena ini memang unik dan menarik,” terangnya.

Algoritma medsos memastikan 30% post dilihat oleh para pengguna Instagram. Sebab, ada potensi 70% postingan yang muncul di medsos akan terlewatkan pengunanya, seiring beragam informasi baru yang masuk.

Kreativitas GenPI Aceh, apresiasi diberikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Kalau ada sisi lainnya, algoritma medsos ini harus dibalik. Sisi positifnya dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk mendatangkan value. Makanya saya selalu bilang, manfaatkan medsos untuk branding pariwisata. Untuk melihat sisi lainnya, dilakukan check and balance. Apa yang dilakukan GenPI Aceh itu upaya untuk menyeimbangkan semuanya. Bagus itu,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here