INDONESIATRAVEL.NEWS, HA LONG CITY, VIETNAM – Fantastis. Pionir Destinasi Digital di Indonesia, Pasar Karetan sukses di ATF 2019, ASEAN Tourism Forum. Sore ini, 18 Januari 2019, Pasar yang dibangun anak-anak muda Genpi Jateng itu menerima penghargaan level ASEAN, dalam kategori Community Based Tourism. Dua lokasi yang mendapatkan awards, Pasar Karetan Kendal Jateng dan Bangsring Underwater, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sama-sama destinasi yang ide dan pengelolaanya berbasis pada komunitas. Bedanya, Bangsring Underwater berada di pesisir atau tepi laut di Banyuwangi, yang punya story panjang dengan perdagangan ikan hias. Dari menjual ikan hias, menjadi penjaga dan pemelihara ekosistem ikan di pantai.

Pasar Karetan, berbasis pada komunitas digital Genpi, Generasi Pesona Indonesia. Komunitas anak-anak muda netizen di Kota Semarang, yang dibina oleh Kemenpar untuk mempromosikan Destinasi, Calendar of Event, dan Kebijakan Kepariwisataan. Semua dilakukan dengan media social, dari berbagai platform.

Nah, Pasar Karetan itu adalah produk aktivitas offline dari Genpi Jateng, selain kegiatan digital online. Pasar yang hanya buka tiap Minggu pagi, pukul 07.00 sd 12.00 WIB ini oleh Menpar Arief Yahya dinamakan Destinasi Digital, karena semua berawal dari komunikasi digital. Dipromosikan secara digital di media social dan media digital.

Customers Pasar Karetan berawal dari folloerws, friends, fans, subscriber dari masing-masing members Genpi. Makin lama makin meluas, makin viral, dan selalu membuat penasaran. Pasar itu didesain indah di kamera atau cameragenic, jika difoto layak menjadi bahan untuk diposting di media social. “Saya sering menyebut Instagramable!” jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Karena sukses Pasar Karetan itu, Menpar Arief Yahya terus memperkuat Genpi dengan salah satu aktivitas offline-nya mencetak Destinasi Digital. Selain di Online, selalu mempromosikan Pariwisata Indonesia. “Framework strategi media kami POSE, Paid Media, Own Media, Social Media, dan Endorser. Genpi bisa menjadi kekuatan Sosial Media dan sekaligus Community Endorser,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief sempat “bingung” millennials itu makhluk seperti apa? Setiap membuat destinasi digital selalu heboh dan sukses. Selalu menjadi trending topic? Dan sustainable, sudah banyak yang berulang tahun ke satu, beroperasi setiap Minggu pagi, seperti Pasar Pancingan Lombok, Pasar Kaki Langit Jogja, dan Pasar Mangrove Batam.

Mengapa bisa hidup berkelanjutan? Karena mereka memenuhi syarat 2C, ada creative values, dan sekaligus memiliki commercial values. Mereka hobi, atau suka, dan bisa menghasilkan benefit baik direct impact maupun indirect impact atau media values. “Saya minta Mei 2019 ini sudah ada 100 Destinasi Digital di seluruh Indonesia,” targetnya.

Sedangkan, kategori Homestay, penghargaan diberikan kepada Tembi Village Guest House, Bantul Jogjakarta. Lalu Spa ada beberapa yang sukses, diantaranya Bhava Spa, Heaven Spa by Westin, Martha Tilaar Spa, Taman Sari Royal Heritage Spa, dan Ubid Traditional Spa di Bali.

Adapun Public Toilet yang juga memperoleh penghargaan adalah The Mulia Bali Public Toilet, The Bali Safari and Marine Park Public Toilet, Tunjungan Plaza Public Toilet. “Selamat buat semua yang sudah berprestasi, pertahankan dan jadikan lebih baik lagi,” pesan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang hadir di ATF 2019 sejak 16 Januari 2019.

Penghargaan atau awarding itu penting. Menpar Arief Yahya yang juga mantan Dirut PT Telkom ini selalu menyebut 3C dalam setiap capaian penghargaan. Pertama Calibration, sudah dikalibrasi, diukur, dan sesuai dengan kriteria yang berstandar ASEAN.

Kedua, lanjut dia, confidence atau kepercayaan diri. Kemenangan itu secara internal akan menaikkan confidence level. Lebih pede, dan kepercayaan diri itu menjadi factor penting dalam membuat keputusan ke depan.

Ketiga, kemenangan itu secara eksternal juga akan menaikkan credibility, atau lebih terpercaya, lebih diakui, lebih kuat. Pihak lain juga akan melihat, bahwa pemenang itu memiliki kompetensi dan untuk menuju ke sana melalui jalan yang tidak mudah.

“Berbagai kemenangan itu semakin menyadarkan kepada kita bahwa kita ini bangsa pemenang, bukan bangsa pecundang. Jadi selamat buat para pemenang, terus berprestasi, terus berkreasi,” ungkap Arief Yahya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here