INDONESIATRAVEL.NEWS, BATUSANGKAR: Jalan-jalan ke Sumatera Barat? Nah ini dia agenda yang sayang bila dilewatkan, Festival Pesona Budaya Minangkabau. Event yang berlangsung 28 November hingga 2 Desember 2018 ini diisi dengan beragam atraksi budaya menarik yang menjadi kenangan yang tak terlupakan. Sederet atraksi itu di antaranya kirab raja-raja Nusantara, pemecahan rekor MURI minum kopi kawa daun, tari kolosal dan banyak lagi. Selain itu juga sederet kuliner, produk kerajinan dan lain lain akan ditampilkan dalam sejumlah pameran.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Tanah Datar, Abdul Hakim mengatakan salah satu kegiatan yang merupakan bagian dari Festival Pesona Budaya Minangkabau adalah Festival Keraton. Festival tersebut nantinya akan menampilkan sederet ornamen dan atribut keraton dari seluruh kerajaan yang ada di Indonesia. Juga tak ketinggalan acara kirab raja-raja nusantara.

“Raja-raja se Nusantara nantinya akan menggelar kirab, yang direncanakan akan dilaksanakan di kawasan Pasar Batusangkar, pada tanggal 29 November” kata Abdul Hakim ketika dikonfirmasi, Selasa(27/11).

Lebih lanjut, Abdul Hakim menyebutkan, terdapat lebih kurang 47 raja se Nusantara yang akan hadir dalam kegiatan tersebut dan dilengkapi dengan para pengiring.

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada setidaknya separo dari raja-raja tersebut yang mengkonfirmasi kehadiran dan diprediksi jumlah yang akan datang nantinya lebih dari seribu orang.

Satu rombongan raja yang hadir dalam festival ini akan membawa pengiring sebanyak 30 hingga 40 orang, sehingga diperkirakan akan ada kurang lebih seribuan tamu dari rombongan raja-raja se Nusantara.

“Kita siap menyukseskan festival ini, sebab kita tidak tahu kapan lagi raja-raja tersebut akan menggelar hal serupa di Tanah Datar,” ujarnya.

Sementara pemecahan rekor MURI dengan meminum kopi kawa daun akan digelar pada 29 November. Sebanyak 1.018 gelas kawa daun yang merupakan minuman tradisional asal Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dipersiapkan dalam rekor MURI nanti. Kopi kawa daun dipilih karena minuman tersebut merupakan salah satu kuliner khas dari Tanah Datar dan sudah ada sejak lama.

Kopi kawa daun terbuat dari daun kopi yang sebelumnya sudah diasapi sampai kering dan kemudian baru direbus untuk kemudian airnya dapat diminum. Dalam penyajiannya, kopi kawa daun tidak menggunakan gelas atau cangkir sebagai wadah, akan tetapi menggunakan wadah dari tempurung atau batok kelapa.

“Salah satu keunikan dari kawa daun adalah dalam hal penyajian, minuman tradisional ini disajikan dalam wadah dari tempurung kelapa,” ujarnya.

Festival Pesona Budaya Minangkabau merupakan langkah nyata Pemda sebagai penarik kunjungan wisatawan ke Tanah Datar. “Event ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung peningkatan kunjungan wisatawan ke Tanah Datar,” ujar Abdul Hakim.

Event ini sendiri diikuti seluruh kabupaten/kota se Sumbar, provinsi Riau dan bahkan dari Malaysia.

“Festival Budaya Minangkabau ini dihiasi juga oleh pergelaran seni Melayu Riau dan Malaysia, serta pergelaran budaya dari kabupaten/kota di Sumbar. Dan dalam event ini juga akan digelar pawai budaya Minangkabau, arakan jamba dan makan bajamba, pameran benda-benda pusaka, fashion show, pacu jawi dan alek anak nagari,” katanya.

Abdul Hakim memaparkan, kegiatan festival merupakan kegiatan rutin dalam melestarikan budaya Minangkabau setiap tahunnya dan tahun ini akan menggelar 14 macam pergelaran.

Abdul Hakim juga menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pariwisata yang mendukung Festival Pesona Budaya Minangkabau. “Acara ini memang sangat menarik, sayang untuk dilewatkan,” ujar Abdul Hakim.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung penuh kegiatan ini. Apalagi eventnya bertaraf internasional dan termasuk dalam 100 Wonderful Indonesia.

“Sumatera Barat cukup banyak melaksanakan event. Terdapat 132 event dalam setahun. Dan, ada 3 event yang masuk dalam top seratus event nasional, yakni Sawahlunto Internasional Music Festival, TdS dan Festival Pagaruyung yang kita populerkan juga sebagai Pesona Minangkabau,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk pengembangan pariwisata di Sumbar, Menpar mengatakan memakai rumus 3A (Atraksi, Amenitas dan Aksebilitas). Yang didukung pertama adalah kulinernya yaitu randang. Randang adalah makanan terbaik tingkat dunia dan oleh Kemenpar sudah ditetapkan sebagai satu di antara 10 national food.

“Ganjarannya adalah randang sudah kami promosikan ke 100 restoran indonesia yang ada di seluruh dunia” jelasnya.

Di kesempatan berbeda Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Oni Yulfian mengatakan, kegiatan Festival Pagaruyung dihelat di sejumlah lokasi. Namun dipusatkan di Istano Basa Pagaruyung. Akan banyak menampilkan berbagai macam jenis kegiatan.

Selain atraksi budaya yang telah disebutkan di atas, acara juga dimeriahkan tari massal Authentic Minangkabau, Makan Bajamba bersama, Pagelaran Silat Raja se-Nusantara, Festival Manampih Bareh dan Manumbuak Kopi, dan Festival Marandang jo Malamang.

“Kegiatan lainnya, ada Fashion Show Authentic Minangkabau, Pacu Jawi Nagari Padang Laweh, Seminar dan Forum Kaba Rantau, Festival 1000 Randai, Pagaruyung Run, Hiburan Artis Minang, Pagelaran Seni Budaya Spesifik Minangkabau dan Pagaruyung Expo,” sebut Oni.

Pagaruyung terletak di kota Batusangkar, ibukota Kabupaten Tanah Datar. Jika datang dari luar Sumatera Barat, begitu mendarat di Bandara menggunakan mobil hanya membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam.

Di Bandar Udara Minangkabau yang merupakan gerbang Sumatera Barat tersedia berbagai jenis angkutan umum menuju kota Batusangkar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here