Kediri – Sekitar 39 kendaraan roda empat turut menyemarakkan Parade Budaya dan Mobil Hias, Minggu (7/7). Kegiatan itu menjadi pembuka dari rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019. Berbagai elemen masyarakat turut hadir pada acara tersebut, baik sebagai peserta maupun penonton.

Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, untuk mobil hias diikuti sejumlah instansi pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat umum. Salah satu partisipan adalah PT. Gudang Garam yang membawa trailer dengan puluhan penari dan bunga indah. Mengusung tema ‘Wonderland of Java’, mereka tampil total hingga sukses menyedot perhatian masyarakat.

“Untuk event kali ini, kami tidak membatasi kreativitas peserta. Mereka boleh mengangkat tema apa saja, yang penting masih terkait seni dan budaya Kabupaten Kediri. Ada yang menampilkan karakter Dewi Songgo Langit, Sumpah Lembu Sora, Situs Panji Gambyok, dan lain-lain. Semua menarik dan kreatif,” ujarnya.

Sesuai prediksi awal, acara ini berlangsung sangat meriah. Semangat menyemarakkan event bukan hanya datang dari para peserta, tapi juga masyarakat setempat. Termasuk para wisatawan yang penasaran ingin menyaksikan jalannya acara.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Suwignyo menambahkan, beragam atraksi ditampilkan dalam pembukaan event ini. Barisan purna Paskibra dan Drum Band Akademi Perkeretaapian Indonesia juga tak mau ketinggalan. Mereka bahkan menjadi ‘Cucuk Lampah’ Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias tersebut.

“Ini luar biasa. Semua partisipan tampil maksimal. Yang menarik bukan hanya mobil hias. Tetapi juga deretan penari dan kontingen lain. Kesemuanya memakai kostum-kostum yang indah dan keren. Benar-benar sesuai ekspektasi,” ucapnya.

Sebelum Parade Budaya dan Mobil Hias berlangsung, para millenial sudah terlebih dahulu mengunjungi stand-stand pameran di Kawasan Simpang Lima, Gumul, Kediri. Sejumlah stand dibangun dengan konsep kekinian dan instagramable, sehingga banyak yang menjadikannya sebagai latar belakang untuk berfoto.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyatakan, Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 adalah komplit. Ada banyak hal yang ditampilkan. Bukan sebatas pentas seni budaya atau hiburan, tetapi juga ada pameran produk-produk UMKM. Termasuk Street Food Festival, dimana pengunjung bisa berburu kuliner sepuasnya.

“Konsep yang dikemas benar-benar layak diacungi jempol. Nuansa tradisional dan modern disandingkan, sehingga saling menguatkan. Dengan treatment seperti ini, beragam tradisi dan budaya akan lestari. Empati besar akan diberikan para millenial karena mereka juga diberikan space berkreasi,” jelasnya, diamini Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar, Wawan Gunawan mengingatkan, Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 berlangsung selama satu minggu. Yaitu tanggal 7-13 Juli. Dengan demikian, ada banyak kesempatan bagi pengunjung atau wisatawan untuk mengenal lebih dalam seni budaya Kabupaten Kediri.

“Jangan berpikir acara ini akan menjemukan. Justru sebaliknya. Ada banyak keseruan yang bisa dinikmati. Bahkan oleh para millenial dan segala usia. Khusus bagi anak muda Kediri, jangan merasa gaul kalau belum datang ke acara ini” tegasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, budaya menjadi salah satu potensi yang bisa dimaksimalkan untuk mendatangkan wisatawan. Sebab, 60% wisatawan mancanegara datang ke Indonesia karena budaya. Selebihnya karena alam (35%), dan faktor buatan (5%).

“Budaya harus terus dilestarikan. Iya yakin, semakin budaya dilestarikan, maka akan makin mensejahterakan. Karenanya, para penggiat kebudayaan harus mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai komersil tinggi,” tandasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here