INDONESIATRAVEL.NEWS, BATAM – Berakhirnya gelaran The Best of Street Food Fiesta 2019 tak lantas membuat wisatawan langsung hengkang dari Batam. Kota ini terlalu menarik untuk cepat-cepat ditinggalkan. Karena itu, sebagian pelancong memilih stay beberapa hari untuk mengenal dan menikmati beragam destinasi wisata yang tersedia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani mengatakan, bagi yang baru pertama ke Batam, tak afdol jika tak mengunjungi Jembatan Barelang yang sudah populer sebagai ikon atau landmark Pulau Batam.

“Nama barelang sendiri merupakan singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG. Jembatan ini menghubungkan sejumlah pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru,” ujarnya, Senin (4/3).

Jembatan Barelang adalah pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan tenaga ahli luar negeri. Jembatan ini dibangun untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam (OB) sebagai regulator daerah industri Pulau Batam.

“Jembatan Barelang terdiri dari enam buah jembatan. Enam buah jembatan megah ini merupakan proyek vital sebagai penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer,” jelasnya, didampingi Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Adapun keenam jembatan tersebut yaitu Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan I), Jembatan Nara Singa (jembatan II), Jembatan Raja Ali Haji (jembatan III), Jembatan Sultan Zainal Abidin (jembatan IV), Jembatan Tuanku Tambusai (jembatan V), dan Jembatan Raja Kecik (jembatan VI).

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menambahkan, Jembatan Barelang menjadi lokasi menarik untuk sekadar menikmati waktu sore atau bersantai. Di sekitar jembatan juga dibangun rest area dan tempat parkir yang luas. Di sini juga terdapat penjual kuliner serta minuman sekadarnya.

“Pengunjung biasa berfoto dengan latar belakang Jembatan Barelang atau birunya laut yang indah. Sayang, seringkali masih ada pengunjung yang bandel dan parkir kendaraan di badan jembatan sehingga mengganggu arus lalulintas. Namun begitu, secara berkala akan ada petugas yang patroli menertibkan mereka,” bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, saat ini semua destinasi wisata di Batam, atau Kepulauan Riau secara umum, bisa dijangkau dengan mudah. Aksesibilitas terus dibenahi dan dilengkapi. Untuk perjalanan udara, sudah ada Bandara Internasional Raja Ali Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Wisatawan bisa mengaksesnya dari Jakarta, Pekanbaru, Batam, Natuna, dan Anambas.

“Tahun ini kita punya target kunjungan 20 juta wisman dan 275 juta wisnus. Untuk merealisasikan target tersebut, harus diikuti kesiapan 3A. Yaitu akses, atraksi, dan amenitas. Batam atau Kepri dengan segala potensinya, diharapkan bisa mendatangkan wisman khususnya dari wilayah perbatasan melalui crossborder tourism,” jelasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here