INDONESIATRAVEL.NEWS– Grafik pertumbuhan penumpang di Bandara Internasional Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Angkasa Pura II, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Silangit tahun 2017 sebanyak 282.240 orang. Catatan tersebut melampaui target sebesar 250.000. Tren positif pun diperlihatkan di awal tahun 2018.

“Hingga akhir Maret 2018, penumpang yang menggunakan Bandara Internasional Silangit mencapai 100.311 orang. Atau tumbuh lebih dari 61,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Yaitu sebesar 62.246,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, Kamis (12/4).

Berbanding lurus dengan hal tersebut, pergerakan pesawat pun terkoreksi positif. Hingga akhir Maret 2018 Bandara Internasional Silangit membukukan 1.242 pergerakan pesawat. Atau naik dari dari 846 pergerakan pesawat pada periode sebelumnya.

“Menarik kalau dilihat dari traffic di Silangit. Ini membuktikan kalau supply bisa create demand, bukan demand yang create supply. Artinya setelah menjadi bandara internasional, permintaannya sangat tinggi,” ungkapnya.

Saat ini, luas terminal Bandara Silangit adalah 3.054 m2. Bandara ini mempunyai panjang runway 2.650 m × lebar 45 m. Pemerintah berencana mengembangkan terminal bandara hingga 10.000 m2 dan memperpanjang runway menjadi 3.000 m.

Bandara Silangit sudah dilengkapi terminal berdesain modern. Desain ini tetap mengedepankan kearifan lokal dengan pelayanan standar internasional. Adanya. Penerapan smart airport juga telah memberikan nilai lebih bagi bandar udara tersebut.

“Bandara Silangit kian tumbuh dan berkembang menyesuaikan dengan tuntutan masyarakat dan negara pada era masa kini. Diharapkan Bandara Silangit menjadi bandara percontohan sebagai prasarana penunjang untuk meningkatkan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikutan happy dengan kemajuan yang capai Bandara Internasional Silangit. Kehadiran Bandara Silangit memang memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitarnya.

Masyarakat di Tapanuli Utara dan wisatawan yang akan ke Danau Toba, terbukti memanfaatkan keberadaan bandara di Silangit Siborong-borong ini.

“Kalau mau menjadi destinasi wisata kelas dunia, harus punya bandara internasional. Dengan Bandara Internasional Silangit, Danau Toba akan menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Sehingga jumlah wisatawan yang mengunjungi Danau Toba melalui Bandara Silangit semakin bertambah. Apalagi kalau Silangit telah menjadi hub penerbangan internasional. Makin keren lagi nantinya,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here