INDONESIATRAVEL.NEWS– Penyelenggaraan Tanah Lot Art and Food Festival (TLAFF) 2018 sangat memuaskan. Selain parade seni budaya, festival ini juga memperlihatkan kekayaan kuliner Bali yang top. Event yang berlangsung tiga hari ini, mampu menjual puluhan ribu lembar tiket.

Pada hari pertama festival, tiket terjual hingga 10.985 lembar. Jumlah pengunjung meledak menjadi 60 ribu setelah festival digratiskan. Sedangkan di hari kedua, sebanyak 12.987 lembar tiket terjual. Di hari ketiga hingga pukul 13.00 WITA, penyelenggara mampu menjual 3.747 lembar tiket.

Tanah Lot Art and Food Festival 2018 digelar 18-20 Agustus. Lokasinya di Destinasi Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali. Kuliner menjadi daya tarik utama.

Total, ada 30 jenis kuliner yang disajikan dalam 38 stand. Ada 9 stand kopi, 12 stand kuliner, 7 stand jajanan, dan 10 stand UKM. Kuliner-kuliner ini disajikan dengan unik. Soal rasa tidak usah diragukan lagi. Juara!

“Secara keseluruhan, penyelenggaraan bagus. Festival ini jadi media branding terbaik untuk beragam kuliner khas Tabanan. Kami tentu gembira karena respon publik sangat positif,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa, Senin (20/8).

Kuliner-kuliner yang menarik perhatian diantaranya Belayag Jidekoh. Kuliner yang langka tersebut terdiri dari kombinasi lontong dengan sayur urab bumbu Bali. Bahan tersebut lalu diberi sambal goreng, kentang, disiram bumbu kental.

Ada juga sajian Lawar. Namun, bahannya disesuaikan. Seperti daging babi yang diganti dengan daging kambing. Namun, kualitas rasanya tetap terjaga. “Ada banyak inovasi yang diberikan. Harapannya ini menjadi tren baru yang digemari publik,” terangnya lagi.

Ada juga Lawar berbahan dasar daging kuwir atau entok. Lawar ini mendapat respons luar biasa. Untuk menghasilkan cita rasa terbaik, entok diramu dengan bumbu tradisional Bali. Penyajiannya bersama beras merah dan kuah.

“Lawar kuwir ini juga menjadi kuliner yang banyak diminati. Rasanya nikmat. Lawar kuwir ini jadi bukti kreativitas warga di sini,” ujarnya.

Selain Lawar, ada juga Entil Pupuan. Kuliner ini juga menjadi kekayaan Tabanan khususnya Pupuan. Entil Pupuan dikemas dengan daun kalingidi. Penyajiannya bersama sayuran dan kuah santan. Rasanya, jelas sangat gurih dan nikmat. Ada juga olahan berbahan dasar ikan yang disajikan khas Desa Timpang. Olahan ini lengkap dengan beragam rempah terbaik Bali.

“Entil Pupuan ini sangat unik. Cita rasanya nikmat. Kamis sengaja menampilkan beragam kuliner khas Tabanan di festival ini. Sebab, Tanah Lot ini destinasi yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Mereka ini datang dari berbagai negara. Ini kesempatan kami berpromosi,” kata Made Yasa lagi.

Kuliner di TLAFF 2018 semakin berwarna. Sebab, kuliner berbahan dasar belut juga dihadirkan. Belut ini diolah menjadi berbagai varian jenis kuliner. Salah satu yang populer itu adalah Lindung. Kuliner ini mengolah belut goreng dengan baluran bumbu bawang putih dan kencur. Selain rasanya, aromanya juga khas.

Alternatif unik lainnya adalah kukul atau siput sawah. Kukul yang memiliki kandungan protein tinggi, diolah menjadi sate. Sate kukul ini pun sangat nikmat. Cita rasanya khas.

Menurut Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, ada banyak potensi besar yang dimiliki Tabanan.

“Pariwisata Tabanan ini kuat di semua lini. Bukan hanya nature dan culturenya yang eksotis, tapi kuliner yang ditawarkan juga luar biasa. Beragam kuliner tradisional ini jadi kekuatan tersendiri,” jelasnya.

Ni Wayan menilai kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi pariwisata. Khususnya Tabanan.

“TLAFF 2018 ini tetap memberikan dampak positif bagi pariwisata Tabanan. Ada banyak value yang bisa dinikmati oleh pelaku industri pariwisata di Tabanan. Kami optimistis, wilayah Tabanan bisa memnuhi target kunjungan wisatawan tahun ini,” jelas Ni Wayan Giri Adnyani lagi.

Tanah Lot di Tabanan merupakan salah satu motor penarik wisatawan terbaik. Tahun 2017, destinasi ini total dikunjungi oleh 3 juga wisatawan. Lalu, tahun ini Tanah Lot ditarget kunjungan 3,5 juta wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, TLAFF 2018 telah menjalankan fungsinya. Yaitu sebagai media branding berbagai potensi yang dimiliki Tabanan.

“Kami memberikan apresiasi. Sebab, respon publik untuk TLAFF 2018 ini sangat besar. Kami optimistis TLAFF akan terus berkembang menjadi event besar. Apalagi, Tanah Lot ini destinasi terbaik dunia. Tapi, untuk penyelenggaraan tahun depan dibutuhkan inovasi lagi di semua lini event,” tutupnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here