INDONESIATRAVEL.NEWS, JAKARTA – Sejumlah infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah selesai dibangun. Pembangunan tersebut dilakukan oleh Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya hal tersebut menjadi kabar bahagia. Pasalnya Labuan Bajo kini siap menjadi destinasi unggulan selain Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Tidar.

“Ini merupakan sinergi mendorong pariwisata yang telah menjadi core ekonomi bangsa. Karena harmoni dan sinergi adalah survival kita. Harmoni dan sinergi adalah kunci sukses kita. Kata kuncinya Indonesia Incorporated. Semua stakeholder solid, kompak, bersatu, dan bersemangat untuk maju. Ini dibuktikan oleh Kementerian PUPR yang menyelesaikan berbagai fasilitas di Labuan Bajo,” ucap Menpar Arief Yahya, Selasa (29/1).

Tak tanggung-tangung, dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah menggelontorkan anggaran Rp40,35 miliar untuk penataan kawasan di Labuan Bajo. Penataan tersebut meliputi Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

Lingkup pekerjaannya pun sangat banyak. Meliputi pembangunan pusat wisata kuliner Kampung Ujung, pembangunan jalan lingkungan di Kampung Tengah, pedestrian Jalan Soekarno Hatta, penerangan jalan umum, dan pembangunan jembatan di Promenade Kampung Air.

Selain itu, pemerintah juga mempercantik Labuan Bajo dengan membangun gerbang, patung Komodo, bangunan ticketing, shelter pengunjung, toilet dan signage. Selain itu, dibangun juga jaringan air bersih ke pelabuhan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono berharap, ke depan semakin banyak wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo. Tidak hanya itu, semakin baiknya fasilitas membuat mereka lebih lama untuk tinggal.

Apalagi KSPN Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata “Bali Baru” yang dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Dimana tahun ini ditargetkan mencapai 20 juta kunjungan.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur,” kata Basuki.

Penataan kawasan wisata Labuan Bajo mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat, terutama para pedagang.

Mereka ingin segera pindah ke kawasan wisata kuliner Kampung Ujung yang telah selesai direnovasi dengan desain tenda baru berwarna putih. Wisatawan dapat menikmati beragam olahan seafood di tepi laut dengan tenda-tenda yang bisa menjadi spot untuk swafoto.

Meuti, salah satu pedagang kuliner mengatakan kawasan wisata Labuan Bajo kini sudah banyak berubah. Penataannya lebih rapi dan bagus. “Sekarang (kawasan Labuan Bajo) lebih rapi dan bagus,” ujar Meuti.

Hal senada diungkapkan Warsono, salah satu wisatawan dari Surabaya. “Bagus ya. Kita bisa berfoto dengan keren, apalagi infratruktur jalan menuju kesini juga mulus. Semoga tempat ini bisa segera ditempati pedagang ya biar ramai,” katanya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here