INDONESIATRAVEL.NEWS, BATAM – The Best of Street Food Fiesta masih meninggalkan kesan terbaik bagi pengunjung. Event yang digagas Batam View Beach Resort ini sukses mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Lebih dari 200 pax terjual. Para pecinta kuliner pun tampak sangat antusias mencicipi aneka sajian dari makanan ringan hingga menu utama.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar mengatakan, dari komentar para pengunjung, semua tampak puas. Semua bergembira menikmati beragam makanan yang mungkin sebagian menu baru dilihatnya di lokasi The Best of Street Food Fiesta 2019.

“Kita sudah prediksi acara ini bakal sukses. Apalagi kemasan acaranya dibuat berbeda, dengan sentuhan tradisional dan modern. Ditambah lagi ada entertain seperti live music, gamelan, magic show dan membantik. Pokoknya lengkap. Pengunjung bisa makan sepuasnya sambil menikmati hiburan,” ujarnya, Minggu (3/3).

General Manager Batam View Beach Resort Anddy Fong berterimakasih atas dukungan semua pihak, termasuk Kementerian Pariwisata yang sudah mensupport event ini sehingga berjalan lancar dan sukses. Menurutnya, wisman yang datang ke acara tersebut antara lain dari Srilangka, Singapura, Malaysia, Italia, dll.

“Kita puas karena lebih banyak warga mancanegara yang hadir di sini. Artinya, tujuan kita untuk mendatangkan wisman melalui kuliner berhasil. Mungkin belum terlalu banyak. Tapi kita akan terus berusaha melakukan yang terbaik,” ungkapnya.

The Best of Street Food Fiesta sendiri berlangsung di samping kolam renang Batam View Beach Resort, Sabtu (2/3) malam. Beberapa sajian yang bisa dinikmati antara lain martabak manis, ayam penyet, sate ayam, ayam pandan, chai kwe, dan char kway teow.

Martabak manis menjadi sajian yang paling banyak diminati pada awal pembukaan acara. Sejumlah ibu mengantre sambil memperhatikan cara chef menuang adonan pada loyang hingga camilan martabak manis dengan aroma pandan tersaji di piring.

Tak kalah menarik adalah menu ayam pandan asal Thailand. Rata-rata pengunjung penasaran dengan bungkusan daun pandan yang digoreng dalam minyak penuh, hingga warna daun kecokelatan dan agak mengering. Saat dibuka, ternyata berisi sepotong daging ayam yang sudah dilumuri bumbu tertentu. Aroma pandan menyeruak, memberi sensasi tersendiri saat menyantapnya.

Tak jauh dari situ, tersaji chai kwe. Penampilannya unik, dengan aneka sayuran yang dibalut dengan bungkus transparan yang terbuat dari adonan tepung beras dan tapioka. Menu ini cukup popular di daerah Kalimantan dan Malaysia. Karena cukup unik, sajian ini pun cepat habis diborong pengunjung.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani berharap, event seperti ini bisa dipertahankan dan digelar secara kontinyu setiap tahun. Namun begitu, kemasan harus terus dievaluasi dan diperbarui agar pengunjung tidak bosan. Dari segi kuliner, mungkin bisa ditambah atau sebagian diganti dengan menu lain yang sedang popular.

“Tahun depan harus lebih sukses dari acara kemarin. Kami sangat mendukung event seperti ini karena sangat potensial untuk menarik wisatawan mancanegara. Terlebih, Batam menjadi salah satu daerah crossborder yang bisa dengan mudah mendatangkan wisman,” jelasnya, didampingi Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, kuliner adalah bisnis yang sempurna karena porsinya besar hingga 40 persen. Sayangnya, kuliner Indonesia saat ini belum memiliki national food. Ini karena Indonesia memiliki banyak makanan khas di daerah-daerah.

“Berdasarkan data yang ada, untuk pariwisata, sebanyak 30-40 persen pengeluaran orang adalah di kuliner. Dari ekonomi kreatif di Indonesia, 40 persen merupakan kuliner, 20 persen fashion, dan 15 persen craft,” bebernya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here