INDONESIATRAVEL.NEWS, BOGOR – Tak kurang dari 15 sanggar seni dan 25 tim liong-barongsai dipastikan bakal memeriahkan Pesta Rakyat Cap Go Meh (CGM) Street Festival, 19 Februari nanti. Selain itu, sekitar 1.000 lampion akan menghiasi ‘Jalur Naga’ Jalan Surya Kencana, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, CGM Street Festival merupakan kegiatan rutin yang digelar dari tahun ke tahun. Kali ini, panitia mengusung tema ‘Katumbiri Street Light Festival’.

“CGM Street Festival selalu menyuguhkan kemeriahan yang ditunggu masyarakat sekitar. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini mengusung pesan kebersamaan di tengah keberagaman,” ujar Rizki, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung, Selasa (8/1).

Rizki menambahkan, kata Katumbiri yang tersemat pada tema diambil dari bahasa Sunda yang berarti pelangi. Warna pelangi yang berbeda-beda, faktanya justru menciptakan keindahan di langit yang sama. Ini semacam filosofi bahwa keberagaman budaya yang ada di Indonesia telah memberi warna tersendiri.

Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan menjelaskan, hal lain yang menjadi pembeda antara CGM Street Festival dengan perhelatan sejenis adalah suguhan lampion yang menghias jalur lintasan pawai seni dan budaya. Lampion-lampion itu akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang datang. Dengan demikian, acara akan tetap semarak hingga malam.

“Waktu perhelatan memang akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Jika dulu acara dimulai sejak sore, maka tahun ini akan berlangsung setelah sholat Maghrib. Yang pasti, semua akan gembira menikmati suguhan seni budaya yang diadaptasi dari masyarakat keturunan (Tionghoa) tersebut,” ucapnya.

Dari kegiatan ini, lanjut Wawan, dimungkinkan perputaran ekonomi saat acara berlangsung berjalan sangat baik. Artinya, sangat berpotensi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di samping itu, CGM Street Festival merupakan ajang pelestarian seni budaya yang dikemas dengan konsep hiburan.

“Kami mengapresiasi peran Pemkot Bogor yang mendukung penuh kegiatan ini, mulai dari aspek personel hingga publikasi. Dengan komunikasi dan kemasan acara yang baik, tidak menutup kemungkinan nantinya festival ini masuk dalam Calender of Event Kemenpar,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mendukung penuh kegiatan positif tersebut.

“Kita akan backup total tahun ini, terutama dari sisi publikasi. Kami juga akan bantu untuk mengkomunikasikan dengan pemerintah pusat agar kegiatan ini terpublikasi menyeluruh khususnya di Kementerian Pariwisata,” ujar Bima, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Bogor Shahlan Rasyidi.

Tahun ini, perayaan Cap Go Meh Street Festival akan dimulai setelah ibadah sholat magrib atau sekitar jam 18.30 WIB.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Cap Go Meh merupakan penutup dari rangkaian Perayaan Tahun Baru Imlek. Kulturnya sangat kuat. Menurutnya, 60 persen wisatawan datang ke Indonesia karena kultur. Selebihnya, 35 persen karena alam dan 5 persen karena faktor buatan. Seperti meeting, incentive, conference, danexhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.

“Festival ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik. Ini sudah tidak lagi bicara budaya mana, tetapi menjadi perhelatan rutin yang berpotensi mendatangkan wisatawan,” tandasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here