INDONESIATRAVEL.NEWS – PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mengoperasikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Kertajati. Pengerjaan infrastruktur pun dikebut. Mulai dari perluasan terminal, hingga perlebaran landasan pacu (runway).

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, pengembangan infrastruktur bandara dilakukan beberapa tahap. Pada tahap pertama, pengembangan luas terminal mencapai 96.000 m2. Dengan luas ini, kapasitas bandara adalah 5-12 juta penumpang per tahun.

Pada tahap ultimate, akan dilakukan penambahan luas hingga 209.151 m2. Sehingga, terminal akan memiliki daya tampung sekitar 29,3 juta per tahun. Pengembangan ini diproyeksikan akan rampung tahun 2032.

“AP II dipercaya untuk mengelola Bandara Internasional Kertajati hingga tahun 2035. Dengan skema KSO (Kerjasama Operasi), kami akan mengoperasikan secara keseluruhan operasional bandara ini. Besar harapan kami dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya perekonomian daerah Jawa Barat,” ujar Awaluddin di Jakarta, Jum’at (25/5).

BIJB rencananya akan melakukan grand launching pada Juli 2018. AP II sangat optimis pengoperasian serta pengembangan bandara akan berjalan sesuai rencana. Hal tersebut lantaran sudah ada beberapa maskapai yang siap terbang jelang musim mudik 2018. Maskapai yang sudah tercatat ada 3. Yaitu Citilink, Lion Air, dan Wings Air.

“Kami telah melakukan persiapan operasional terkait penerbangan komersial perdana. Rencananya, penerbangan perdana akan dilaksanakan pada H-7 Hari Raya Idul Fitri. Untuk rute, yaitu Surabaya, ada juga yang ke Denpasar,” ujarnya.

Awaluddin juga berharap, BIJB menjadi alternatif baru bagi para pemudik untuk pulang kampung. Selain itu akan dilanjutkan dengan layanan embarkasi dan debarkasi Haji tahun 2018.

Sebagai embarkasi haji, BIJB rencananya akan melibatkan Garuda Indonesia. Rute penerbangannya adalah Kertajati-Cengkareng-Jeddah. “Total akan ada 5 kloter jamaah Haji yang akan terbang dari Kertajati,” katanya.

AP II sendiri akan menerapkan konsep Smart Airport untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Baik melalui aplikasi digital maupun kegiatan operasional bandara. “Hal ini diharapkan mampu terus meningkatkan customer experience di seluruh bandara yang dikelola AP II,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tak sungkan mengacungkan dua jempol terhadap PT AP II yang komit mendukung pariwisata Indonesia. Menpar juga mengapresiasi jajaran AP II karena berbagai prestasi, pengakuan, dan penghargaan bergengsi baik secara nasional, regional, dan global yang telah diraih sepanjang tahun 2017.

“Dalam memenuhi kebutuhan seat kita lakukan peningkatan kapasitas airport. Strateginya, tanpa pembangunan fisik bandara, pengembangan bandara secara terbatas, dan pembangunan bandara baru. luar biasa. Terima kasih AP II, ” kata Arief Yahya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here