INDONESIATRAVEL.NEWS– Sekitar 720 seniman dari berbagai daerah tampil dalam puncak HUT ke-47 Korpri. Perayaan HUT Korpri dipusatkan di Istora Senayan Jakarta, Kamis (29/11). Hadir dalam kesempatan itu Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Pentas seni dan budaya berlangsung usai upacara bendera. Lagu Rayuan Pulau Kelapa yang dibawakan 3 penyanyi wanita dengan kostum Bali, membuka rangkaian seni dan budaya. Diikuti dengan puluhan penari. Mereka menampilkan tari Dayak, tari Jaranan hingga kontemporer.

“Temanya ‘Bersatu dalam Perbedaan’, mengambarkan keberaragaman budaya dan seni Indonesia yang multietnis, multi agama, multi daerah dan multi usia. Semua kesenian darrah tersaji bersama iringan orchestra,” ujar Paulus Surya, Show Director dan Conductor Apresiasi Seni Korpri.

Segmen pentas seni semakin meriah berkat permainan 1000 angklung dari anggota Korpri yang membawakan lagu Tanah Airku. Setelah itu berlanjut dengan nyanyian lagu daerah, seperti Rasa Sayange, Yamko Rambe Yamko yang dibawakan 6 penyanyi.

Yang tidak kalah menarik, adalah penampilan 40 penari Papua. Mereka berkolaborasi dengan 160 penari kontemporer dari komunitas INLA Jakarta dan Medan. Tak hanya itu, tarian Kecak dari padepokan Made Bali juga nampak harmonis dibawakan bersama tarian Jawa. Lalu tarian Saman dari Aceh juga menambah manis pentas seni berdurasi 90 menit tersebut.

“Musiknya terdiri dari 70 orang pemain orchestra, berkolaborasi istimewa dengan 50 pemain dari Saung Angklung Udjo Bandung serta ada Marching Band dari Pondok Pesantren An-Nur Malang,” imbuh Paulus.

Pertunjukan semakin berwarna dengan kehadiran rangkaian kostum karnaval dan aneka ornamen flora fauna khas Indonesia yang mempercantik panggung.

Sedangkan Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi tinggi kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena, telah berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara. Ia juga memuji kinerja ASN yang dapat menjadi pengikat persaudaraan ditengah keberagaman Indonesia.

“Kemajuan Indonesia yang telah kita capai, harus dipahami berkat kinerja ASN di semua level pemerintahan dan sektor sentral di setiap lini instansi,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menekankan agar anggota Korpri lebih melek terhadap perkembangan teknologi dan memanfaatkan sosial media. Hal itu akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang saat ini lebih menginginkan kesederhanaan dan serba cepat.

“ASN harus meningkatkan kinerja, akuntabilitas dan harus open mind. Selain itu perlu untuk menyederhanakan kinerja, tata kelola serta memanfaatkan kemajuan teknologi dengan bekerjasama dengan pihak terkait,” cetusnya.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, peringatan HUT ke-47 Korpri mengambil filosofi bambu yang akarnya menjadi perekat tanah. Ini merupakan simbol memperkokoh dan mempersatukan bangsa. Bambu yang subur di Indonesia, tumbuh secara berumpun yang merupakan simbol solidaritas dan kebersamaan.

“Rangkaian kegitan utama HUT Korpri meliputi 4 olah dan 7 ikon. Yaitu Olah Rasio, Olah Rasa, Olah Raga dan Olah Ruh,” bebernya.

Olah Rasio, lanjut Arief, meliputi Talk Show, Kopdar Keren dan Awarding. Untuk Olah Rasa meliputi Expo, Bazaar, dan berbagai festival. Sedangkan pada Olah Raga ada Family Fun Bike & Wheel Chair 10K, dan Permainan Tradisional Winway. Selanjutnya untuk Olah Ruh meliputi MTQ, Donor Darah dan Ziarah Taman Makam Pahlawan (TMP).

Usai upacara, Menpar Arief Yahya beserta Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara mengunjungi Pasar Rakyat yang terletak di Plaza Timur Senayan, Jakarta. Pasar Rakyat adalah tempat diselenggarakannya pameran pelayanan publik dari sejumlah kementerian dan lembaga. Pasar Rakyat ini diselenggarakan selama 24-29 November 2018.

Di Pasar Rakyat ini terdapat berbagai produk layanan untuk masyarakat. Seperti layanan kesehatan gratis dari Kementerian Kesehatan, layanan paspor dari Kemenkumham, layanan SIM dari Polda Metro Jaya, layanan E-KTP dari Kementerian Dalam Negeri, festival produk olahan ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan pasar digital dari Kementerian Pariwisata.

“Selain layanan masyarakat, Pasar Rakyat ini diisi oleh bazaar kuliner nusantara, panggung hiburan, dan spot foto yang instagramable,” ujar Ukus Kuswara.

Selain itu, juga ada penampilan yang sangat menarik dari apresiasi seni. Apresiasi seni ini menghadirkan angklung yang dimainkan oleh seluruh peserta upacara serta musisi kolaborasi musik tradisional dan modern.

“Pagelaran musik angklung ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada ASN dan Hari Angklung,” kata Ukus Kuswara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here