INDONESIATRAVEL.NEWS– Wonderful Indonesia akan kembali menebarkan pesonanya di kawasan Timur Tengah. Terbaru, Wonderful Indonesia akan menggelar Sales Mission di Kota Muscat, Oman. Destinasi sexy di Jakarta, Kalimantan Timur, Riau, Nusa Tenggara Timur, dan Bali-Lombok menjadi amunisi utama.

Sales mission kali ini akan terbagi menjadi dua kegiatan. Yang pertama akan digelar consumer selling pada 27-28 April 2018. Venuenya di Oman Evenues Mall. Serta business to business (B to B meeting). Lokasinya di Crown Plaza Muscat, 29 April 2018.

“Ini merupakan langkah strategis untuk kembali merayu wisatawan asal Timur Tengah, khususnya Oman. Apa lagi Oman merupakan salah satu negara Timur Tengah yang sangat potensial,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional III Raden Sigit Witjaksono, Kamis (26/4).

Bukan tanpa alasan Kemenpar menggelar sales mission tersebut. Semuanya terukur serta tepat sasaran. Venue kegiatan yang berada di tengah keramaian Kota Muscat, juga sangat tepat.

“Jumlah wisatawan asal Oman yang berkunjung ke Indonesia, tahun 2017 mencapai 12.423 orang. Jumlah tersebut menempatkan Oman diposisi ke 3 penyumbang wisman asal Timur Tengah, dibawah Saudi Arabia dan Mesir,” ujar Sigit.

Pada sales mission kali ini, Kemenpar akan membawa 8 industri pariwisata Indonesia. Serta membawa pertunjukan kesenian tradisonal. Seperti Tari Zapin Lenggang Kipas dari Riau, Ondel-ondel Betawi, serta Tari Legong Keraton dari Bali. Alat musik Sasando juga ditampilkan. Tidak hanya itu. Ada juga jamuan makan malam, serta Lucky Draw untuk para buyers.

Menurut Sigit, ada dua faktor pembeda turis asal Timur Tengah dan dari negara lain. Pertama, turis Timur Tengah dikenal sangat loyal. Saat mereka merasa puas dengan destinasi wisata di suatu negara, mereka akan datang kembali di tahun-tahun berikutnya.

Kedua, wisatawan asal Timur Tengah dikenal sebagai big spender. Atau wisatawan yang cukup royal membelanjakan uangnya. Data Kementerian Pariwisata mencatat, pengeluaran turis asal Timur Tengah hampir dua kali lipat dari turis-turis asal negara lain. Rata-rata turis Timur Tengah mengeluarkan dana sebesar US$ 2.200 setiap kali berkunjung ke Indonesia. Sedangkan, turis asal negara lain hanya sebesar US$ 1.200.

“Hal itu jauh lebih tinggi misalnya dibandingkan dengan wisatawan asal Malaysia yang hanya menghabiskan sekitar 500 dolar AS per kunjungan,” imbuh Sigit.

Menpar Arief Yahya menyebut, Timur Tengah itu pasar yang potensial. Mereka selama ini lebih banyak ke Thailand dan Malaysia. Dua negara itu aktif mengembangkan wisata halal atau family friendly, dengan berbagai restoran yang halal.

“Kita punya 3 provinsi dengan destinasi family friendly yaitu, Lombok, Sumbar dan Aceh. Sekarang adalah momentum yang baik, apalagi Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-2 wisata halal dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI),” ungkap Arief Yahya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here