INDONESIATRAVEL.NEWS, MERANTI – Festival Perang Air atau Cian Cui tahun 2019 resmi dibuka, Kamis (7/2). Pembukaan dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti Irwan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kepulauan Meranti Rizky Hidayat, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman. Hadir pula perwakilan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Kasubbid pemasaran area II A (Kepri & Riau) Raminah.

Seperti yang diprediksi sebelumnya, pembukaan Festival Perang Air berlangsung meriah. Suka cita masyarakat berbaur dalam keseruan tradisi wisata yang unik. Sejumlah pelancong yang datang pun tanpa sungkan turun ke arena dan ikut basah-basahan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman berharap, Festival Perang Air kian terangkat dan bisa semakin go internasional. Terlebih, jumlah pengunjung atau wisatawan yang datang terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Event ini sudah menjadi magnet yang mampu menarik wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Banyak orang yang datang ke Kepulauan Meranti hanya untuk menikmati keseruan perang air. Gaungnya sudah sangat kuat di Indonesia, karena tidak ada daerah lain yang mempunyai kegiatan serupa. Di dunia hanya ada di Thailand, itu punya hanya sehari. Ini ramai. Penuh. Luar biasa,” ujarnya.

Menurut Fahmi, Festival Perang Air benar-benar menjadi kebangaan masyarakat Meranti. Apalagi setelah event ini keluar sebagai pemenang I Kategori Wisata Kreatif Terpopuler se-Indonesia, dalam anugerah Pesona Indonesia Tahun 2018.

“Kemenangan itu menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus mempromosikan Festival Perang Air, khususnya melalui media sosial. Kemenangan itu bikin masyarakat semakin cinta dengan festival ini. Di Riau saat ini semua mata tertuju pada Selatpanjang sebagai tempat dihelatnya kegiatan tersebut. Atau lebih umumnya pada Kepulauan Meranti,” bebernya.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengajak masyarakat untuk ikut mempromosikan festival ini. Bagi yang mempunyai saudara, kerabat atau kenalan dari warga negara asing, sebaiknya diminta untuk memposting keseruan Festival Perang Air di akun media sosial masing-masing.

“Promosi tidak harus mahal, terlebih di era digital seperti sekarang. Jika masyarakat saling peduli dan ikut memposting kegiatan ini di akun media sosialnya, saya yakin dampaknya luar biasa. Festival Perang Air akan semakin melejit dan bisa menjadi kalender wisata paling ditunggu,” ucapnya.

Kabid Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Diana Tikupasang, berharap Festival Perang Air bisa segera masuk Calendar of Event (CoE) Kemenpar. Sebab dari segi peminat, jelas sekali event ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, tren wisatawan sekarang memang sudah beralih ke digital. Semua mengandalkan kecanggihan teknologi, mulai dari memantau jadwal keberangkatan, atraksi di lokasi wisata, memesan hotel, transportasi, dan lain-lain.

“Teknologi digital sangat memudahkan kita untuk melakukan banyak hal. Termasuk promosi pariwisata agar dikenal banyak orang. Dengan sekali klik, event yang unik ini bisa viral sampai ujung dunia,” tegasnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here