GARUT – Langkah Garut membangun sektor pariwisatanya kian mantab. Progresnya kian dipercepat. Seperti halnya membangun Pasar Wisata Digital di Candi Cangkuang. Peluncurannya pun akan dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya pada 2 September 2019.

Menurut Bupati Garut Rudy Gunawan Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang merupakan pasar ke tiga yang diluncurkan Garut. Dimana dua pasar lainnya sukses berjalan.

“Di bulan Agustus kita sudah meluncurkan dua Pasar Wisata Digital, yaitu Pasar Wisata Digital Situ Bagendit dan Dayeuh Manggung. Hal ini untuk semakin mempercepat langkah Garut mengangkat berbagai destinasi unggulan yang kami miliki. Karena tak dapat dipungkiri, jika dengan digital akan semakin mudah kami mempromosikan pariwisata Garut,” kata Rudy yang didampingi Kadisparbud Garut Budi Gan Gan, Kamis (22/8).

Bupati Rudy pun menjamin cara peluncuran Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang bakal meriah. Deretan atraksinya bakal memukau. Dari mulai Helaran Seni Rudat, Prosesi Adat Kampung Pulo, Rampak Kohkol, Rampak Kendang, Pertunjukan Arumba, hingga Lawak dan pertunjukan musik Millenial.

Soal kuliner pun tak ketinggalan. Wisatawan dapat berburu bermacam kuliner khas Garut di sini. Nasi liwet domba Garut sudah pasti ada. Baroyot dan Gayodot hingga kopi Garut juga tak ketinggalan disiapkan. Soal harga tak perlu risau. Semua kuliner yang disiapkan dijamin harganya tak menguras kantong. Karena seluruh kuliner yang dijual merupakan hasil kreasi masyarakat sekitar Candi Cangkuang.

“Pokoknya bakal seru dan keren. Spot selfienya juga ada. Makanya jangan sampai tidak hadir di peluncuran Pasar Wisata Digital di Candi Cangkuang. Ini bukan sekedar pasar biasa. Pasar millenial dengan konsep kekinian,” ujar Rudy.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah pun ikut angkat bicara. Legislator yang tak pernah lelah mengangkat pariwisata Garut ini meyakini jika pola yang dilakukan Garut sangat tepat. Karena jelas sebuah destinasi akan cepat terkenal jika dipromosikan dengan masif melalui media saluran digital.

“Pasar Wisata Digital ini bukan pasar biasa. Sebuah pasar yang dirancang khusus untuk generasi millenial. Karenanya, tampilannya bakal berbeda. Konsepnya menawarkan berbagai atraksi yang dibutuhkan generasi millenal dalam berwisata. Ada spot foto, kuliner unik, atraksi wisata, dan yang pasti menjadi tempat yang asik untuk nongkrong. Ini yang akan memacu pengunjung untuk memposting kedatangannya ke destinasi ini,” ujar Ferdiansyah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menyambut baik. Pasalnya hal ini sejalan dengan konsep yang tengah digaungkan Kemenpar. Menurutnya destinasi digital menjadi konsep terbaik menjaring wisatawan saat ini. Diman trend saat ini lebih dikuasai oleh generasi millenial.

“Siapa yang menguasai generasi millenial, dialah yang berpotensi “winning the future market. Millennials itu selalu digital, mobile, interactive. mereka selalu ingin tampil berbeda. Jumlahnya mencapai 50% dari jumlah wisman yang inbound ke Indonesia. Dan konsep yang mereka butuhkan ada di destinasi digital,” papar Menpar Arief.

Menpar pun yakin, dengan destinasi digital, langkah percepatan pembangunan pariwisata Garut akan makin cepat. “Semakin digital semakin global. Semakin digital semakin mempercepat laju pariwisata di Garut,” tutup Menteri asal Banyuwangi itu. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here