INDONESIATRAVEL.NEWS– Destinasi digital besutan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) terus bertambah. Terbaru GenPI Tanjungpinang, Provinsi Kepualauan Riau (Kepri) bersiap meluncurkan Pasar Warisan Pulau Penyengat, Minggu (14/10). Pasar ini terletak di Benteng Bukit Kursi Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau.

“Pasar Warisan merupakan destinasi digital berkonsep budaya. Pasar ini ditujukan untuk mengangkat budaya Melayu. Baik dari sisi kuliner, permainan rakyat, dan juga kesenian. Letaknya ada di Bukit Kursi Pulau Penyengat,” tutur Raja Farul, Koordinator GenPI Tanjungpinang, Sabtu (13/10).

Nantinya, Pasar Warisan akan buka setiap hari Minggu. Dan sudah pasti keren. Atraksinya akan diperbaharui setiap minggu. Pastinya sarat akan kekayaan budaya Melayu. Dengan kekuatan itu dipastikan keberadaan Pulau Penyengat akan semakin diperhitungkan. Sebab, Pulau Penyengat merupakan ikon wisata sejarah dan budaya di Provinsi Kepri. Selain itu pulau ini merupakan Pulau Cagar Budaya Nasional yang akan diusung menjadi Warisan Dunia.

Keseruan destinasi ini tidak berhenti disitu saja. Layaknya destinasi digital lainnya, pasar ini juga memberikan spot-spot menarik untuk berselfie ria. Apa lagi di Bukit Kursi. Pemandangannya ciamik. Salah satunya spot selfie yang mengarah langsung ke lautan. Spot ini makin kece dengan background pemandangan dari Gunung Bintan.

“Untuk saat ini kita baru siapkan dua spot selfie. Namun, kedepannya akan ditambahkan lagi spot selfie ini dengan beragam keunikan dan view yang menggoda pengunjung,” imbuh Raja Fahrul.

Masih kurang? Jangan takut. Ada beragam atraksi lainnya siap disuguhkan. Ada spot Warisan Permainan Budak Melayu. Beragam permainan tradisional melayu dapat ditemukan di spot ini. Mau main Gasing ada, mau main Senapan Pelepah juga ada. Atau mau main Timang Bulu Ayam, Congkak, Enggrang atau pun Jengket. Semua telah disiapkan tim Pasar Warisan.

Ada juga spot Laman Warisan Seni Budaya. Spot ini merupakan arena pertunjukan dan belajar seni dan Budaya Melayu. Yang kesemuanya merupakan Warisan Pulau Penyengat.

“Disini Pengunjung juga dapat menyewa pakaian Melayu sebagai aksesoris untuk berfoto. Biar sah telah berkunjung ke Pulau Penyengat,” imbuhnya lagi.

Puas berpetualang sudah pasti membuat perut keroncongan. Tak perlu khawatir, ada spot Lapak Warisan juadah Melayu yang siap memuaskan lidah pengunjung. Di spot ini beragam kuliner khas Melayu dapat dengan mudah dijumpai.

Dari mulai Lakse, Putu Mayang, Kosoi, Bingke, Apam, Ongol-ongol, kue Talam, Nasi Dagang serta yang lainnya ada disini. Soal rasa sudah pasti lezat. Harganya pun sangat ramah di kantong. Pasalnya semua kuliner ini disiapkan langsung oleh masyarakat Pulau Penyengat.

“Tentu saja atraksi-atraksi ini kita buat bukan semata-mata hanya showing performance saja ya. Kita harapkan juga pengunjung yang datang dapat merasakan langsung kekayaan budaya Melayu. Dan pastinya akan ikut tergerak untuk melestarikan budaya Melayu ini,” ungkap Raja Farul.

Apa yang disampaikan Raja Fahrul juga ikut diamini Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono. Menurutnya tujuan dasar dari pasaran adalah bentuk kopi darat atau offline dari GenPI. Kopi darat ini juga harus menjadi stimulus bagi pengembangan budaya serta ekonomi masyarakat dari kepariwisataan.

“Inilah salah satu terobosan GenPI di dunia pariwisata. Memberikan manfaat bagi masyarakat. Serta melestarikan Budaya. Saat ini ada banyak kreasi pasar yang sedang dipersiapkan. Semua berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi. Sehingga perekonomian masyarakat juga ikut terdongkrak,” ujar Don.

Respon positif juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya atas keberadaan Pasar Warisan Pulau Penyengat. Kini Menpar makin antusias, destinasi digital GenPI akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Pesannya hanya satu. GenPI agar selalu inovatif dan selalu fresh dalam menyelenggarakan kegiatan aktivasi komunitas.

“Saya sering menyebutnya 2C. Yaitu Creative Value dan Commercial Value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata sampai pembuatan event. Dan selanjutnya event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar pun mendorong agar kegiatan serupa dapat diaplikasikan ke komunitas GenPI di daerah lainnya. “Apa yang dilakukan ini harus bisa dicontoh oleh GenPI daerah lainnya. Sehingga target 100 destinasi digital baru diseluruh Indonesia bisa secepatnya terwujud,” imbuh Menteri asal Banyuwangi tersebut. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here