INDONESIATRAVEL.NEWS, PEKANBARU –Destinasi Digital Generasi Pesona Indonesia (GenPI) terus menunjukkan eksistensinya. Deretannya pun makin panjang dan tersebar diseluruh Indonesia. Terbaru giliran Pasar Puti Maifat diluncurkan, Minggu (9/12) Destinasi ini berada Rokan Hulu, Pekanbaru, Riau.

“Keberadaan Pasar Digital Maifat kian menambah deretan pariwisata yang ada di Tanah Pekanbaru. Pasar ini dibuka setiap Sabtu dan Minggu. Dengan pasar ini diharapkan makin menambah laju pariwisata Roman Hulu,” ujar Kepala Dinas Rokan Hulu Yusmar, Minggu (9/12).

Layaknya destinasi digital lainnya, Pasar Puti Maifat pun langsung tampil menggebrak sejak pembukaan. Atraksi Silek Bungo tampil begitu atraktif menyambut Lara tamu yang datang. Begitu juga penampilan Tari Puti Maifat yang merupakan ikon dari Desa Aliantan, Rokan Hulu.

“Dari tarian inilah nama destinasi digital ini diambil. Sebuah tarian ikonik Desa Aliantan. Dalam tarian ini mengisahkan sedikit perjalanan dari tokoh Puti Maifat tersebut. Tujuannya untuk menciptakan rasa cinta terhadap sejarah dan perjuangan, kemudian dalam acara ini terdapat atraksi rakyat berupa lukah gilo (sejenis alat pencari ikan yang di mainkan menggunakan ghaib sehingga bisa bergerak kian kemari),’ bebernya.

Menambah kebesaran sejarah Riau, berbagai peninggalan sejarah juga ditampilkan pada pembukaan Pasar Puti Maifat. Dari mulai keris,pakaian Santano mudo (pakaian penjaga pribadi puti maifat) serta beberapa benda pusaka lainnya yang ada di daerah Aliantan.

“Kita juga menampilkan sepuluh makanan khas yang ada di Desa Aliantan. Kuliner-kuliner ini memiliki cita rasa yang sangat khas dan kental dengan makanan Melayu Riau. Jadi yang pemasaran silahkan sambangi Pasar Puti Maifat di Roman Hulu,” tutupnya.

Ketua GenPI Nasional, Masyur Ebo mengakui jika saat ini banyak yang makin pemasaran dengan hebohnya destinasi digital besutan GenPI. Pasalnya pasar-pasar ini heboh di media sosial khususnya instagram dan menarik perhatian netizen Indonesia.

Setiap edisi pasaran pasti ada trending topic, on event dan post eventnya pun gak kalah heboh. Coba cek #destinasidigital #genpi #pasarkaretan #pasartahura atau #pasarpancingan misal, pasti akan nemu yang heboh dan menarik.

“Pasar Digital besutan GenPI ini memang menjadi bukti bahwa komunitas ini running. Tidak hanya berkegiatan di media sosial, tapi komunitas ini mampu menerapkan creative value dan memanfaatkan media sosial dalam berpromosi,” ujar Masyur Ebo.

Lebih lanjut Ebo mengatakan, destinasi digital ini juga menjadi wadah generasi muda untuk mengekpresikan bakat seni serta melestarikan nilai-nilai budaya.

“Di destinasi digital tidak hanya untuk foto-foto saja. Karena tiap minggu rutin digelar pertunjukan seni tradisional. Misalnya tarian daerah, permainan-permainan tradisional dan juga musik dari anak-anak muda. Ya contohnya dipembukaan Pasar Puti Maifat ini,” sebut Ebo.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengutarakan destinasi digital menjadi cara cerdas buat menarik kunjungan wisatawan ke Tanah Air. Terlebih Indonesia merupakan negara pertama yang memilik destinasi digital.

“Tak bisa dipungkiri bila era digital dibutuhkan oleh siapapun termasuk pariwisata Indonesia. Melalui digital maka dengan cepat keindahan Tanah Air terekspos dengan baik. GenPI mewujutkan itu dengan destinasi digitalnya. Selamat untuk GenPI Roman Hulu. Salam Pesona Indonesia. GenPI. Gasss! ,” pungkasnya.

On Dec 9, 2018 3:54 PM, warhead.skin@gmail.com wrote:
Giliran Borobudur Unjuk Kebolehan di CFD Jakarta

Jakarta – Pengalaman baru kembali tersaji di Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (9/12). Kali ini giliran Borobudur yang memberikan pesonanya. Sajiannya super seru dan heboh. Membakar semangat para pengunjung Park and Ride Thamrin 10, Jakarta.

Apalagi acara dibuka dengan senam zumba yang begitu enerjik. Bukan saja pengunjung, para pejabat dari Kementerian Pariwisata pun turut ber-zumba ria.

“Kemarin sudah Danau Toba, Mandalika, serta Labuan Bajo. Kini giliran Borobudur yang menampilkan pesonanya di CFD Jakarta,” ujar Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Borobudur Indah Juanita, Minggu (9/12).

Kehebohan pun berlanjut dengan suguhan berbagai seni budaya khas Jawa Tengah. Dari mulai Tari Topeng Ireng, Tari Ronggeng, Tari Kethek Ogleng, hingga Tari Lenggang Kangkung ditampilkan untuk membawa aura Borobudur.

selain itu, spot foto yang instagramable yang berlatar belakang keindahan Candi Borobudur juga tak luput dipersembahkan, Spot ini menjadi favorit para pengunjung untuk berfoto ria.

Indah mengatakan, mempromosikan Borobudur ke CFD Jakarta adalah langkah yang tepat. Pasalnya Jakarta merupakan pasar potential untuk mendulang wisatawan.

“Target kita bukan sekedar mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman), tetapi juga menjaring wisatawan nusantara (wisnus). Dan Jakarta sebagai Ibukota negara, merupakan pasar yang sangat potential,” ujarnya.

Dihadirkannya Borobudur pada program kali ini juga bukan Tampa sebab. Borobudur merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas yang ditetapkan pemerintah.

“Oleh Karena itu, Kemenpar Terus Menggenjot Promosi Borobudur. Apalagi Candi Borobudur ini sangat fenomenal. Candi Budha terbesar di dunia. Candi Borobudur pun juga dinobatkan sebagai bagian dari UNESCO Heritage Site. Belum lagi berbagai potensi lainnya disekitar Borobudur yang saat ini terus kita kembangkan,” tegas Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar Hiramsyah S Thaib.

Respon Menpar Arief Yahya sangat positif. Baginya, Borobudur memang hebat. Levelnya sudah kelas dunia. Sebagai Candi Budha terbesar di dunia, kemegahannya pun tak kalah dengan popularitas Machu Picchu di Peru dan Petra di Jordania. Sebanyak 2.672 ukiran relief dan 600 patung dan stupa Buddha yang ada di sana dinilai sebagai keajaiban karya manusia. Tak bisa ditemui di belahan dunia manapun.

Bahkan destinasi ini selalu menjadi incaran pesohor dunia. Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama sudah pernah menginjakkan kaki ke Borobudur. Begitu juga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, aktor Richard Gere, pesepak bola David Beckham, Aktor hingga Charlie Chaplin. Semua pernah menapakkan kaki di candi yang megah tersebut.

“Harus masif promosi dan pemasarannya. Bukan hanya di luar negeri, di dalam negeri pun juga. Sehingga masyarakat Indonesia juga paham apa kelebihan Borobudur. Masa kalah sama wisatawan dunia. Apalagi amenitas dan aksesibilatasnya sudah mumpuni,” ujar Menpar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here