INDONESIATRAVEL.NEWS- Sabtu (15/12) menjadi edisi spesial bagi Pasar Kakilangit Jogja. Pasalnya edisi ini merupakan perayaan 1 tahun berdirinya destinasi digital milik GenPI Jogja. Lebih spesial lagi, perayaan ini dihadiri langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.

“Pariwisata Jogja harus berbeda dengan Bali yang punya ciri khas. Kuliner ini peluang untuk dikembangkan di Jogja untuk menarik para wisatawan,” tutur GKR Hemas, Sabtu (15/12).

Hastag #1thpasarkakilangit pun menggema di media sosial. Kakilangit tumbuh jadi ekosistem besar. Destinasi digital besutan GenPI Jogja ini memberi manfaat langsung ekonomi, sosial, dan budaya. Pembaharuan atraksi yang semakin kreatif pun terus dilakukan.

Meski begitu GKR Hemas mengingatkan bahwa inovasi harus terus dilakukan hingga wisatawan tidak lekas bosan. Selain itu promosi gencar pun harus tetap dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholder pariwisata.

“Pasar Kakilangit menjadi bukti untuk mengangkat perekonomian lokal, ini perlu di dorong dan kita promosikan bersama,” imbuhnya.

Apa yang disampaikan Istri Sri Sultan Hamengkubuwana X tersebut menjadi motivasi besar bagi GenPI Jogja.

Koordinator GenPI Jogja Nunung Elisabeth mengatakan, Kedatangan GKR Hemas adalah kado spesial. Bukan saja bagi GenPI Jogja tetapi juga masyarakat Mangunan.

“Kedatangan Ibu Ratu adalah kado spesial kami. Penghargaan yang tinggi terhadap upaya kami. Arahan-arahan yang diberikan akan kami laksanakan demi memajukan pariwisata Jogja dan Indonesia. Tentunya motivasi yang luar biasa untuk para pedagang,” ujar wanita yang akrab disapa Elza itu.

Elza juga berharap, Tahun 2019 menjadi tahun yang mendewasakan GenPI Jogja. Pasalnya GenPI Jogja tidak hanya menangani Pasar kakilangit tapi masih ada 4 destinasi digital lainnya yang perlu ditingkatkan. Selain itu masih ada 2 destinasi digital baru yang harus siap menerima wisatawan.

“Satu tahun bagi kami adalah masa yang mengajarkan pada GenPI Jogja untuk setia dan berdedikasi pada apa yang sudah diupayakan. Tahun-tahun selanjutnya adalah tantangan yang harus dihadapi dengan strategi-strategi dan kolaborasi yang harus semakin luas,” pungkas Elza.

Ucapan selamat pun mengalir juga dari Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi Publik, Don Kardono. Dedikasi tinggi Pasar Kakilangit menjadi pemantik lahirnya destinasi digital lainnya di Jogja. Tak pelak Jogja pun didaulat menjadi provinsi dengan jumlah destinasi digital terbanyak.

“Selamat ulang tahun Pasar Kakilangit Jogja. Sukses selalu! Tetap semangat memberi warna pariwisata Indonesia,” ucap Don.

Tak salah memang apa yang disampaikan Don Kardono. Pasalnya Pasar Kakilangit merupakan rujukan bagi destinasi digital lainnya. Destinasi ini bukan saja menawarkan spot foto yang instgramable serta kuliner lokal yang lezat. Pasar Kakilangit pun kini menawarkan nomadic tourism dengan menu Camping Ceria.

“Inilah destinasi digital GenPI. Destinasi ini harus memiliki 2C, yaitu Creative Value dan Commercial Value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata sampai pembuatan event. Dan selanjutnya event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar. Sekali lagi selamat buat Pasar Kakilangit,” ucap Don.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang dulu meresmikan langsung Pasar Kakilangit juga tak mau ketinggalan memberikan selamat. Menurutnya Pasar Kakilangit kini makin spesial. Penambahan atraksi-atraksi di destinasi ini adalah penanda era baru. Era dimana Pasar Kakilangit tidak hanya terbatas pada rutinitas pasar di tiap akhir pekan saja.

“Selamat dan sukses buat destinasi digital Pasar Kakilangit yang semakin heboh, makin keren, beken dan paten! Semangat terus untuk kemajuan pariwisata Indonesia,” ucap Menpar Arief Yahya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here