Michael Learns to Rock atau yang akrab disebut MLTR, menggelar konser Sabtu (15/12) malam ini di Hotel Radisson Baloi, Batam. Tercatat, pemilik hits Paint My Love ini sudah kesekian kalinya menggelar konser di Indonesia. Sebelumnya, MLTR sudah pernah menggelar konsernya di Indonesia pada Januari 2015 dengan mengunjungi lima kota besar di Indonesia, yakni Medan, Jakarta, Menado, Makassar dan Bali. Setelah itu pada 6 Oktober 2017, band ini juga tampil membawakan hits mereka di Palembang.

Para penggemar MLTR sudah terlihat hadir di ballroom Hotel Radisson sejak siang harinya, dimana konser ini digelar. Wajah-wajah antusias berseliweran dimana-mana, terlihat sudah tidak sabar untuk segera dapat menyaksikan penampilan grup musik sweet pop/ soft rock ini, yang bertajuk “Still Tour Asia 2018” ini.

Konser MLTR ini akhirnya di gelar pada pukul 20:10 wib dengan satu sapaan hangat dari para personelnya, pemain kibor Jascha Richter, drummer Kare Wanscher, dan gitaris Mikkel Lentz.

MLTR membuka konser ini dengan sebuah lagu berjudul “I’m Gonna Be Around” dan lagu kedua berjudul “Sleeping Child.” Kemudian diikuti lagu ketiga, “Breaking My Heart” . Para penggemar-pun turut larut mengalunkan syair-syair yang sudah akrab di telinga mereka ini, bahkan banyak dari mereka juga turut menggoyangkan badan mengikuti irama yang sedang mengalun.

Para penggemar MLTR-pun sangat merasa puas, karena mereka menunggu tidak lama. Band kesayangan mereka ini langsung tampil tanpa diawali oleh band pembuka. Pada kesempatan ini MLTR membawakan hingga lebih dari 15 lagu yang langsung disambut dengan histeris oleh para fans di Grand Ballroom Radisson Hotel.

Yang menarik, saat habis lagu ke 15, dan para personel MLTR mohon diri ke belakang panggung, para penggemarnya-pun berteriak-teriak secara kompak.”We want more!” Bersahut-sahutan dan berulang-ulang, tidak ingin konser ini segera berlalu.

Tak berapa lama, personel MLTR-pun keluar kembali menuju panggung, disambut dengan teriakan para fans setianya, dengan membawakan dua lagu penutup berjudul, “Paint My Love” dan “That Why You Go Away”.

MLTR membawakan sejumlah lagu andalannya secara live, termasuk lagu dalam album terbarunya yang berjudul “Still”.

Beberapa lagu yang banyak digemari dari MLTR antara lain, Thats Why You Go Away, The Actor, Take Me to Your Heart, Sleeping Child, 25 Minutes dan banyak yang lainnya.

Konser MLTR ini dihadiri oleh lebih dari 1.500 para penggemarnya dari dalam maupun dari luar negeri.

Dari luar negeri, para penggemar didominasi oleh wisatawan mancanegara dari negeri tetangga, Singapura. Tak heran, jarak domisili mereka yang relatif sangat dekat dengan Batam membuat mereka berbondong-bondong untuk datang ke Batam guna menyaksikan konser ini. Mereka tidak ingin melewatkan kesempatan dalam momen yang sangat jarang terjadi ini.

Di tempat terpisah, Tommy Pratama, selaku CEO/ Managing Director – Promoter dari Original Production – menjelaskan, bahwa Original Production ingin ambil bagian dalam mendukung daerah potensial yang ada di Indonesia, yang tengah gencar mempromosikan pariwisata. Salah satunya yaitu, Batam.

“Batam adalah daerah berpotensi tinggi yang belum digali. Dengan event seperti MLTR ini diharapkan dapat menaikan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia, khususnya ke Kepri. Karena kita memahami bahwa musik adalah bahasa universal yang dapat menyatukan dunia.” kata Tommy pada Press Conference MLTR, di Radisson hotel pada Jumat (14/12), satu hari sebelum konser ini digelar. Turut hadir juga ketiga personel MLTR pada saat itu.

“Selain itu, untuk memperkenalkan budaya Indonesia hingga ke mancanegara, suatu event harus terus dilaksanakan guna meningkatkan animo wisman untuk berkunjung ke Batam. Dengan diadakannya konser MLTR ini di Batam, hal ini juga dapat mendukung Batam lebih maju dan hidup lagi. Di era mellennial ini, Original Production optimis mengadakan konser MLTR, hal ini karena ia melihat nilai pasar MLTR yang masih kuat, fanbase mereka yang loyal, dan mempunyai fans yang setia,” jelas Tommy lagi.

Tingginya animo penonton terlihat dari penjualan tiket yang disediakan oleh organizer telah ludes sejak jauh hari sebelum konser ini digelar. Harga tiket untuk konser MLTR dihargai mulai dari kategori silver seharga Rp550 ribu per tiket, Rp750 ribu untuk kategori gold tiket, Rp1,5 juta untuk platinum tiket, dan Rp2,5 juta untuk kategori diamond tiket. Harga tiket tersebut sudah termasuk pajak dan biaya tiket.

Karena banyak albumnya yang memperoleh emas atau platina, grup band MLTR ini menjadi terkenal di Asia dan Eropa. MLTR dibentuk pada tahun 1988 saat pemain keyboard, Jascha Richter membentuk sebuah band untuk menyanyikan lagu-lagu ciptaannya. Ia bersama teman sekolah menengahnya, Kare Wanscher, akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah band. Namun karena dirasa janggal bermain hanya dengan dua orang, mereka mengajak Mikkel Lentz dan Soren Madsen untuk bergabung.

Nama Michael Jackson mengispirasi mereka untuk membentuk nama Michael Learns to Rock. Pertama kali mereka bermain bersama dimulai pada tanggal 15 Maret 1988. Mereka merekam lagu demo dan mengirimkannya di kompetisi Rock Grand Prix di Aarhus. Tanggal 22 Mei 1988, merupakan penampilan mereka yang pertama pada kompetisi tersebut dan mereka mendapatkan juara kedua.

MLTR mendapat kesempatan untuk merekam album pertama mereka yang diberi judul Michael Learns To Rock, yang muncul di tahun 1991. Album tersebut tidak terlalu sukses di Amerika, namun sangat mendapatkan antusiasme yang begitu besar dari pendengar di Denmark dan beberapa negara di Asia termasuk Indonesia.

Pada Oktober 1993, MLTR merilis album keduanya, yang berjudul “Colours”. Album ini terjual lebih dari satu juta kopi, yang juga menjadi debut pertama MLTR untuk tampil di Asia. Album ke tiga adalah album pertama mereka yang direkam dan diproduksi oleh mereka sendiri, “Played on Pepper” yang dirilis di bulan Agustus 1995, yang terjual lebih dari satu juta kopi.

MLTR menyempurnakan kesuksesan mereka dengan merilis album “The Greatest Hits” dengan judul “Paint My Love” pada Mei 1996. Album ini terjual tiga juta kopi terutama di Asia. Satu juta kopi lagi terjual untuk album ke empat MLTR, “Nothing to Lose”, setelah dirilis pada September 1997. MLTR memilih untuk beristirahat sejenak utuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan juga untuk mengembangkan ide baru mereka, setelah tur mereka ke Afrika.

Soren Madsen memutuskan untuk hengkang dari band untuk bersolo karier pada tahun 2000. Dengan hanya tiga anggota band yang tersisa, MLTR masih “bertaring” dengan mengasilkan album “Blue Night” yang terjual dengan baik di Asia. Tahun berikutnya, biografi mereka, “Something You Should Know”, yang ditulis oleh Poul Martin-Bonde diluncurkan. Biografi tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul “It Never Rains on Bali”.

Band memilih untuk vakum sejenak setelah meluncurkan Blue Night. Jascha Richter mengembangkan proyek album solonya berjudul “Planet Blue”. MLTR kembali bergabung dan merilis album Michael Learns To Rock dan dirilis di Asia dengan nama “Take Me To Your Heart” di tahun 2004, dan di November 2008, MLTR merilis album ke tujuh mereka di bawah label mereka sendiri dengan judul “Eternity”.

11 lagu, yaitu: “Renovate My Life”, “Scandinavia”, “Hanging On”, “Space Commander”, “Heaven Is My Alibi”, “Icebreaker”, “Shanghai In Tokyo”, “Crazy World”, “Make Me Feel”, “Any Way You Want It” dan “Please Forgive Me”, dirilis di tanggal 11 Juni 2012. Lagu-lagu ini dikemas di dalam album ke delapan yang berjudul “Scandinavia” oleh MLTR.

Secara terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya, meyambut baik digelarnya konser MLTR ini di Batam, Kepri. “Kepri merupakan salah satu “beranda”nya Indonesia yang merupakan crossborder dalam pariwisata untuk menggaet kunjungan wisman, terutama dari negara Singapura dan Malaysia. Event ini sangat positif sekali untuk mengembangkan pariwisata, menaikan kunjungan wisman ke Indonesia, serta memperkenalkan Batam khususnya ke dunia luar, untuk menjadi salah satu kota yang aman dan nyaman untuk menggelar konser-konser yang serupa di kemudian hari,” jelas Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya, yang terkenal dengan mempopulerkan rumus 3 A -nya untuk pengembangan pariwisata di Indonesia, yakni Atraksi, Akses dan Amenitas, juga menjelaskan bahwa, “Untuk di Kepri sendiri, terutama di Batam, ketiga hal tersebut sudah tersedia dengan baik. Aksesnya sudah bagus, amenitasnya-pun mendukung, tinggal kita memperbanyak dan meningkatkan kualitas atraksi agar mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisman untuk mau datang, dan datang lagi ke Kepri,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Lebih jauh, Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga berharap atraksi yang sudah ada di Kepri saat ini dapat menambah length of stay para wisatawan mancanegara tersebut di Kepri. “Semakin lama para wisman ini stay di Kepri, akan semakin banyak uang yang mereka berikan untuk daerah kita,” lanjut Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat dalam atraksi Calender of Event di semua daerah. Menteri asli Banyuwangi itu selalu menegaskan bahwa, “Sebuah event harus dibuat dengan standar internasional. Harus terjadwal dengan baik dan kepastian penyelenggarannya harus terjamin, sehingga nantinya tim promosi kami akan dengan mudah mempromosikannya, wisatawan-pun akan bisa mengagendakan kedatangannya dengan baik ke event yang dibuat tersebut” pungkas Menpar Arief Yahya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here