TANJUNGPINANG – Kemeriahan tersaji dalam Kepri Carnival 2019. Event yang digelar Sabtu (9/11), di Gedung Daerah, Tanjungpinang, menampilkan beragam kostum menawan. Termasuk 50 kostum yang pernah mejeng di Jember Fashion Carnival (JFC). Tahun ini, Kepri Carnival mengusung tema Spirit of Kepri.

“Kepri memiliki banyak event yang bisa dinikmati wisatawan. Selain tari, sastra, musik, dan kuliner, Kepri juga punya banyak kostum yang sangat menginspirasi. Dan ini tersaji dalam Kepri Carnival 2019,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, Sabtu (9/11).

Tahun ini, Keindahan kostum milik Jember Fashion Carnival menjadi daya tarik event. Apalagi, setiap tahun ada beragam karya otentik yang dirilis JFC dengan beragam tema. Bahan bakunya juga beragam, termasuk memanfaatkan bahan baku daur ulang limbah.

“Kehadiran kostum-kostum dari Jember Fashion Carnival tentu menaikan daya tarik event ini. Mereka kini bisa melihat langsung desain dan detail motif yang ditampilkan. Semoga Kepri Carnival 2019 bisa menginspirasi publik untuk menghasilkan beragam karya kreatif,” terang Buralimar.

Kepri Carnival 2019 diikuti oleh 4 kabupaten/kota. Pesertanya dari Tanjungpinang, Batam, Lingga, dan Tanjung Balai Karimun. Ada beberapa rute yang dilalui karnaval. Start dan finis di Gedung Daerah, karnaval melewati Gedung BP3KR, berbelok di Gedung Gonggong lalu menuju Pelabuhan.

“Menggunakan jalan utama Tanjungpinang sebagai ‘catwalk’ tentu menarik. Wisatawan bisa menikmati parade ini dengan leluasa. Mereka bisa memadati rute-rute parade sekaligus memilih angle terbaik bagi yang ingin selfie. Nikmatilah beragam kostum menarik Kepri. Di sini ada banyak busana terbaik,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf Dessy Ruhati.

Kepri sendiri memiliki sedikitnya 6 pakaian adat. Seperti Pakaian Keseharian, Adat Resmi, Upacara Adat, juga Upacara Perkawinan. Untuk Pakaian Keseharian diperuntukan bagi Anak-Anak, Dewasa, dan Orang Tua. Pakaian Keseharian Anak-Anak khususnya bagi laki-laki diantaranya Baju Monyet. Bagi anak perempuan ada Baju Kurung.

Baju Monyet merupakan jenis celana panjang tanggung. Kombinasinya dengan Kopyah atau kain segi empat sebagai penutup kepalanya. Adapun Baju Kurung anak dipadukan dengan rok lebar juga jilbab. Bagi kalangan Dewasa menggunakan Baju Kurung Cekak Musang. Baju jenis ini juga bisa dikenakan pada acara adat resmi. Bagi kaum wanitanya mengenakan Kebaya Laboh.

“Kekayaan khas Melayu di Kepri tersebut masih ditampilkan. Sebab, itu menjadi identitas wilayah dan bentuk konservasi kekayaan budaya lokal. Bagi yang tertarik dengan busana tradisional Kepri bisa juga membelinya pada beberapa gerai,” tegas Dessy.

Melengkapi kemeriahan event, Kepri Carnival 2019 menampilkan stand UKM dan Kuliner. Stand UKM ini menawarkan beragam karya kreatif khas Kepri. Selain fashion, ada juga aneka asesoris. Dengan rupa artistik, beragam produk tersebut ditawarkan dengan harga kompetitif. Kulinernya menawarkan aneka menu menarik. Selain otentik, cita rasanya juga sangat nikmat.

“Kepri Carnival 2019 menjadi momentum libran terbaik di Kepri akhir pekan ini. Seluruh indera para wisatawan akan dimanjakan dengan beragam karya kreatif spektakuler. Kostum-kostumnya unik dan menarik, lalu kulinernya nikmat. Selamat berlibur di Kepri, enjoy Kepri Carnival 2019,” tutup Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here