INDONESIATRAVEL.NEWS, PURWOREJO – Peresmian Pasar Digital Menoreh dan Campground D’Loano berlangsung meriah. Meski sempat diguyur hujan dan membuat jalan sedikit berlumpur, antusias warga tak lantas surut. Terlebih, peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dua destinasi dalam satu kawasan itu pun resmi dibuka untuk umum, Kamis (14/2).

Kehadiran Menpar Arief Yahya memang sangat ditunggu. Tak hanya meresmikan Pasar Digital Menoreh dan Campground D’Loano, beliau juga datang dalam rangka Nomadic Borobudur Valentine Day. Sejak pagi, ia sudah tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, dan langsung dikejar rentetan agenda, termasuk shooting Wonderful Nomad Story.

Kegiatan pertama Menpar menyambangi Rest Area KM 22 Tol Semarang-Solo atau melekat dengan istilah Tol Trans Jawa. Di sinilah ia melakukan shooting Wonderful Nomad Story, sekaligus mencoba sensasi nomadic tourism. Yaitu perspektif baru dengan gaya berwisata yang millennials.

Shooting dilakukan bersama Nomad dari Prancis, yakni Eva dan Philipe. Pada kesempatan ini, Menpar Arief Yahya menyetir kendaraan yang ditumpangi Eva dan Philipe. Turut serta endorser Maria Selena yang merupakan Putri Indonesia 2011.

Di rest area KM 22 Ungaran, Menpar berwisata kuliner dengan makan Soto. Dilanjut dengan mengendarai Campervan untuk Overland Experience Trans Jawa hingga ke Radja Pandapa Gallery. Hadir pula di lokasi, antara lain Kadisporapar Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi, Tenaga Ahli Nomadic Waizly, Kepala Biro Komunikasi Publik Guntur Sakti, Staff Khusus Bidang Komunikasi Don Kardono, Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru Hiramsyah S. Thaib, serta Asdep Perancangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Indra Ni Tua.

Tiba di lokasi Pasar Digital Menoreh dan Campground D’Loano, hari sudah menjelang sore. Sebelum peresmian dua destinasi digital tersebut, terlebih dahulu dilakukan penandatanganan prasasti Borobudur, serta MoU antara investor dengan Badan Otoritas Borobudur (BOB).

Peresmian Pasar Menoreh diawali dengan berkeliling melihat-lihat gubuk jualan warga. Kemudian makan siang bersama memakai daun, sambil menyaksikan pentas tari dari seniman Kulonprogo, Banjarnegara, Purworejo, dan Magelang. Sementara peresmian Campground D’Loano dilakukan dengan memotong tali menggunakan kapak.

Di depan wartawan, Menpar Arief lebih fokus membahas tentang wisata nomadic atau yang sering berpindah tempat dengan cepat. Menurutnya, ini yang disukai kaum millenial zaman sekarang. Kondisi ini menuntut pengelola wisata di daerah lebih cerdas memanfaatkan peluang.

“Angka nomadic saat ini terhitung sangat tinggi. Mereka doniman wisatawan millenial dan digital. Umumnya, mereka tidak akan lama berada di satu lokasi. Akan berpindah dengan cepat mencari destinasi lain yang dianggap menarik,” jelasnya.

Menpar Arief menambahkan, wisatawan nomadic sangat membutuhkan akses jalan yang baik. Sangat pas dengan kondisi jalan sekarang karena sudah ada tol. Selain itu, pemerintah daerah semestinya juga ikut berpartisipasi dengan pembukan pintu-pintu tol yang ada di daerah.

“Itu pula yang dipesankan Presiden Jokowi, tanggal 11 Februari kemarin. Keberadaan tol harus pula ditindaklanjuti dengan pembukan pintu-pintu tol yang ada di daerah. Kalau daerah tidak mampu, bisa diusulkan ke provinsi. Kalau provinsi tidak mampu, bisa diusulkan ke pusat,” tandasnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here